Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

Soal Ujian Akhir Semester ( UAS)

Matakuliah                : Praktikum Kimia Organik I

Dosen Pengampu  : Dr. Syamsurizal, M.Si

Beban SKS              : 2 SKS

Waktu                        : Kamis, 9 Mei 2019 dari pukul: 14.00 sd 16.00 W

 

PETUNJUK:

Ujian ini dilakukan secara online, anda tidak diperkenankan menjiplak jawaban anda dari manapun sumbernya. Bila TERBUKTI MENJIPLAK, ANDA DIPASTIKAN GAGAL PADA MATAKULIAH INI

 

2.  Anda telah berhasil melakukan sintesis aseton dengan menggunakan dua macam oksidator yaitu kalium permanganat dan asam khromat. Jelaskan keunggulan dan kekurangan kedua oksidator tersebut sesuai dengan  fakta-fakta yang anda temukan dalam percobaan.

Updated: Mei 9, 2019 — 07:18

37 Comments

Add a Comment
  1. TRIA PRADINA LOKE

    NAMA : TRIA PRADINA LOKE
    NIM : A1C117075

    pada saat melakukan sintesis dengan menggunakan dua macam oksidator yaitu kalium permanganat dan asam khromat (kalium dikromat) keunggulan dan kekurangan kedua oksidator ini sesuai dengan fakta-fakta yang ada di dalam percobaan dilaboratorium, bahwa kalium permanganat merupakan oksidator kuat, sehingga pada proses sintesis lebih cepat untuk melakukan pemisahan atau lebih cepat untuk menetes membentuk aseton. Namun kekurangan dari oksidator yang tidak kuat akan lebih lama untuk melakukan pemisahan atau lebih lama untuk menetes membentuk aseton.

  2. Yuyun Ernawati

    Nama : Yuyun Ernawati
    Nim : A1C117063

    yaitu sesuai dengan percobaan bahwa asam kromat waktu untuk meneteskan sampel lambat sehingga perlu menunggu beberapa menit , namun setelah sekali saja dia menetes, maka atetesan yang selanjutnya sangat cepat untuk meneteskan sampel kembali. sedangkan pada kalium permanganat yaitu kebalikan dari asam kromat, dimana waktu pertama untuk menestkan sampel cepat, namun rentan waktu untuk meneteskan sampel berikutnya terbilang lambat dan bahkan perlu menunggu. hal tersebut dapat disebabkan karena kami menggunakan oksidator kuat yaitu kalium permanganat dan oksidator sedikit lemah asam kromat, pengaruh oksidator bisa saja mempengaruhi waktu utuk sampel menetes pada erlenmeyer.

  3. Vira Anggita Gusniardi

    vira anggita gusniardi (A1C117069)
    2. pada sintesis aseton dengan mengunakan dua macam oksidator yaitu kalium permanganat dan asam kromat. keunggulan dari kalium permanganat sendiri yaitu merupakan oksidaror yang kuat sehingga membantu cepatanya sintesis aseton, sedangkan asam kromat juga oksidator tetapi merupakan oksidator yang lemah sehingga sintesi aseton dengan oksidator asam kromat ini agak lambat di banding dengan kalium permanganat.

  4. Putri Milenia Hutabarat

    dalam percobaan ini, yang lebih unguul antara kalium permanganat dibandingkan asam kromat yaitu kalium permanganat karena kalium permanganat lebih cepat bereaski dibandingkan dengan asam kromat dapat dilihat dari hasil percobaan, bahwa pada saat memasuki menit ke tiga tetesan pertama dari proses destilasi berhasil di dapatkan, sedangkan pada asam kromat, tetesan pertama didapat pada saat memasuki menit ke 7, keunggulan keduanya yaitu sama sama cepat bereaksi dengan asam sulfat pekat dengan tanda- tanda mendidih dan menghasilkan larutan yang panas, namun kekurangannya yaitu proses destilasi asam kromat lebih lama dibanding proses destilasi kalium permanganat.

  5. Febry Aryanti Huta Uruk

    Nama : Febry Aryanti Hutauruk
    Nim : A1C117073

    Pada percobaan sintesis aseton dengan menggunakan 2 oksidator yaitu kalium permanganat dan asam kromat, ternyata lebih unggul mensintesis aseton dengan kalium permanganat karena kalium permanganat merupakan oksidator kuat, sehingga pada saat dilakukannya destilasi larutan lebih cepat menguap dan menetes pada labu. tetapi, dengan menggunakan oksidator kalium permanganat ini, tetesan demi tetesan brikutnya lama turun ke labunya, sedangkan dengan menggunakan asam kromat memang pada awal destilasi lebih lama keluar tetesan pertamanya daripada kalium permanganat, tetapi untuk tetesan berikutnya lebih cepat keluar rentang waktunya daripada kalium permanganat. Saat diuji hasilnya, ternyata keduanya sama-sama bisa digunakan untuk membersihkan papan tulis, tetapi lebih cepat hilang noda tintanya dengan menggunakan aseton yang pakai oksidator kalium permanganat.

  6. Hanna Salwa Putri

    Hanna Salwa Putri A1C117045
    Menurut saya kelebihan saat melakukan sintesis dengan kalium permanganat adalah reaksi cepat terjadi, karna kalium permanganat adalah oksidator yang lebih kuat dibandingkan dengan kalium dikromat. Hal ini dapat kita lihat pada percobaan pembuatan aseton yaitu ketika digunakan kalium permanganat, tetesan aseton dari proses destilasi mulai menetes pertama kali saat 3 menit dilakukannya destilasi. sedangkan saat menggunakan kalium dikromat, tetesan pertama aseton adalah pada menit ke 7 lewat 44 detik. Tetapi saat menggunakan kalium dikromat ini, rentang tetesan pertama dan tetesan kedua lebih cepat dibandingkan rentang tetesan saat menggunakan kalium permanganat.
    Suhu pada kalium dikromat sangat tinggi maka harus dilakukan sangat hati-hati, terlihat saat dilakukannya proses destilasi, suhu saat digunakan kalium dikromat adalah 83 derajat celcius.

  7. brezza fitri noventi

    untuk oksidator kalium permanganat dia lebih cepat untuk tetesan destilatnya namun prosesnya lama sedangkan dengan oksidator kalium dikromat tanda reaksinya lebih cepat namun untuk proes destilasi menunggu tetesan pertamanya.

  8. Elda Septiana (A1C117027)
    2. Kalium permanganat memiliki kelebihan yaitu senyawa ini lebih reaktif dari pada asam kromat. sehingga lebih mudah dan lebih cepat dalam mengoksidasi dalam pembuatan/sintesis suatu senyawa maupun menoksidasi dalam proses yang lainnya. sedangkan asam kromat sedikit kurang reaktif karenanya sedikit lambat dalam melakukan pengoksidasian suatu senyawa. namun asam kromat dapat melakukan oksidasi terhadap berbagai macam jenis senyawa organik.

  9. Erwin Pasaribu

    Nama: Erwin pasaribu
    NIM: A1C117003
    jawab:
    Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan terdapat kelebihan dan kekurangan pada kedua oksidator yang dipakai, kalium permanganat dan asam khromat, yaitu
    1. dengan oksidator kalium permanganat, destilat atau aseton murni yang dihasilkan lebih cepat menetes dibanding asam khromat yaitu pada menit ke 3, sedangkan dengan asam khromat pada menit ke 7
    2. tetesan aseton yang dihasilkan dengan oksidator kalium khromat lebih lambat yaitu 40 tetes dalam waktu kurang lebih 4 menit, sedangkan dengan oksidator asam khromat hanya butuh waktu kurang dari 1 menit untuk menghasilkan destilat sebanyak 40 tetes.
    3. Proses destilasi dengan oksidator asam khromat lebih cepat dibanding kalium permanganat karena pada dasarnya asam khromat merupakan oksidator yang lebih kuat. Namun karna volume campuran yang didestilat dengan asam khromat lebih banyak maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik didih sedikit lebih lama dari pada dengan kalium permanganat.

  10. Dinda Anggun Eka Saputri

    Dinda anggun eka saputri (A1C117079)
    2.Pada sintesis aseton yang telah dilakukan,didapat bahwa sintesis aseton dengan menggunakan kalium permanganat dan kalium dikromat dapat dilakukan dan menghasilkan aseton yang memiliki bau khas. yang membedakan antara kalium permanganat dan kalium bikromat adalah rentang waktu tetesan pertama pada kalium permanganat dan kalium dikromat . pada kalium permanganat lebih cepat menetes daripada oksidator kalium dikromat.hal ini terjadi dikarenakan kalium permanganat merupakan oksidator yang kuat sehingga ia cepat mengoksidasi 2 propanol dan dalam proses destilasi nya cepat menguap.

  11. Febby Marcelina Murni

    Febby Marcelina Murni (A1C117037).
    Pada percobaan yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa kalium permanganat merupakan oksidator yang lebih kuat dibandingkan dengan kalium dikromat. Hal ini dapat dilihat pada percobaan yang telah dilakukan bahwa pada percobaan sintesis aseton pada penggunaan kalium permanganat lebih cepat menghasilkan filtrate aseton, sedangkan pada kalium dikromat lebih lama waktunya pada saat menghasilkan filtrate aseton pada percobaan tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa asam permanganat lebih kuat dalam mengoksidator daripada kalium dikromat.

  12. Niken Ayu Hestiantari

    Niken Ayu Hestiantari (A1C117033)
    1. Kalium Permanganat
    Keunggulan :
    – Dihasilkan destilat yang lebih cepat karena kalium permanganat merupakan oksidator yang lebih kuat dari pada kalium dikromat
    – Menggunakan suhu yang lebih rendah
    Kelemahan :
    – Rentang tetesan yang satu dengan yang lainnya lebih lama sehingga didapat kan tetesan ke 25 memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pada kalium dikromat
    – Suhu nya menjadi turun setelah beberapa tetesan

    Kalium Dikromat
    Keunggulan :
    – Suhu pada saat proses destilasi untuk mengambil/membentuk aseton relatif konstan atau tidak menurun
    – Rentang tetesan destilat yang satu dengan yang lain lebih cepat sehingga hanya memerlukan waktu yang singkat untuk mendapatkan 25 tetesan aseton
    Kekurangan :
    – Memerlukan atau menggunakan suhu yang relatif tinggi untuk proses destilasi baru didapatkan aseton

  13. Rd. Abdurrahman

    Rd. Abdurrahman (A1C117015)

    a. Kelebihan dari kalium permanganat yaitu merupakan pengoksidator kuat sehingga ketika direfluks filtratnya cepat keluar dan kekurangan dari kalium permnganat yaitu jarak tiap tetesan destilat yang keluar memiliki rentang waktru yang cukup lama.

    b. Kelebihan dari K2CrO7 yaitu rentang taip tetesan destilat dari tetesan pertama dan kedua cepat kekurangannya yaitu merupakan pengoksidator lemah sehingga waktu yang dibutuhkan tetesan destilat pertama cukup lama menetes.

  14. NOVELA MELINDA

    oksidator kalium permanganat merupakan oksidator yang lebih kuat dari pada kalium dikromat. hal ini dikarenakan harga potensial dari kalium permanganat lebih tinggi dibandingkan dengan kalium dikromat yaitu kalium permanganat 1,51v dan kalium dikromat 1,33v. kemudian pada proses destilasinya, kalium permanganat lebih cepat menghasilkan filrat dibandingkan dengan kalium dikromat. pada kalium permanganat filtratnya dihasilkan pada waktu ke 3menit, kemudian kalium dikromat menghasilkan tetesan filtrat pertama pada waktu ke 7menit 44 detik. namun, pada kalium permanganat tiap tetesannya membutuhkan waktu yang lama per jeda tiap tetesnya.. sehingga tetesan terakhir yaitu tetesan ke 40 di dapatkan, waktu yang dibutuhkan yaitu 6menit 54detik. dan terlihat bahwa rentang tetesannya lebih lama. kemudian jika dibandingkan dengan kalium dikromat, tetesan filtrat pertamanya yaitu pada menit 7 dan jeda tiap tetesnya dibutuhkan waktu yang lebih pendek. sehingga saat tetesan ke 40 didapatkan pada waktu 8menit 16 detik. dan terbukti bahwa rentangnya hanya kurang lebih 2 menit.

  15. muhammmad yamin

    nama : muhammad yamin
    Nim : A1C117047

    keunggulan dari oksidator yang dipakai dalam pembuatan aseton yaitu oksidator kalium permanganat dan kalium khromat yaitu:
    dapat menghasilkan campuran yang mengandung aseton, saat proses destilasi dengan kalium permanganat menggunakan asam tetesan dari aseton murninya sangat cepat menetes.
    kekurangan dari oksidator kalium permanganat dan kalium khomat yaitu:
    kedua oksidator ini merupakan bahan yang sangat mudah terbakar jadi dalam pengerjaannya harus ditempat yang mempunyai lemari asam atau lapangan yang terbuka. proses pengerjaannya memakan waktu yang lumayan lama.

  16. arnia haiza annisa

    Arnia Haiza Annisa (A1C117049)
    Kalium permmanganat memiliki kelebihan yaitu ketika digunakan untuk mensintesis aseton,aseton yag dihasilakn lebih cepat menetes karena ia merupakan oksidator kuat dan dengan menggunakan okksdator ini suhu yang diperlukan juga suhu rendah. kelemahan dari mmenggunkna oksidator ini adalah jarak setiap tetesan yang dihasilkan itu memerlukan waktu yang lama.

    kalium dikromat memiliki kelebihan yaitu ketika digunakan untuk mensintesis aseton, untuk mendapatkan tetesan aseton pertama lama tetapi untuk rentanng waktu tiap tetesannya cepat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk mensintesis aseton. selain itu juga dengan oksidator kalium dikromat ini suhu nya tiidak berubah atau konstan. kelemahan dari oksidator ini adalah untuk mendapatkan tetesan pertamanya mmemerluka waktu yang lama.

  17. Sanaq Elfira P.

    Nama : Sanaq Elfira Putri
    NIM : A1C117071
    2. keunggulan dari kalium permanganat yaitu ia merupakan oksidator yang kuat, titik didihnya lebih rendah dari kalium bikromat dan merupakan yang dapat mempercepat pembentukan aseton. Sedangkan kekurangan dari kalium permanganat yaitu tetesan aseton murni yang keluar ketika percobaan lebih pelan daripada kalium bikromat.
    keunggulan dari kalium bikromat yaitu tetesan aseton yang keluar lebih cepat dan dapat mempercepat reaksi. Kekurangannya titik didihnya lebih tinggi daripada kalium permanganat, waktu yang digunakan lebih lama dan merupakan oksidator kuat

  18. 2.Keunggulan kalium permanganat berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan adalah kalium permanganat ini ketika digunakan sebagai sintesis aseton penggunaaannya lebih sedikit dibanding kalium dikromat dan lebih cepat panas yakni pada suhu 50 derajat celcius.Kekurangan dari kalium permanganat tidak kami temukan pada percobaan sintesis aseton.Kemudian keunggulan dan kekurangan oksidator kalium dikromat berdasarkan percobaan kami adalah tetesan yang dihasilkan lebih lama,dan vollume kalium dikromat yg digunakanpun lebih banyak dibandingkan kalium permanganat,lebih lama panas dibandingkan dengan kalium permanganat yakni pada suhu 67 derajat celsius.

  19. NAMA : SHEILA SAGITA
    NIM : A1C117009
    •Kalium permanganat
    Kekurangan: pada saat penambahan KmnO4 kedalam campuran larutan, larutan langsung mendidih sehingga dapat membahaya praktikan. Dan rentang waktu saat aseton menetes lama.
    Keunggulan: dengan menggunakan oksidator KmnO4 proses penguapan jauh lebih cepat dibandingkan dengan oksidator kalium dikromat karena KmnO4 merupakan oksidator kuat dibanding kalium dikromat dimana KmnO4 mengoksidasi 2-propanol yang menghasilkan keton atau aseton.
    •Kalium dikromat
    Kekurangan: dengan menggunakan oksidator kalium dikromat ini kekurangannya adalah proses penguapan atau proses terbentuknya aseton sangat lama dibandingkan dengan oksidator kalium permanganat. Dan juga dengan oksidator kalium dikromat ini campuran larutan sebelum ditambah dengan oksidator harus dipanaskan terlebih dahulu sehingga waktu percobaan semakin lama.
    Keunggulan: keunggulan dengan menggunakan oksidator kalium dikromat ini rentang waktu pada saat aseton menetes lebih cepat dibandingkan dengan kalium permanganat.dan saat oksidator dicampurkan dengan campuran larutan cepat bereaksi.

  20. melisa oktapiani

    Nama : melisa oktapiani
    NIM : A1C117043

    2. penggunaan oksidator kalium permanganat dalam sintesis aseton menyebabkan sintesis aseton cepat terbentuk karena suhu pada saat tetesan pertama itu lebih rendah yaitu pada suhu 78 C tetapi setelah tetesan pertama untuk tetesan selanjutnya dibutuhkan waktu yang lebih lama dibutuhkan waktu untuk menetes. sedangkan pada penggunaan kalium dikromat membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk tetesan destilat pertama yaitu pada suhu 83 C tetapi setelah tetesan pertama jeda waktu untuk tetesan selanjutnya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan oksidator kalium permanganat.

  21. Ditya Fajar Nursahfitri

    Nama Ditya Fajar Nursahfitri (A1C117061).
    Kelebihan yang dimilkiki oleh oksidator Kalium permanganat adalah lebih cepat menghasilkan tetesan pertama. Dimana pada percobaan ini destilat aseton tetesan pertama yang menggunakan oksidator kalium permanganat menetes pada waktu 3 menit pertama (butuh waktu 3 menit), sedangkan pembuatan aseton dengan oksidator kalium kromat menghasilkan destilat tetesan pertama yang menetes pada menit ke 7 (waktu 7 menit 44 detik untuk tetesan pertama).

    Namun kekurangan dari oksidator kalium permanganat adalah rentang atau jarak distilat yang menetes cukup lama untuk setiap tetes (jarak antar tetesan) sehingga tetesan pertama sampai ke 40 membutuhkan waktu ( 3 menit- 6 menit 54 detik), sedangkan pada oksidator kalium kromat rentan atau jarak pertetesnya lebih cepat dibanding kalium permanganat, dimana kalium kromat hanya membutuhkan waktu 7 menit 44 detik- 8 menit 16 detik untuk tetesan pertama sampai ke 40.

  22. Putri Ayu Indah lestari

    Putri Ayu Indah lestari (A1C117005)
    Pada percobaan yang kami lakuakan pada pembuatan aseton memggunakan destilasi dengan oksidator yang berbeda oksidator yaitu kalium permanganat dan kalium dikromat. Dimana pada kalium permanganat hasil aseton yang diperoleh lebih banyak dan cepat dari pada pembuatan aseton menggunakan oksidator kalium dikromat. Karena kalium permanganat bersifat oksidator yang lebih kuat dari pada kalium dikromat. Keunggulan selanjutnya dari kalium permanganat yaitu titik didih yang tidak begitu tinggi dalam proses destilasi, sehingga mempercepat tetesan awal hasil destilat dari pada menggunakan oksidator kalium dikromat. Namun kelemahan dari kalium permanganat dari percobaan yang telah kami lakukan yaitu jika menggunakan oksidator kalium permanganat kita harus berhati-hati dan sangat teliti dan oksidator KmnO4 bersifat kurang stabil. Karena bersifat oksidator kuat sehingga lebih reaktif terhadap suatu senyawa dari pada kalium permanganat. Kemudian keunggulan dari kalium dikromat yaitu hasil yang diperoleh menggunakan K2CrO7 lebih murni karena titik lebur yang cukup stabil. Sehingga tetesan nya pertiap detik lebih cepat atau setelah tetesan pertama. Namun Kalium dikromat tetesan pertamanya cukup lama dibanding kalium permanganat

  23. Nama : srilestari(A1C117041)
    2. Pada percobaan sintesis aseton pada denga oksidator kalium permanganat pada saat destilasi tetesannya lebih cepat daripada kalium dikromat
    Jadi keugulan dari klium permanganat yaitu digunakan sebagai oksidator kuat sehingga mengoksidasi zat dibandingkan dengan kalium dikromat namu pada sedangkat kalium dikromat mempunyi titik didih, lebih stabil sampai akhir titik lebur burnya serta dapat direduksi dengan cepat pada trmperatur biasa lebih jauh larut dalam air serta dipeorleh secara murni dibandingkan dengankalium permanganat serta pada saat proses destilasi kalium permanganat lebih cepat mengelegak serta lebih berbaya

  24. Monica Chitra Septiani

    MONICA CHITRA SEPTIANI (A1C117077)
    Keunggulan dari oksidator Kalium permanganate adalah sampel yang diuji sangat cepat bereaksi dibandingkan dengan oksidator asam kromat. Hal ini dikarenakan oksidator kalium kromat merupakan oksidator kuat dibandingkan dengan oksidator asam kromat dan kekurangan oksidator asam kromat sampel yang diuji tidak cepat proses reaksinya

  25. RATNA KARTIKA SARI

    Ratna Kartika Sari (A1C117011)
    1. jika dengan menggunakan kalium permanganat, hasil pencampuran propanol dengan kalium mpermanganat akan lebih panas dibandingkan dengan yang dicampur denagn asam kromat. sehingga jika di destilasi, aseton yang lebih cepat menetes yaitu dengan menggunakan oksidator kalium permanganat. arna suhu awal dari campuran ini lebih tinggi dibandingkan dengan oksidator kaklium dikromat (asam dikromat)
    2. jika dilihat dari terlihat aseton terbentuk atau tidak, kalium dikromat lebih baik. karena seperti yang kita tahu dalam reaksi alkohol, jika terjadi oksidasi membentuk keton maka dapat dilihat dari perubahan warnanya yang berubah menjdai hijau. nah pada penggunaan kalium dikromat terlihat jelas perubahan warna propanol menjadi warna hijau sehingga kita bisa mengidentifikasi bahwa propanol sudah berubah menjadi aseton.
    3. jika dilihat dari seberapa cepat aseton yang menetes dari proses destilasi, maka penggunaan kalium dikromatlah yang menghasilkan tetesan aseton yang cepat jika dibandingkan dengan kalium permanganat. hal ini diduga akibat suhu awal penggunaan kalium permanganat yang tinggi dan menyebabkan aseton yang telah terbentuk sudah banyak menguap setelah di destilasi.

  26. Saya mirnawati (A1C117013), untuk keunggulan kalium permanganat tersebut termasuk kedalam oksidator kuat, sehingga lebih cepat menimbulkan reaksi. Hal ini dapat dilihat pada percobaan yang telah kami lakukan yaitu pada saat proses destilasi aquades 85 ml + 2-propanol 20 ml + H2SO4 pekat 12 ml + 16 gram kristal KMnO4, hasil destilat yang didapatkan lebih cepat yaitu pada waktu 3 menit sejak proses destilasi dimulai dengan sushu 78 derajat celcius. Namun, kelemahan dari kalium permanganat ini adalah rentang tetesan yang diperoleh jauh atau panjang. Sedangkan pada kalium dikromat termasuk kedalam oksidator lemah sehingga pada percobaan yang telah kami lakukan diperoleh hasil destilat pada waktu 7 menit 44 detik dengan sushu 83 derajat celcius. Kemudian kalium dikromat juga harus dilakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam labu dasar bulat, karena kalium dikromat termasuk kedalam oksidator lemah, hal ini termasuk kedalam kelemahan yang dimiliki oleh kalium dikromat. Keunggulan yang dimiliki oleh katalis kalium dikromat adalah mampu meneteskan hasil destilasi dengan cepat atau tidak membutunhkan rentang yang jauh.

  27. yulinarti choinirul nisyah

    Nama : Yulinarti Choinirul Nisyah
    NIM : A1C117025
    a. Keunggulan pembuatan aseton dengan menggunakan oksidator kalium permanganate yaitu produr pada pembuatan aseton dengan menggunakan oksidator kalium permangat lebih sederhana, lebih cepat terjadinya reaksinya sehinggan lebih cepat diperolehnya aston yang mana dikarenakan kalium permangatan adalah oksidator yang kuat
    Sedangka untuk kekurangan dari pembuatan aston dengan oksidator kalium permanganate yaitu jarak tetesan demi tetes lebih lama, dan ketika menggunakan oksidator kaliumat permanganate lebih besar tingakat berbahayanya karena ia oksiadatur yang kuat maka tingakat berbahayanya lebih tinggi sehingga dibutuhkn tingak ketelitian yang tinggi dan keterampian yang memadai juga.
    b. Keunggulan dari pembuatan aseton dengan menggunakan oksidator kalium bikarbonat yaitu rentanag jarak tetetan demi tetes lebih cepat.
    Sedangkan untuk kekurangan dari pembuatan aseton dengan menggunakan kalium bikarbonat lebih lama terjadinya pembutukan aseton dan prosedur yang dilakukan begitu panjang.

  28. Hefty Juwita (A1C117053)

    2) Keunggulan : Kalium permanganat merupakan oksidator kuat, Destilat pertama menetes pada suhu 78 derajat Celcius
    Kekurangan : Waktu tetes dari destilat yang pertama sampai ketetesan destilat yang terakhir (ke-40) membutuhkan interval waktu yang lama/jauh

    Keunggulan : Waktu tetes dari destilat yang pertama sampai ketetesan destilat terakhir (ke-40) membutuhkan interval waktu yang singkat/cepat
    Kekurangan : Kalium Dikromat merupakan oksidator lemah, Destilat pertama menetes pada suhu 83 derajat Celcius

  29. Nama : Friska Utami
    NIM : A1C117021

    Keunggulan dan kekurangan kalium permanganat dengan asam kromat adalah tingkat oksidasi kalium permanganat lebih kuat daripada asam kromat. selain itu, pada kalium permanganat lebih cepat meneteskan destilat namun jarak tetesnya lama sedangkan asam kromat lebih lama meneteskan destilat namun jarak tetesnya cepat.

  30. Agnes Monika Situmorang

    Nama : Agnes Monika Situmorang
    NIM : A1C117059
    2. Keunggulan dan kekurangan kedua oksidator kalium dikromat dan kalium permanganat pada saat perobaan yaitu: kalium permanganan memiliki keunggulan yaitu dia tidak oksidator yang kuat sehingga saat dilakukan destilasi tidak memerlukan suhu yang tidak terlalu tinggi, dan tetesan pertama muncul dengan cepat yaitu pada menit ke 3. Sedangkan kekurangannya oksidator kalium permanganat yaitu proses destilasinya memerlukan waktu yang lama, yang ditandai dengan teteesan ke 20 yang muncul pada menit ke 6 yang berarti proses sokletasi memakan waktu sampai 3 menit. Untuk oksidator kalium dikromat, keunggulannya yaitu tidak memakan waktu yang lama, karena rentang dari tetes pertama yaitu menit ke 7 sampai ke tetes terakhir (tetes ke 20) yaitu menit ke 8 adalah 1 menit. Sedangkan untuk kekurangan oksidator kalium dikromat yaitu proses destilasinya memerlukan suhu yang tinggi dan destilat pertama muncul sangat lama yaitu pada menit ke 7 yang berarti oksidator kalium dikromat merupakan oksidator lemah

  31. AGUSTRI MANDA SARI

    Agustri Manda sari (A1C117035)
    oksidator kalium permanganat pada saat percobaan ialah ketika tetesan aseton muncul itu lebih cepat dibandingkan dengan asam kromat. sedangkan pada asam kromat tetesan aseton muncul 3 menit lebih lama dibandingkan dengan kalium permanganat. Kemudian untuk jeda setiap tetesan nya asam kromat lebih cepat dibanding kalium permanganat, sedangankan kalium permanganat memiliki jeda setiap tetesan 2 detik lebih lama dibandingkan dengan asam kromat. hal ini disebabkan karena kalium permanganat merupakan oksidator yang lebih kuat dibandingkan dengan asam kromat.

  32. NOVELA MELINDA

    Novela Melinda (A1C117007).
    oksidator kalium permanganat merupakan oksidator yang lebih kuat dari pada kalium dikromat. hal ini dikarenakan harga potensial dari kalium permanganat lebih tinggi dibandingkan dengan kalium dikromat yaitu kalium permanganat 1,51v dan kalium dikromat 1,33v. kemudian pada proses destilasinya, kalium permanganat lebih cepat menghasilkan filrat dibandingkan dengan kalium dikromat. pada kalium permanganat filtratnya dihasilkan pada waktu ke 3menit, kemudian kalium dikromat menghasilkan tetesan filtrat pertama pada waktu ke 7menit 44 detik. namun, pada kalium permanganat tiap tetesannya membutuhkan waktu yang lama per jeda tiap tetesnya.. sehingga tetesan terakhir yaitu tetesan ke 40 di dapatkan, waktu yang dibutuhkan yaitu 6menit 54detik. dan terlihat bahwa rentang tetesannya lebih lama. kemudian jika dibandingkan dengan kalium dikromat, tetesan filtrat pertamanya yaitu pada menit 7 dan jeda tiap tetesnya dibutuhkan waktu yang lebih pendek. sehingga saat tetesan ke 40 didapatkan pada waktu 8menit 16 detik. dan terbukti bahwa rentangnya hanya kurang lebih 2 menit.

  33. Silvy Wahyu Fradini

    Saya Silvy Wahyu Fradini (A1C117023)
    Keunggulan oksidator kalium permanganat yaitu yang pertama kalium permanganat ini besifat oksidator kuat sehingga ia akan cepat mengoksidasi propanol dalam percobaan tanpa memerlukan pemnasan sehingga prosesnya cepat dan juga saat didestilasi tetesan pertama terbentuknya juga lebih cepat yaitu pada waktu setelah 3menit didestilasi. kekurangan oksidator kalium permanganat ini yaitu meskipun kalium permanganat lebih cepat menghasilkan aseton pada tetesan pertamanya akan tetapi rentang untuk menghasilkan tetesan aseton yang terbentuk berikutnya itu lama yang mana waktu untuk menghasilkan 40 tetes aseton itu memamakan waktu 3menit 65 detik

    keunggulan dari kalium dikromat pada pembuatan aseton yaitu ketika propanol telah dioksidasi dengan oksidator ini maka saat didestilasi rentang waktu yang diperlukan untuk menghasilkan aseton dari tetesan pertama sampai tetesan ke 40 itu waktunya sangat cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 1 menit 16detik untuk menunggu terbentuknya aseton dari hasil destilasi. kekurangan dari oksidator kalium dikromat yaitu prosesnya lama karena harus melakukan pemanasan sebelum campuran didestilasi dan juga waktu yang diperlukan untuk menunggu tetesan pertama dari proses destilasi itu sangat lama karena kalium dikromat ini merupakan oksidator yang lemah sehingga ia akan lama mengoksidasi propanol

  34. suci desmarani

    2.
    – pada kalium permanganat kelebihannya merupakan suatu oksidator kuat dan dia mudah melepaskan oksigen diudara berdasarkan percobaan kami
    didalam gelas kimia kami campurkan 85 ml aquades + 26 ml 2-propanol + lagi dengan 12 ml H2SO4 pekat, dimana semua zat melarut dengan sempurna, warna larutan bening, dan suhu nya 50 °C tanpa kami lakukan pemanasan, kemudian kami tambahkan kristal kmno4 kemudian kami lakukan proses distilasi, nah pada saat proses distilasi beberapa saat kemudian larutan tadi menguap dan lama kelamaan semakin cepat tetesan air yang dihasilkan oleh larutan tersebut, nah ini sesuai dengan sifat ion permanganat yang memiliki kelbihan sangat mudah dalam melepaskan oksigen, nah ini dibuktikan dengan mudahnya larutan menguap beberapa saat proses distilasi.tetapi karena dia mudah melepaskan oksigen kita perlu hati-hati karena dia mudah menguap,jika tidak ditutup dia akan habis, dan jika diletakan pada bahan kimia bisa menyebabkan meledak.
    – asam kromat itu memiliki kelebihan yaitu sebagai katalis, ketika campuran tadi ditambah larutan K2CrO7 dimana larutan tadi kami lakukan proses ditilasi, nah disini ion kromat itu bentindak sebagai katalis sehingga proses pengembunan pada larutan itu terjadi lebih cepat dan kelemahan nya itu dia bersifat lebih korosif, jadi dia mudah menyebabkan berkarat, serta kita juga harus lebih hati-hati saat menggunakan larutan ini, dapat menyebabkan luka bakar(melepuh) pada tubuh kita.

  35. 2. saya Yuli Asriani (A1C117039) pada sintesis aseton kami menggunakan 2 macam oksidator yaitu kalium permanganat dan kaliaum dikromat. berdasarkan percobaan bahwa pada oksidator kalium permanganat keunggulannya adalah oksidator ini merupakan oksidator kuat sehingga fakta yang ditemukan adalah bahwa ketika proses terbentuknya aseton lebih cepat. kekurangan dari oksidator ini ialah bahwa ketika proses destilasi tetesan awal didapatnya aseton memang cepat akan tetapi rentang waktu antara tetesan pertama dan kedua lama sehingga rentang penetesannya lambat. sedangkan pada oksidator dikromat keunggulannya adalah bahwa ketika proses destilasi rentang antara penetesan pertama dan kedua dan seterusnya lebih cepat, sedangkan untuk kekurangannya adalah oksidator kalium dikromat merupakan oksidator lemah sehingga proses pembentukan aseton lebih lama, karena oksidator ini lemah maka sebelum didestilasi harus dilakukan terlebih dahulu pemanasan hinngga larutan mendidih. selain itu, ketika proses destilasi waktu penentesan awal terbentuknya aseton lebih lama

  36. Seprida Anjelina Tarigan

    Seprida Anjelina Tarigan (051)
    2. A. Pada percobaan kromatografi sampel yang kami gunakan sebanyak 10 macam dimana setiap sampel tersebut menunjukkan perbedaan nilai Rf nya masing-masing. Menurut percobaan yang telat kami lakukan urutan kepolaran kesepuluh sampel tersebut adalah : tomat,wortel, bunga sepatu, pepaya, semangka, bauh naga, nanas, bunga kertas, bayam, kentang. Semakin polar sampelnya maka nilai Rf nya semakin tinggi atau jarak yang ditempuh nodanya jauh.
    B. Paling mudah diamati sampel pada saat pemisahan adalah sampel tomat karena pelarut yang digunakan cukup sedikit dan sampel cepat turun melewati fase diamnya dan warna sampel jelas sehingga pergantian botol kaca dapat tepat dilakukan dan sampel kedua ialah sampel wortel dimana pada saat penambahan pelarut kedalam kolom sampel langsung turun melewati fase diamnya dan warna sampel juga jelas sehingga botol kaca yang diisi dapat tepat saat pergantian. Jadi semakin cepat sampel turun maka dapat dikatakan bahwa sampel tersebut mudah untuk dipisahkan.

  37. Nama Ika Ermayanti Nim A1C117031
    Kelebihan dan keunggulan dari oksidator tersebut adalah ;
    keunggulan dari kalium dikromat pada pembuatan aseton yaitu ketika didestilasi menghasilkan destilat ang lebih banyak dengan waktunya sangat cepat untuk menghasilkan aseton dari hasil destilasi. kekurangan dari oksidator kalium dikromat yaitu proses awalnya berjalan lama karena harus melakukan pemanasan sebelum campuran didestilasi dan juga waktu yang diperlukan untuk menunggu tetesan pertama dari proses destilasi turun cukup lama hal ini di mungkinkan karena kalium dikromat merupakan oksidator yang lebih lemah dibandingkan kalium permanganate.
    Keunggulan oksidator kalium permanganat yaitu yang pertama kalium permanganat ini besifat oksidator kuat sehingga akan mempercepat oksidasi propanol. Dimana pada percobaan dilakukan tanpa memerlukan pemnasan sehingga prosesnya cepat dan juga saat didestilasi tetesan pertama terbentuknya juga lebih cepat .kekurangan oksidator kalium permanganat ini yaitu dsihasilkan aseton dari destilasi dengan waktu yang agak lebih lama di bandingkan dengan oksidator kalium dikromat.

Tinggalkan Balasan ke Sri lestari Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme