Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

Soal Ujian Akhir Smester ( UAS)

Matakuliah                : Praktikum Kimia Organik I

Dosen Pengampu  : Dr. Syamsurizal, M.Si

Beban SKS              : 2 SKS

Waktu                        : Kamis, 9 Mei 2019 dari pukul: 14.00 sd 16.00 W

 

PETUNJUK:

Ujian ini dilakukan secara online, anda tidak diperkenankan menjiplak jawaban anda dari manapun sumbernya. Bila TERBUKTI MENJIPLAK, ANDA DIPASTIKAN GAGAL PADA MATAKULIAH INI

3. Pada percobaan teknik pemisahan dengan khromatografi ,dari sepuluh sampel yang telah anda uji coba.

  • Buatlah urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai dengan terendah. Jelaskan argumentasi anda.
  • Jelaskan diantara sepululuh sampel yang telah anda uji coba yang paling mudah anda amati proses pemisahannya, jelaskan argumentasi an
Updated: Mei 9, 2019 — 07:02

37 Comments

Add a Comment
  1. Silvy Wahyu Fradini

    Saya Silvy Wahyu Fradini (A1C117023)
    Menurut saya urutan kepolaran dari sepuluh sampel dari tertinggi yaitu mulai dari kentang, bayam, bunga kertas, semangka, nanas dan pepaya, buah naga dan wortel, bunga sepatu, tomat.menurut saya mengapa urutan tingkat kepolaran sampel tertinggi dimulai dari kentang karena saat kromatografi tlc ketika sampel kentang ditotolkan pada plat tlc dan dimasukkan kedalam chumber yang berisi eluen sampel kentang tersebut tidak mengalami pergerakan sebagai mana prinsip dari tlc jika sampel bersifat polar maka sampel akan sulit mengalami pergerakan dikarenakan fasa diam yang berupa plat tlc ini juga bersifat polar sehingga ia akan kuat menarik sampel sehingga sampel tidak dapat bergerak. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin bersifat polar suatu sampel maka semakin kecil jarak yang ditempuh sampel berarti semakin besar kepolaran sampel tersebut. sehingga urutan diatas yang telah saya sebutkan tersebut sesuai dengan jarak yang ditempuh oleh noda saat di tlc.

    dari sepuluh sampel yang paling mudah diamati itu adalah sampel bayam hal ini dikarenakan ketika sampel bayam dimasukkan dalam kolom dan dimasukkan eluen berupa n-heksan dan etil asetat makasampel bayam langsung turun tanpa memakan waktu yang lama dan setelah eluen turun dan masuk kedalam botol dan dibiarkan menguap beberapa hari ketika diuji lagi dengan tlc hasilnya itu bayam mengalami pergerakan pada botol 123 menghasilkan warna cream. hal ini dikarenakan adanya kesesuaian antara sifat sampel bayam dengan sifat eluen yang digunakan sehingga proses pemisahannya bisa cepat dan mudah dilakukan.

  2. Seprida Anjelina Tarigan

    Seprida Anjelina Tarigan (051)
    A. Pada percobaan kromatografi sampel yang kami gunakan sebanyak 10 macam dimana setiap sampel tersebut menunjukkan perbedaan nilai Rf nya masing-masing. Menurut percobaan yang telat kami lakukan urutan kepolaran kesepuluh sampel tersebut adalah : tomat,wortel, bunga sepatu, pepaya, semangka, bauh naga, nanas, bunga kertas, bayam, kentang. Semakin polar sampelnya maka nilai Rf nya semakin tinggi atau jarak yang ditempuh nodanya jauh.
    B. Paling mudah diamati sampel pada saat pemisahan adalah sampel tomat karena pelarut yang digunakan cukup sedikit dan sampel cepat turun melewati fase diamnya dan warna sampel jelas sehingga pergantian botol kaca dapat tepat dilakukan dan sampel kedua ialah sampel wortel dimana pada saat penambahan pelarut kedalam kolom sampel langsung turun melewati fase diamnya dan warna sampel juga jelas sehingga botol kaca yang diisi dapat tepat saat pergantian. Jadi semakin cepat sampel turun maka dapat dikatakan bahwa sampel tersebut mudah untuk dipisahkan.

  3. Yuyun Ernawati

    Nama :Yuyun Ernawati
    Nim : A1C117063

    a. bunga sepatu, tomat, kentang, pepaya, wortel, semangka, buah naga, nanas, bunga kertas, bayam. menurut saya, tingkat kepolaran dari sampel tersebut dapat dilihat sewaktu kita memberikan berapa banyak pelarut pada sampel tersebut, jika pelarut yang kita gunakan banyak maka tingkat kepolarannya tinggi, sedangkan sedikit pelarut yang kita gunakan maka tingkat kepolarannya rendah.

    b. menurut saya yang paling mudah untuk diamati yaitu pada sampel bayam, karena bayam sering kita gunakan pada proses pemisahan yang lain, selain mempunyai warna yang mencolok, bayam juga lebih mudah untuk diamati pada uji coba yang lain.

  4. Hefty Juwita (A1C117053)

    3) a. Urutan tingkat kepolaran sampel dari yang tertinggi sampai yang terendah yaitu : tomat > wortel > bunga kembang sepatu > pepaya > semangka > buah naga > nanas > bunga kertas > bayam > kentang. Hal ini saya dasarkan pada nilai Rf yang kami peroleh, dimana tomat memiliki nilai Rf yang paling tinggi sedangkan kentang dengan nilai Rf yang paling rendah. Hal ini ditentukan oleh kecocokan antara sampel dengan eluen yang digunakan.

    b. Sampel tomat. Karena pada saat dilakukan kromatografi, pelarut yang digunakan cocok dengan sampel sehingga proses pemisahan pun dapat terjadi. Pelarut yang digunakan adalah n-heksana dan etil asetat dengan perbandingan 3:1 sehingga sampel turun semua pada kromatografi kolom yang ditandai dengan warna kemerahan pada larutan yang kami tampung pada tiga botol. Tidak hanya itu saja, ketika hasil yang kami tampung ini kami TLC dengan eluen yang sama yaitu n-heksana dan etil asetat, totolan pada plat mengalami pergerakan ketika disinari sinar UV dan ketiga totolan memberikan warna abu-abu.

  5. Febry Aryanti Huta Uruk

    Nama : Febry Aryanti Hutauruk
    Nim : A1C117073

    Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai terendah menurut saya adalah :
    Tomat > bunga sepatu > wortel > buah naga > pepaya > nanas > semangka > bunga kertas > bayam > kentang.

    Karena berdasarkan jarak yang ditempuh oleh sampel yang telah ditotolin pada plat TLC, sampel tomat bergerak lebih jauh daripada sampel-sampel lainnya dimana jarak yang ditempuh oleh tomat adalah 4,1 cm. Bunga sepatu 4 cm ; wortel 3,9 cm ; buah naga 3,9 ; pepaya 3,8 ; nanas 3,8 ; semangka 3,7 ; bunga kertas 2,5 ; bayam 0,3 dan kentang 0 alias tidak bergerak.

    Dari ksepuluh sampel yang telah diuji coba yang paling mudah diamati proses pemisahannya adalah sampel bayam karena paling terlihat saat pelarut ditetesi sedikit demi sedikit pada kolom, warna sampel turun pada silika gel sampai pada akhirnya ditampung dibotol yang telah disediakan. dimana pada sampel bayam ini diperoleh 5 botol dengan botol pertama masih berwarna bening, botol kedua berwarna hijau, kmudian diganti ke botol ketiga berwarna hijau pudar, botol keempat juga berwarna hijau pudar dan botol kelima atau terakhir kembali berwarna bening. lalu hasil yang didapat tersebut didiamkan selama 1 minggu kemudian kami tetesi dengan 1 tetes metanol untuk di TLC. pada saat kami TLC dengan crude nya jadi ada 6 jumlah totolan juga ternyata saat dicek menggunakan sinar UV tidak ada yang terlihat bergerak, hanya terlihat bekas totolan di botol I, II, dan III berwarna cream.

  6. Hanna Salwa Putri

    Hanna Salwa Putri A1C117045
    a. Saya pernah membaca kalau tidak salah yang menyatakan hubungan antara nilai Rf dan tingkat kepolaran adalah berbanding terbalik. Jika nilai Rf besar maka tingkat kepolaran dari senyawa adalah kecil. Maka jika kita lihat dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka urutan kepolaran dari tertinggi sampai terendah adalah:
    Kentang (Rf=0), Bayam(Rf=0,06), Bunga kertas (0,52), Nanas(0,79), Buah naga(0,81), semangka(0,82), Pepaya(0,84), Kembang sepatu (0,85), Wortel(0,86) dan Tomat(0,87).

    b. Wortel dan Pepaya, karna pada saat dilakukan proses Kromatografi Lapis Tipis, kedua sampel ini terlihat naik keatas dan menunjukkan warna yang jelas yaitu warna cream.

  7. Putri Milenia Hutabarat

    Nama : Putri Milenia Hutabarat
    NIM : A1C117057
    a. tingkat kepolaran sampel dari yang tertinggi ke yang rendah adalah
    tomat,bunga kembang sepatu, Buah naga, wortel, pepaya, nanas, semangka, bunga kertas, bayam, kentang, hal ini dapat dilihat dari jarak yang ditempuh sampel saat dilakukannya kromatografi lapis tipis
    b. yang paling mudah diamati proses pemisahannya adalah bayam pada saat proses kromatografi kolom, ini dikarenakan sampel yang dimasukkan kedalam kolom tidak telalu banyak,sehingga dapat melewati silika gel dengan baik dan dapat diamati dengan baik prosesnya

  8. brezza fitri noventi

    a.kepolara sampel dilihat dari seberapa jauh sampel bergerak pada plat semakin jauh bergerak maka semakin tidak polar sampel tersebut , karena apabila mengguanakan metanol dan klorofom tingkat kepolaranya tinggi urutan dari tertinggi 1.nanas , 2.kentang ,3.bayam 4.bunga kertas 5.semangka 6.pepaya 7.buah naga 8.wortel 9.bunga sepatu 10.tomat

    b.yang paling mudah untuk diamati pemisahanya adalah tomat bunga sepatu karena memiliki tingkat kepolaran yang rendah karna semakin polar maka sult untu sampel tersebut dapat menembus eluenya

  9. Elda Septiana (A1C117027)
    3. a. Kentang-Bayam-Bunga Kertas-Nanas-Buah Naga-Semangka-Pepaya-Bunga Sepatu-Wortel-Tomat dari hasil yang telah didapatkan kentang memiliki nilai Rf yang lebih rendah sedangakn tomat memiliki Rf yang
    paling tinggi. karena pada dasarnya senyawa yang memiliki Rf yang tinggi maka tingkat kepolarannya semakin rendah, begitupun sebaliknya jika Rf nya rendah makan senyawa tersebut memiliki kepolaran yang tinggi. karena Rf yang bagus yaitu berkisar antara 0,2-0,8. jika Rf nya terlalu tinggi maka harus dikurangi tingkat kepolaran daripada eluennya.

    b. untuk kromatografi lapis tipis menurut saya yang mudah di amati yaitu pada sampel buah naga, dimana pada hasil akhir, buah naga memberikan warna yang jelas pada plat TLC dan paling cepat bergerak keatas dari pada sampel-sampel yang lain. meskipun selain buah naga yang masih mudah untuk diamati yaitu bayam.
    dan untuk kromatografi kolom yang mudah diamati yaitu bayam karena terlihat jelas kapan bayam itu turun dari dalam kolom untuk menuju ke botol sampel, serta memberikan warna pemisahan yang baik di dalam botol sampel yaitu tampak warna hijau. dibandingkan yang lain yang hanya berwarna cream hingga tak berwarna.

  10. Sanaq Elfira P.

    Nama : Sanaq Elfira Putri
    NIM : A1C117071
    3.
    * urutan sampel berdasarkan tingkat kepolarannya yaitu kentang, bayam, bunga kertas, nanas, buah naga, semangka, pepaya, ekstrak bunga sepatu, wortel, tomat. mengurutkan tingkat kepolaran sampel yaitu berdasarkan nilai rf yang kita dapatkan. Semakin besar nilai rf yang didapatkan maka akan semakin kurang pula kepolaran dari senyawa tersebut begitu juga sebaliknya.
    * menurut saya yang paling mudah yaitu bayam. Karena bayam memiliki warna yang pekat ketika itu dan juga ketika dilakukan kromatografi menggunakan kolom botol bayam lah yang memiliki warna yang sesuai dan mudah diamati

  11. yulinarti choinirul nisyah

    Nama : Yulinarti Choinirul Nisyah
    NIM : A1C117025
    a. Urutan tingkat kepolaran dari yang rendah kepolarannya ke tinggi tinggi kepolarannya yaitu tomat, bunga sepatu, buah naga, wortel, nanas , papaya,semangaka, bunga kertas, bayam dan ketang. Dimana pelaurt yang digunakan adalah pelarut polar maka sampel yang memiliki nilai Rf yang lerbig tinggi memliki tingkat kepolaran yang rendah yang mana apabila senyawa polar bercampur dengan senyawa nonpolar maka akan dapat dipisahkan dengan ditujukan pada nilai Rf yang terbentuk.
    b. Dari 10 sampel yang kami amati sampel yang paling mudah diamti adalah tomat dimana dari hasil yang kami dapatkan dalam proses kromatografi kolom perbeda yang begitu Nampak yaitu terdapat dalam tomat dena diproses kromatogfrafi lapis tipis yang mengalai pergerakan.

  12. Erwin Pasaribu

    Nama: Erwin pasaribu
    NIM: A1C117003
    jawab:
    A. Urutan tingkat kepolaran yang lebih tinggi samapi yang terendah diketahui dari nilai Rf yang diperoleh, dimana nilai Rf yang lebih besar tingkat kepolarannya rendah. Berikut urutan kepolaran dari yang paling tinggi ke yang rendah:
    1. Kentang, Rf=0
    2. bayam, Rf=0,025
    3. Bunga Kertas, Rf=0,520
    4. Nanas, Rf=0,7916
    5. Buah naga, Rf=0,8125
    6. Semangka, Rf=0,8222
    7. Pepaya, Rf=0,8444
    8. Bunga sepatu, Rf=0,8150
    9. Wortel, Rf=0,8666
    10. Tomat, Rf=0,8723
    B. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, proses pemisahan yang mudah diamati ialah sampel bayam. hal ini dikarenakan Pada kromatografi lapis tipis, terjadi pergerakan noda sampel walaupun hanya 0,3 cm. Pada kromatografi kolom terjadi penurunan zat dalam campuran yang ditandai dengan adanya warna yang berbeda beda pada zat yang ditampung dalam tabung vial. Walaupun idealnya zat yang turun dan terpisah akan membentuk pita-pita, Namun dengan adanya perbedaan warna ini telah meenjelaskan bahwa adanya zat yang terpisah.

  13. Niken Ayu Hestiantari

    Niken Ayu Hestiantari (A1C117033)
    1. Tingkat kepolaran dari setiap sampel dapat kita urutkan sebagai berikut :
    Kentang > Nanas > Bunga Kertas >Bayam > Semangka > Pepaya > Buah Naga > wortel >Kembang sepatu > Tomat
    Semakin ke kanan setiap sampel mempunyai sifat yang semakin polar.
    Menurut pendapat saya setiap sampel yang menggunakan pelarut metanol : kloroform itu mempunyai sifat kepolaran yang peling besar yang mana sampel yang menggunakan pelarut tersebut adalah kentang dan nanas. Kemudian Sampel yang menggunakan pelarut kloroform mempunyai sifat yang semi polar yaitu bunga kertas dan terakhir yang menggunakan pelarut n-heksan : etil asetat merupakan sampel yang mempunyai sifat yang non polar, pada proses TLC dapat dilihat dengan jarak jauuhnya noda bergerak. Semakin jauh noda bergerak maka semakin bersifat tidak polar suatu sampel.

    2.Pemisahan yang paling mudah diamati menurut saya adalah wortel dan bayam yang mana pada proses kromatografi kolom saat larutan yang keluar ditampung dalam botol kecil kedua sampel itu memberikan warna yang berbeda pada setiap botol.

  14. TRIA PRADINA LOKE

    NAMA : TRIA PRADINA LOKE
    NIM : A1C117075

    Percobaan teknik pemisahan dengan kromatografi :

    A. Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi ke yang terendah dari sepuluh sampel ini ialah :
    1.Tomat, 2. Wortel, 3. Ekstrak bunga sepatu, 4. pepaya, 5. Semangka, 6. Buah naga, 7. Nanas, 8. Bunga kertas, 9. Bayam dan yang terakhir 10. Kentang. nah urutan tingkat kepolaran ini dapat dilihat atau dapat diketahua melalui nilai Rf yang ada. untuk mencari nilai Rf ialah membagi antara Jarak yang ditempuh senyawa(noda) dengan Jarak pelarut (eluen)

    B. Diantara sepuluh sampel yang telah diuji dalam percobaan kromatografi ini yang paling mudah untuk diamati proses pemisahannya ialah sampel Tomat, Karena tomat cepat melakukan pemisahannya, dan warna tomat sendiri terang. sehingga dapat dilihat.

  15. Febby Marcelina Murni

    Febby Marcelina Murni (A1C117037)
    a. Tingkat kepolaran yang tertinggi sampai yang terendah pada 10 sampel yang telah dilakukan, yaitu:
    1. Ekstrak Kentang
    2. Ekstrak Bayam
    3. Ekstrak Bunga kertas
    4. Ekstrak Nanas
    5. Ekstrak Buah naga
    6. Ekstrak Semangka
    7. Ekstrak papaya
    8. Ekstrak bunga sepatu
    9. Ekstrak wortel
    10. Ekstak tomat
    Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan sampel bersifat nonpolar akan memiliki jarak tempuh yang besar sedangkan pada sampel yang bersifat polar akan memiliki jarak tempuh yang kecil. Hal ini dikarenakan pada fase diam dan sampel memiliki sifat yang sama yaitu polar sehingga sampel yang polar akan tertahan oleh silika gel.
    b. Pada percobaan yang telah dilakukan sampel yang mudah diamati yaitu ekstrak bayam. Hal ini dikarenakan saat kromatografi kolom, sampel bayam mudah teramati ketika sampel turun melewati kolom, yaitu berwarna hijau. Sedangkan pada sampel lain tidak semuanya larutan yang turun berwarna.

  16. RATNA KARTIKA SARI

    Ratna Kartika Sari (A1C117011)
    a. Kepolaran dapat dilihat dari jarak tempuh noda, yakni semakinn jauh jarak tempuh maka sampel tersebut semakin nonpolar. Sehingga semakin kecil nilai Rf maka semakin non polar senyawa tersebut. Maka jika diurutakan dari senyawa yang paling polar dilihat dari hasil data yang kami peroleh dimulai dari kentang, bayam, bunga kertas, buah naga, semangka, pepaya, bunga sepatu, wortel, kemudian tomat.

    b. yang paling muhdah untuk diamati pemisahannya dalam kromatografi kolom yakni sampel bayam. karena dalam pemisahan ini, fraksi-fraksi bayam terlihat dengan jelas dilihat dari perbedaan warna larutan yang terbentuk. eluet pertamam berwarna bening, kemudian menjadi hijau, hiaju pudar, dan bening kembali.namun, pada hasil TLC eluet dari sampel bayam ini nodanya tidak bergerak diduga penggunaan pelarut yang tidak sesuai, sehingga senyawa polar yang terdapat di bayam ini semakin tidak dapat naik.

  17. Ditya Fajar Nursahfitri

    Nama Ditya Fajar Nursahfitri (A1C117061).
    • Urutan tingkat kepolaran dari yang tertinggi sampai terendah yaitu, kentang, bayam, bunga kertas, nanas, buah naga, semangka, pepaya, bunga sepatu, wortel, tomat. Alasannya atau argumentasinya yaitu semakin mendekati nol nilai Rfnya maka dia semakin polar sifatnya. Dimana nilai Rfnya didapatkan dari Jarak yang ditempuh senyawa dibagi jarak garis depan pelarutnya. Jika semakin kecil atau mendekati nol nilainya, maka bersifat semakin polar.
    • Yang paling mudah diamati proses pemisahannya dengan kromatografi adalah sampel (ekstrak) bayam. Hal tersebut dikarenakan silika gel yang terbentuk pada ekstrak bayam yang di kolomkan sudah memadat dengan baik dan tidak kering sehingga tidak pecah dan mengganggu proses kromatografi. Dan lagi eluen atau pelarut yang digunakan sesuai sifatnya dengan ekstrak sehingga hasil yang didapatkan adalah sampelnya turun dan menetes pada botol penampung hasil kolom dan lagi warna yang dihasilkan pada tiap botolnya beragam, ada yang hijau dan bening sehingga memudahkan dalam proses TLCnya.

  18. NOVELA MELINDA

    Novela Melinda (A1C117007)
    A.ekstrak kentang, ekstrak bayam, ekstrak bunga kertas, ekstrak nanas, ekstrak buah naga, ekstrak semangka, ekstrak papaya, ektsrak bunga sepatu, ekstrak wortel, dan ekstrak tomat. Tingkat kepolaran dari sampel dapat dilihat dari nilai Rf atau jarak tempuh noda dibagi jarak tempuh pelarut. Semakin polar sampel maka semakin rendah nilai Rf nya. Karena silica gel bersifat polar, maka dia akan lebih cepat bereaksi dengan senyawa non polar. Jadi jika sampel yang bersifat non polar maka akan memiliki nilai Rf lebih panjang dibandingkan dengan sampel yang berssifat non polar. Karena sampel non polar akan tertahan ketika bercampur dengna silica gel.

    B.Sampel bayam. Karena saat perlakuan kromatografi lapis tipis, jarak tempuh noda ekstrak bayam hanya 0,3cm dan nilai Rf nya 0,06cm. serta saat perlakuan kromatografi kolom, filtrat terpisah dengan cepat serta ekstrak bayam lebih cepat turun sehingga didapatkan warna tiap botolnya berbeda-beda. Hal ini dikarenakan bayam bersifat non polar sehingga cepat bereaksi dengan silica gel.

  19. Saya mirnawati (A1C117013).
    a. Urutan tingkat kepolarannya yaitu dari kentang, bayam, bunga kertas, semangka, nanas, pepaya, buah naga, wortel, bunga sepatu dan tomat. Urutan tingkat kepolaran dapat dilihat drai jarak yang ditempuh oleh noda. Karena silika gel atau plat TLC bersifat polar, maka apabila sampel tersebut mendapatkan jarak noda yang kecil maka dikatakan bahwa sampel tersebut bersifat polar. Dan semakin besar jarak noda maka sampel tersebut semakin kecil tingkat kepolarannya.

    b. Yang paling mudah diamati adalah pemisahan pada sampel bayam. Karena pada saat dilakukan pemisahan dengan kromatografi kolom, sampel murni bayam yang turun nampak dengan jelas. Hal ini apat dilihat pada warna yang turun pada proses kromatografi kolom tersebut, yaitu berwarna hijau. Sedangkan untuk sampel yang lain warna yang diperoleh dari hasil kromatografi kolom kebanyakan adalah warna bening pelarut.

  20. Nama : Friska Utami
    NIM : A1C117021

    1. Kentang > bayam > bunga kertas > nanas > buah naga > semangka > pepaya > bunga sepatu > wortel > tomat. Menurut saya kentang memiliki tingkat kepolaran yang paling tinggi karena memiliki nilai Rf paling rendah. Dan kentang memiliki jarak tempuh paling rendah. Jadi semakin tinggi tingkat kepolaran maka semakin rendah nilai Rf dan jarak tempuhnya.

    2. Yang paling mudah diamati proses pemisahannya yaitu bayam. Karena hasil kromatografinya itu noda bayam terlihat jelas ketika dilakukan TLCdibandingkan dengan sampel lain.

  21. Dinda Anggun Eka Saputri

    Dinda Anggun Eka Saputri (A1C117079)
    3.
    A. tingkat kepolaran tertinggi dari yang terendah : Kentang,bayam,bunga kertas,nanas,buah nga,semangka,pepaya,bunga sepatu,wortel,tomat.
    Perbedaan tingkat kepolaran dapat ditentukan dengan nilai Rf pada sampel, rumus dari rf yaitu jarak yang ditempuh oleh senyawa dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh eluen.jadi,semakin besar nilai Rf yang didapatkan maka sampel semakin bersifat non polar.
    B. Diantara sepuluh sampel yang telah diuji,yang paling mudah diamati proses pemisahannya adalah bayam. hal ini dikarenakan, silika gel yang dimasukkan ke dalam kolom yang berisi heksana padat secara sempurna,kepadatan ini di lakukan dengan bantuan penjentikkan jari atau pensil pada kolom. selain itu,pada percobaan bayam lebih cepat proses pemisahannya dapat terjadi dikarenakan bayam dilarutkan dengan eluen yang cocok.

  22. AGUSTRI MANDA SARI

    A. 1. Kentang
    2. Bayam
    3. Bunga Kertas
    4. Nanas
    5. Buah Naga
    6. Semangka
    7. Papaya
    8. Bunga Sepatu
    9. Wortel
    10. Tomat

    Menurut saya tingkat kepolaran ditentukan dari nilai Rf nya, semakin kecil nilai Rf nya maka nilai kepolarannya semakin tinggi. Sedangkan dilihat dari nilai jarak tempuh nya, semakin besar nilai jarak tempuhnya maka semakin kecil tingkat kepolarannya.

    B. menurut saya dari percobaan yang telah dilakukan, proses pemisahan yang lebih mudah diamati ialah bayam. alasannya ialah karena bayam ketika dilakukan proses pemisahan dengan cara kromatografi lapis tipis hasil totolan warna nya mencapai jarak tempuh 0,3 cm dan ketika dilakukan proses pemisahan secra kromatografi kolom warna yang ditimbulkan bayam lebih baik dan pekat yaiutu mencapai warna hijau kembali.

  23. Agnes Monika Situmorang

    Nama : Agnes Monika Situmorang
    NIM : A1C117059
    3. A Urutan tingkat kepolaran dari yang tertinggi ke yang terendah yaitu: tomat 0,87); wortel(0,86); bunga kembang sepatu(0,85); pepaya 0,84); semangka 0,82); buah naga(0,81); nanas (0,79); bunga kertas(0,52); bayam 0,06); kentang (0). Tingkat kepolaran tersebut saya susun berdasarkan nilai Rf nya dimana semakin besar nilai Rf maka semakin polar suatu senyawa. Oleh karena itu saya menyusun tingkat kepolaran dari yang tertinggi ke yang terendah dengan menyusun sampel dari nilai Rf tertinggi ke nilai Rf terendah.
    B. Dari kesepuluh sampel, yang mudah saya amati yaitu adalah bayam. Hal ini dikarenakan ekstrak bayam yang digunakan memeiliki warna sehingga mudah dilihat pergerakannya, sehingga memudahkan proses pemisahan.

  24. 3. Pada percobaan teknik pemisahan dengan khromatografi
    Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai dengan terendah yaitu :
    Tomat (Rf 0,87) > Wortel (Rf 0,86) > Bunga Sepatu (Rf 0,851) > pepaya (Rf 0,844) > semangka (Rf 0,822) > buah naga (Rf 0,812) > nanas (Rf 0,79) > bunga kertas (Rf 0,52) > Bayam (Rf 0,025) > Kentang (Rf 0). Semakin kekanan maka sampel semakin polar, hal ini dapat di buktikan dengan harga Rf semakin kekanan harga Rf semakin kecil. Eluen yang digunakan adalah n-heksan (bersifat non polar) dan etil asetat (bersifat semi polar) sehingga sampel yang bersifat non polar akan terelusi oleh eluen dengan baik dibuktikan dengan harga Rf paling tinggi ditunjukkan pada sampel tomat (Rf 0,87).

    Diantara sepululuh sampel yang telah anda uji coba yang paling mudah diamati proses pemisahannya adalah sampel buah naga, karena sampel buah naga memiliki warna yang mencolok sehingga disaat proses pemisahan bercak noda yang bergerak bersamaan dengan eluen tampak jelas sehingga mudah diamati. Dari data yang diperoleh sampel buah naga menunjukkan harga Rf 0,812 dengan demikian dapat dikatakan sampel ini terelusi dengan baik menggunakan eluen n-heksan (bersifat non polar) dan etil asetat (bersifat semi polar).

  25. muhammmad yamin

    muhammad yamin A1cC117047

    kentang, bayam, bunga kertas, semangka, pepaya, nanas, buah naga,wortel, bunga sepatu,dan tomat.
    Dari 10 jenis sampel yang digunakan yang mudah diamati adalah bayar karena pada saat proses uji ekstrak bayam yang dimasukkan ke dalam kolom yang telah berisi eluen, sampel bayam langsung mengalami penurunan tanpa harus menggunakan waktu yang lama. Dihasilkanlah 3 botol fitrat yang mana fitrat ini didiamkan untu mengalami proses menguap untuk kemudian di TLC kembali. Setelah diTLC fitrat dan crutnya tetap mengalami pergerakan hal ini dikarenakan sampel dan jenis eluen yang dipakai telah sesuai

  26. 3. Yuli Asriani (A1C117039)
    a. urutan tingkat kepolaran sampel dari yang tertinggi dan terendah adalah kentang, bayam, bunga kertas, nanas, buah naga, semangka, pepaya, bunga sepatu, wortel dan tomat. hal ini dilihat berdasarkan nilai Rf yang telah diperhitungkan. semakin kecil nilai Rf suatu sampel maka sampel tersebut semakin polar, hal ini disebabkan karena fasa diam yang digunakan yaitu plat TLC yang terbuat dari silika gel bersifat polar.
    b. menurut saya, bahwa sampel yang paling mudah diamati yaitu sampel bayam dan wortel, hal ini karena ketika proses pemisahan dengan kolom ketika diberikan fasa gerak terlihat pemisahannya pada botol yang kedua sampel bayam tersebut langsung turun atau keluar dari kolom dengan warna larutan hijau, selain itu, wortel juga ketika diberi fasa gerak terlihat pemisahannya pada botol kedua sampel turun dengan warna larutan seperti jingga cerah.

  27. nama sri lestari (A1C117041)
    A. Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi ke ke rendah sebagai dimana jika nilai rf lebih besar maka memiliki kepolaran yang lebih kecil dan sebaliknya maka dari percobaan yang kami lakuka urutan kepolaran sebagai brrikut dengan nilai rfnya
    1. Kentang = 0
    2. Bayam = 0,062
    3.bunga kertas= 0,5208
    4.Nanas =0,7916
    5.naga= 0,8125
    6. Semangka = 0,8222
    7. Pepaya=0,8444
    8.wortel =0,8666
    9.tomat=0,8723
    10. Bungga sepatu=1
    B. dari sepuluh sampel yang paling mudah diamati yaitu bayam dimana pada saat uji kromatografi kolom pada saat ditetesi dengan eluen n heksana dengan etil asetat padasaat tetesen pertama sampel sudah mulai turun dan (botol pertama) pada saat tetesan pada botol kedua larutan yang dihasilkan sudah menjadi warna hijau. Kemudian di tlc cruf pada mengalami pergerakan namun sampel tidak bergerak

  28. a.) urutan tingkat kepolaran dari 10 sampel yang telah kami uji yaitu dari:kentang, bayam, kembang kertas, nanas, buah naga, semangka, pepaya, kembang sepatu, wortel dan tomat. Menurut saya hal ini dikarenakan semakin tinggi nilai Rf pada sampel tersebut maka akan semakin tinggi tingkat kepolaran dari sampel.
    b.) menurut saya dari 10 sampel yang kami amati yang paling mudah diamati adalah sampel bayam karena pada saat kromatografi kolom hasil dari pelarut yang keluar terlihat jelas di setiap botolnya dimana pada botol kedua pelarut berwarna hijau dan botol ketiga pelarut berwarna hijau pudar dan juga pada saat proses TLC terhadap setiap botol yang berisi hasil kolom tersebut noda terlihat jelas pada plat TLC-nya.

  29. agustri manda sari

    Agustri manda sari (a1c117035)
    Fenol memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah dibandingkan alkohol sedangkan alkohol memiliki tingkat kelarutan yang lebih tinggi dibanding fenol, meskipun gugus fungsi keduanya hampir sama. Hal ini disebabkan fenol memiliki gugus fungsi hidroksil yang langsung melekat pada cincin aromatik.

    Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, perubahan yang terjadi ketika penambahan alkohol ialah warna larutan yang kami amati yaitu larutan berwarna kuning bening, dan terdapat 2 fasa minyak dan air kemudian setelah penambahan NaOH larutan berubah menjadi orange jernih. Sedangkan pada alkohol, perubahan yang terjadi setelah penambahan NaOH pada percobaan ialah terdapat minyak yang mana larutan nya berwarna kuning terang.

  30. Rd. Abdurrahman

    Rd. Abdurrahman (A1C117015)

    A. Berdasarkan tingkat kepolaran dari tertinggi yaitu Sampel H (ekstrak kentang), Sampel B (ekstrak bayam),Sampel D (ekstrak bunga kertas),Sampel C berisi (ekstrak nanas),Sampel A (ekstrak buah naga),Sampel E (ekstrak semangka),Sampel G (ekstrak pepaya),Sampel J (ekstrak kembang sepatu), Sampel F (ekstrak wortel),dan Sampel I (ekstrak tomat). Hal ini dapat kita lihat dari perolehan nilai Rf masing masing sampel dimana nilai Rf berbanding terbalik dengan tingkat kepolaran.sampel yang memiliki nilai RF tinggi memiliki tingket kepolaran rendah begitu sebaliknya. adapun nilai rf pada sampel sebagai berikut:
    1. Sampel A nilai Rf = 3,9 /.4,8 = 0,8215
    2. Sampel B nilsi Rf = 0,3 / 4,8 = 0,025
    3. Sampel C nilai Rf = 3,8 / 4,8 = 0,79166
    4. Sampel D nilai Rf = 2,5 / 4,8 = 0,520
    5. Sampel E nilai Rf = 3,7 /.4,5 = 0,8222
    6. Sampel F nilai Rf = 3,9 /.4,5 = 0,8666
    7. Sampel G nilai Rf = 3,8 /.4,5 = 0,8444
    8. Sampel H nilai Rf = 0 /.4,5 = 0
    9. Sampel I nilai Rf = 4,1 /.4,7 = 0,8723
    10.Sampel J nilai Rf = 4 /.4,7 = 0,8510

    B. Diantara 10 sampel proses yang paling mudah yaitu pada sampel Sampel I (ekstrak tomat) karena pada saat di lakukan pemisahan dengan TLC noda bergerak dengan cukup cepat dan jaraknya cukup jauh yaitu 4,1 dan jaraj pelarutnya 4,7 sehingga lebih mudah diamati daripada sampel lainnya.

  31. Vira Anggita Gusniardi

    Vira Anggita Gusniardi (A1C117069)
    3.
    a. Tingkat kepolaran dari tinggi kerendah pada sepuluh sampel yang digunakna yaitu kentang, bayam, kembang kertas, semangka, pepaya, nanas,wortel, buha naga, kembang sepatu dan tomat. Hal ini karena pada sampel kentang ketika di TLC pada percobaan lapis tipis pada hasil yang didapatkan setelah di masukkan kedalam chamber yang berisi eluen danketika disinari dengan sinar UV sampel kentang tidak bergerak sama sekali. Dalam kromatografi lapis tipis dimana prinsinya itu jika sampel yang bersifat polar akan sulit bergerak karena plat TLC yang digunkaan juga bersifat polar yang akan membuat sampelsulit naik karena ditarik oleh fasa diam. Sehingga sampel yang tidak mengalami pergerakan atau sedikit mengalami pergerakan meruapan senyawa yang polar, sedangkan sampel yang tinggi kenaikannnya makan bersifat non polar.
    b. yang mudah diamati pada sepuluh sampel yang digunakan yaitu sampel bayam, karena ketika dimasukkan kedalam kolom dan dialuri dengan eluennya yaitu n-heksan dan etil asetat sampel langsung turun ke bawah dimana hasil yang didapatan yaitu 5botol dimana pada botol keuda didapatakn larutan bewarna hijau. Hasil tersebut didiamkan agar menguap untuk di TLC. Hasil TLC nya yaitu pada botol 1,2 dan 3 mengalami pergerakan dan ketika sikeringakn dan disinari dengan sinar UV terdapat bintik yang bewarna cream. Dalam hal ini menandakan bahwa sampelyang digunkan telah sesuai kesamaan dari sifatnnya antara sampel yang digunakan dengan pelarut atau elun yang digunakan. Kesesuaikan itu akan menyebabkan cepatnya proses pemisahan terjadi.

  32. Putri Ayu Indah Lestari

    Putri Ayu Indah Lestari (A1C117005)
    A.
    Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai terendah. Dimana tingkat kepolaran itu dipengaruhi oleh nilai RF ( Retardation Factor), jika nilai Rf suatu sampel besar maka kepolarannya rendah. Begitu sebaliknya, jika nilai Rf kecil maka kepolarannya besar. Sehingga urutan kepolaran dari tertinggi ke rendah menjadi :
    Kentang (Rf nya 0) > Bayam (Rfnya 0,062) > bunga kertas (Rfnya 0,5208)> Nanas (Rfnya 0,7916) > Buah Naga (Rfnya 0,8125) > Semangka (Rfnya 0,8222) > pepaya (Rfnya 0,8444) > wortel (Rfnya 0.866) > Tomat ( Rfnya 0,8723) > Bunga sepatu (Rfnya 1)
    B.
    Dari sepuluh sampel yang paling mudah diamati yaitu bayam karena pada saat kromatografi lapis tipis bayam memerikan jarak yang jelas dengan memberikan warna hijau. Kemudian pada saat dilakukan kromatografi kolom sampel langsung turun saat diberikan pelarut atau eluen yaitu langsung turun pada silika gel. Dan memberikan perbedaan pelarut yang spesifik atau hasil spesifik pada kromatografi kolom. Dan pada saat di TLC kembali crude bergerak pada plat nya.

  33. Arnia Haiza Annisa

    Arnia Haiza Annisa (A1C117049)
    1. Urutan kepolaran dari tinggi ke rendah
    1. kentang
    2. bayamm
    3. bunga kertas
    4. semangka
    5. nanas
    6. pepaya
    7. buah naga
    8. wortel
    9. bunga sepatu
    10. tomat
    Semakin kebawah tingkat kepolarannya semakin rendah. Menurut saya dengan menggunakkan pelarut metanol dan kloroform sampel tersebut memiliki tingkat kepolaran yang tinggi, sedangkan yang menggunakan pelarut kloroform memiliki tingkat kepolaran yang semi polar dan yang menggunakan pelarut campuran n heksann dan metanol itu tidak polar.
    2. Menurut saya yanggpaling mmudah diamati adalah bayam dan wortel karena hasiltetesan dari kromatografi kolom untuk bayam dan wortel menghasilkan warna yang berbeda dari setiap botol penampungnya dan pada TLC juga lebih tampak pergerakannya

  34. melisa oktapiani

    Nama : Melisa Oktapiani
    NIM : A1C117043
    a. Tingkat kepolaran sampel dilihat dari sejauh mana fase diam itu bergerak dimana semakin jauh pergerakan dari fase diam maka sampelnya bersifat tidak polar. dalam artian ini jika sampel itu tidak bergerak saat proses pemisahan maka ia bersifat polar. dari kesepuluh macam sampel yang akan dikromatografi pada plat tlc dengan menggunakan pelarut metanol dan kloroform maka tingkat kepolarannya dari tertinggi ke teredah yaitu nanas, kentang, bayam, bunga kerta, semangka, pepaya, buah naga, wortel, bunga sepatu, dan tomat.
    b. Sampel yang paling mudah diamati proses pemisahannya ialah pepaya dan tomat. Karena pada pemisahan pepaya dan tomat sampel yang ditotolkan bergerak keatas dan menghasilkan warna yang jelas ketika disinari dengan sinar UV. Sehingga proses pemisahannya dapat di amati dengan jelas. Pada sampel pepaya pemisahan dideproleh ialah berwarna krim dan pada sampel tomat berwarna abu-abu.

  35. Nama ika ermaanti ( A1C117031) Pada percobaan teknik pemisahan dengan khromatografi ,dari sepuluh sampel yang telah saya uji yaitu ;
    A. adapun urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai dengan terendah yaitu :
    1. Kentang ( Rf 0 )
    2. Bayam ( 0,025)
    3. Bunga Kertas ( 0,52)
    4. Nanas (0,79)
    5. Buah Naga ( 0,812)
    6. Semangka ( 0,822)
    7. Papaya (0,844)
    8. Bunga Sepatu ( 0,85)
    9. Wortel ( 0,86)
    10. Tomat ( 0,87)
    Dimana hal ini diurutkan berdasarkan besar nilai Rf yang dihasil dimana semakin kecil nilai Rf semakin tinggi kepol,arannya, hal ini dikarenakan Rf merupkan perbandingan jarak yang di tempuh noda dengan jarak yang ditempuh pelarut. Sedangkan pelarut yang kami gunakan adalah pelarut n heksana yang bersifat nonpolar dengan etil asetat yang bersifat semi polar dengan perbandingan 3;1 yang artinya jika jarak tempuh noda semakin kecil maka senyawa aktif di dalam nya tidak larut dalam pelarut polar yang menunjukkan dia bersifat polar.

  36. Monica Chitra Septiani

    MONICA CHITRA SEPTIANI (A1C117077)
    a. Menurut saya tingkat kepolaran dari 10 sampel yang kami gunakan mulai dari yang tertinggi sampai yang rendah adalah kentang,bunga kembang sepatu, Buah naga, wortel, pepaya, nanas, semangka, bunga kertas, tomat, bayam, hal ini dapat diperhatikan dari jarak yang ditempuh sampel saat kami melakukan kromatografi lapis tipis.
    b. Yang paling mudah diamati proses pemisahannya dari ke 10 sampel yang digunakan adalah bayam, yaitu dapat dilihat pada saat kami melakukan proses kromatografi kolom dikarenakan sampel yang dimasukkan kedalam kolom dapat melewati silika gelnya dengan baik

  37. 3. -Urutan tingkat kepolaran dari tertinggi sampai terendah yaitu kentang>bayam>Bunga kertas>Nanas>Buah naga>semangka>Pepaya>Bunga sepatu>Wortel>tomat.

    – Percobaan pemisahan yang mudah diamati adalh percobaan kromatografi lapis tipis pada ekstrak bunga sepatu.Ketika ekstrak bunga sepatu ditetesi ke plat TLC,kemudian dimasukkan kedalam eluen yang digunakan yakni n-heksana.Sampel tersebut bergerak dengan bertahap dan lebih cepat dibandingkan dengan sampel lain.Pergerakannya sepanjang 4,0 cm.

Tinggalkan Balasan ke Ika ermayanti Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme