Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

Reaksi Alkohol dan Fenol

Reaksi Alkohol dan Fenol

 Alkohol dan fenol merupakan senyawa penting yang banyak digunakan disekitar kita. Alkohol dapat bereaksi menjadi berbagai turunan seperti alkil halida melalui reaksi substitusi oleh senyawa-senyawa halogen. Kemudian juga dapat dioksidasi menjadi turunan aldehid, keton, eter, ester dan asam karboksilat bahkan juga bereaksi dengan logam-logam alkali membentuk garam alkoksida. Selain itu alkohol juga dapat mengalami dehidrasi membentuk senyawa tidak jenuh, karena kemudahan alkohol bereaksi sehingga menjadi bahan diskusi penting dalam kimia organik. Oleh karena itu langkah awal anda mempelajari reaksi-reaksi alkohol dan fenol adalah mempelajari secara khusus sifat-sifat fisik dan kimia dari alkohol diant:aranya

A. Titik didih; semakin panjang rantai hidrokarbonnya titik didihnya semakin tinggi karena berat molekulnya juga makin tinggi. Khusus alkohol yang berisomer memperlihatkan titik didih yang berbeda seperti n-butanol(117,7 °C) dan isobutanol(89 °C) anda dapat menjelaskan mengapa demikian.

B. Ikatan Hidrogen; dapat terjadi diantara molekul-molekulnya dimana atom hidrogen dari molekul alkohol yang memiliki muatan parsial positif akan berinteraksi kuat dengan atom oksigen yang bersifat elektronegatif dan memiliki pasangan elektorn bebas dari molekul lainnya

C. Efek Gaya Van der Waals; Gaya dispersi van der Waals dan interaksi dopol-dipol yang cendrung makin meningkat dengan makin bertambahnya berat molekul alkohol

D. Kelarutan dalam air;Molekul alkohol dengan berat molekul kecil seperti metanol dan atanol larut sempurna didalam air. Kelarutan akan semakin berkurang dengan semakin panjangnya rantai hidrokarbon.  Alkohol dengan empat atom karbon atau lebih penurunan kelarutan semakin terlihat dimana ketika dicampur dengan air akan terbentuk dua bidang batas pada tabung reaksi.

E. Sifat Keasaman atau Kebasaan Alkohol; sifat alkohol agak menyerupai air yang bisa larut dalam suasana asam maupun basa. Adapun nilai tetapan keasaman beberapa alkohol terlihat sebagai berikut;

Berdasarkan nilai pKa pada Tabel tersebut terlihat metanol sedikit lebih asam dari air dan air sedikit lebih asam dari etanol.Kemudian terlihat juga semakin panjang rantai hidrokarbonnya kecendrungan sifatasamnya semakin lemah.Tetapi berbeda halnya dengan fenol dengan pKa 10 yang memilki sifat keasaman lebih kuat dari pada alkohol lainnya seperti sikloheksanol dengan pKa 18 dimana ion hidrogen dari fenol dapat melepaskan diri dari gugus -OH dan mentransfernya ke suatu basa. Misalnya dalam  dalam air

Updated: April 5, 2019 — 13:39

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme