Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II KELAS PGMIPA-U 2017

MATAKULIAH     : PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

DOSEN               : Dr. Syamsurizal, M.Si

KELAS                : PGMIPA-U 2017/online

HARI/TANGGAL : Kamis, 14 November 2019

WAKTU               : 20.00 – 22.00 WIB

 

 

Petunjuk:

  1. Anda diizinkan membuka buku, laptop atau akses internet TETAPI ANDA DILARANG MENCONTEK JAWABAN TEMAN ANDA. Bila terbukti diketahui maka anda dinyatakan GAGAL dalam matakuliah ini.
  2. Anda harus berutan menjawab, satu soal paling lama 30 menit. Keterlambatan upload jawaban menjadikan anda bisa gagal pada ujian ini.

 

SOAL :

3. .Pada pembuatan asam asetil salisilat, uraikan bagaimana caranya sehingga anda dapat menghasilkan rendemen yang tinggi. Jelaskan pula faktor apa saja yang paling dominan menentukan keberhasilan sintesis asam asetil salisilat (bobot 25 point).

Updated: November 14, 2019 — 21:00

17 Comments

Add a Comment
  1. Nama : Anis Nabila
    Nim : RSA1C117014

    3. Untuk menghasilkan rendemen yang tinggi, asam salisilat ditambahkan dengan H2SO4 pekat, dimana asam sulfat pekat ini berfungsi sebagai katalisator dan mempercepat terjadinya sintesis dengan cara menurunkan energi aktivitas, dimana energi yang diperlukan ini sedikit sehingga membentuk kristal. Selanjutny pada asam ataupun fenol , asam salisilat dapat mengalami reaksi esterifikasi. Saat larutan direkristalisasi , kemudian didinginkan maka akan terbentuk kristal bening tajam.
    Faktor-faktor yang menentukan keberhasilannya:
    a. Penambahan H2SO4 (katlisator)
    b. Reaksi esterifikasi
    c. Proses penyaringan
    d. Proses pemanasan (Suhu)

  2. 3. NAMA : INDAH
    NIM : RSA1C117005

    Pada pembuatan asam asetil salisilat (aspirin) kami memakai erlenmeyer yang berisi asam salisilat kering dan anhidrida asam asetat yang ditetessi H2SO4 pekat. Lalu kami dipanaskan dengan mantel pada suhu 50-60OC sambil dikocok. Didinginkan di es yang sebelumnya ditambahkan aquades. Selanjutnya kami saring dan dicuci dengan air es. dan kami rekristalisasi. Dan kami tambahkan etanol-air 50% karena belum semua kristalnya larut, kami tambahkan hingga tidak semua kristal larut. Karena sudah terlalu banyak kami tambahkan akhirnya kami saring larutan tersebut dalam keadaan panas lalu kami dinginkan filtratnya. Dan kami diamkan ke air es sehingga terbentuk kristal lalu kami saring dan cuci dengan air dingin dan mengeringkan kristal tersebut dengan cara sublimasi. Kristal yang kami dapatkan di sini berbentuk jarum yang berwarna putih bening.
    Faktor yang paling dominan di sini adalah banyak atau tidaknya tambahan etanol-air 50%, pada saat pengeringan kristal (sublimasi), pemanasan dengan suhu 50-60OC, dan lain sebagainya.

  3. 3. NAMA : MISNAWATI
    NIM : RSA1C117004
    Untuk menghasikan pembuatan asam asetil salisilat yang mana kita akan memperoleh rendemen tinggi. Caranya yaitu kita gunakan asam salisilat kering dan anhidrat asetat lalu ditambahkan H2SO4 kita disini melalui tahapan reaksi esterifikasi dan setelah kita kocok kita lakukan pemanasan, pendinginan dan penyaringan dan lakukan tahapan rekristalisasi pada bakal Kristal yang ada. Rekristalisasi dibantu dengan etanol-air 50% lalu dipanaskan dan disaring di air es. Bakal Kristal yang kita temukan kita lakukan cara sublimasi sehingga akan menghasilkan Kristal putih seperti jarum.
    Factor yang mempengaruhinya yaitu:
    a Bahan yang digunakan
    b Pemanasan
    c Reaksi Esterifikasi
    d Sublimasi
    e Penyaringan

  4. 3. Nama : idkhom Kholid
    Nim : RSA1C117015

    Dalam percobaan asam metil salisilat untuk mendapatkan rendemen yang tinggi pada pencampuran 2,5 gr asam salisilat, 11 ml anhidrat asam asetat dan 2 tetes H2SO4 yang di panaskan pada suhu 50-60oC dan pada saat pendinginan itulah dapat kita lihat hasil rendemen yang kita peroleh sebelum di kristalisasi. Dan juga pada perbandingan campuran etanol dan air, jika 50 ml di tambah menjadi 100 ml di tambah air dngan perbandingan 1:2 mungkin rendemen nya akan tinggi.
    Faktor yang dominan menentukan keberhasilan sintesis ini adalah pada saat pemanasan dan setelah penambahan campuran etanol dan air

  5. Putri Iga Noviyanti

    Nama : Putri Iga Noviyanti
    Nim : RSA1C117002

    3. Pada percobaan ketiga Asam Asetil Salisilat (Aspirin) kami seharusnya menggunakan Anhidrat asetat dan asam salisilat kering yang dicampurkan jadi satu untuk menghasilkan rendeman yang tinggi, tapi karena dilabor kami tidak tersedianya anhidrat asetat jadi kami menggantinya dengan asam asetat glasial (yang mana asam asetat glasial ini memiliki beberapa sifat yang sama dengan anhidrat asesat makanya kami dapat mengganti anhidrat asetat dengan asam asetat glasial). Setelah pencampuran pada kedua bahan tersebut kami juga menggunakan etanol-air 50% yang akan dipanaskan untuk menghasilkan Kristal. Untuk menghasilkan Kristal yang sesuai dengan beberapa teori yang kami dapat kami menambahkan terus etanol-air tersebut sampai semua nya melarut. Setelah didapat filtrat dengan menyaringnya, kami mendinginkan filtrate tersebut untuk mendapatkan hasil yang sempurna tapi kami harus menyublimasi filtrate yang telah terbentuk Kristal agar mendapatkan Kristal berwarna putih yang terlihat seperti jarum dan percobaan ini Berhasil.

    Faktor yang dominan agar percobaan ini berhasil:
    1. Penggunaan bahan yang sesuai jika tidak ada bisa mengganti bahan tersebut dengan bahan lain yang memiliki sifat yang sama.
    2. Proses Pemanasan juga sangat menentukan apakah percobaan tersebut dapat berhasil atau tidak.
    3. Proses Esterifikasi dilakukan pada saat penggabungan 2 bahan diawal
    4. Proses sublimasi diakhir tahapan juga menentukan keberhasilan dari percobaan ini karena jika tidak terdapat Kristal berbentuk jarum maka itu dikatakan gagal walaupun warna tetap sama

  6. 3. NAMA: LAMIA AMELIA
    NIM : RSA1C117006
    3. Untuk mendapatkan hasil rendemen yang tinggi pada percobaan asam asetil salisilat kami menggunakan cara esterifikasi, yang mana pertama kami lakukan dengan meneteskan asam sulfat pekat kedalam campuran asam salisilat kering dengan anhidrida asam asetat, tetapi disini kami tidak menggunakan anhidrida asam asetat, melainkan kami menggantinya dengan asam glacial asetat, yang mana asam asetat glacial besifat murni dann tidak mengandung air. Selanjutnya campuran tersebut dikocok dengan tujuan agar asam asetil salisilat dapat tercampur, yang mana ini sesuai dalam prosedur dalam penuntun. Hasil yang didapatkan yaitu berupa kristal tetapi selanjutnya kami melakukan rekristalisasi agar mendapatkan hasil yang sempurna dengan menggunkan perbandingan etanol-air 50%., sehingga kami mendapatkan hasil yang berupa kristal putih berbentuk jarum.
    Factor yang menyebabkan hasil Rendemen yang sangat sedikit, yaitu pada proses pendinginan yang secara manual, bisa juga dari pemanasan, penyaringan yang kemungkinan ada padatan yang tertinggal.

  7. NAMA : SITI MUNAWAROH
    NIM : RSA1C117003

    3.untuk dapat rendemen yang tinggi, maka kita tambahkan H2SO4 kedalam asam salisilat yang tujuannya mempercepat peristiwa sintesis yakni dengan menurunkan energi aktivitas, karena energi yang dibutuhkan sehingga membentuk Kristal ini sedikit. Karena baik asam maupun fenol akan menghasilkan asam salisilat yang mana ini merupakan reaksi dari esterifikasi. Pada saat pengkristalan larutan (rekristalisasi) yang di masukkan kedalam ice bath maka akan membentuk Kristal bening yang tajam seperti jarum.
    Faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan yakni :
    1. Proses pemanasan
    2. Penambahan H2SO4
    3. Esterifikasi
    4. Penyaringan filtrat
    5. Proses penyubliman

  8. Endah Sulityawati. Ryt

    Nama : Endah Sulityawati. Ryt
    NIM : RSA1C117013

    3. Dalam pembuatan asam asetil salisilat (Aspirin) ini, kita menggunakan bahan asam salisilat. Asam salisilat ini dapat mengalami reaksi esterifikasi. Saat asam salisilat ini direaksikan dengan anhidrida asam akan mengalami esterifikasi yang nantinya menghasilkan asam asetil salisilat (aspirin). Adapun cara untuk mendapatkan hasil rendemen yang tinggi pada sintesis asam asetil salisilat ini dilakukan dengan cara rekristalisasi yaitu dengan menambahkan etanol dan air 50% sehingga dapat menghasilkan bakal kristal putih berbentuk jarum . Namun jika ingin mendapatkan hasil rendemen tinggi yang lebih sempurna bisa dilakukan dengan cara sublimasi sehingga nantinya akan mendapatkan hasil kristal berwarna putih berbentuk seperti jarum. Adapun faktor-faktor dominan yang dapat menentukan sintesis asam asetil salisilat ini yaitu dari segi penyaringannya, rekristalisasinya, pemanasannya, dan juga dari proses sublimasinya.

  9. OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO

    NAMA : OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO
    NIM : RSA1C117010

    3.Pada percobaan ini ara untuk mendapatkan asam asetil salisilat ( Aspirin) yang rendemennya tinggi yaitu dengan mereaksikan asam salisilat dengan asam anhidrat. Maka pada percobaan ini kami menggunakan asam anhidrat. Dan ditambahakan asam sulfat pekat. Dan dilakukan pemanasan dengan suhu yang konstan pada suhu 500C- 600C. karena jika melewati suhu tersebut asam asetat tersebut akan terurai. Selanjutnya dilakukan penambahan air dan didinginkan dalam air es. Selanjutnya serbuk kristal yang terbentuk disaring dan dilakukan rekristalisasi dengan menggunak 5 ml etanol- air 50 %. Ditambahkan sedikit demi sedikit ethanol jika tidak semua kristal larut sempurna. Kemudian dilakukan penyaringan larutan pada suhu panas yang mana lingkungannya dari erlenmeyernya harus dingin supaya kristal terbentuk sempurna. Filtrate yang terbentuk diambil dan dilakukan sublimasin atau penguapan didalam cawan porselen unutk menghasilakn kristal murni. Kristal yang dihasilkan berwarna putih seperti jarum. Pada pembuatan asam aspirin ini terjadi juga reaksi esterifikasi untuk menghasilkan ester dari fenol direaksikan dengan asam asetat anhidrat maka bisa dihasilkan aspirin dengan rendemen tinggi.

  10. H. R. YUNIARCCIH. S

    NAMA : H. R. YUNIARCCIH. S
    NIM : RSA1C117001

    3. Pada proses sintesis asam asetil salisilat (aspirin) bahan dasar yang digunakan adalah asam salisilat. Pada sintesis senyawa asam asetil salisilat ini menggunakan reaksi esterifikasi. Untuk menghasilkan asam asetil salisilat dengan baik perlu dilakukan reaksi esterifikasi dengan baik. Pada sintesis asam asetil salisilat ini dilakukan reasksi esterifikasi dengan anhidrida asam . anhidrida aam ini untuk mengeluarkan gugus asam pada asam salisilat, maka dari itu harus digunakan anhidrida asam yang murni. Dan digunakan katalis asam sulfat pekat untuk mempercepat reaksinya. Kemudian diperlukan juga proses rekristalisasi. Pada proses rekristalisasi ini digunakan campuran metanol-air. Dimana nantinya asam asetil salisilat ini akan larut dalam metanol, kemudian akan dilakukan penguapan metanol (sublimasi) sehingga asam asetil salisilat atau aspirin akan mengumpul pada kertas saring yang digunakan. Asam asetil salisilat yang didapatkan adalah kristal berbentuk jaram berwarna bening.
    Untuk mendapatkan rendemen yang tinggi, maka aspirin yang didapatkan yaitu hampir sama dengan jumlah bahan dasar yang digunakan. Karena rendemen merupakan perbandingan jumlah zat yang dihasilkan dengan jumlah bahan yang digunakan. Maka rendemen yang tinggi sangat baik, namun untuk mendapat rendemen yang tinggi ini diperlukan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
    Rendemen yang tinggi dapat disebabkan salah satunya oleh faktor anhidrida asam yang digunakan. Karena anhidrida asam ini yang dapat mengikat gugus asam atau gugus hidrogen dari asam salisilat.
    Faktor-faktor yang dominan yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari anhidrida asam, larutan yang digunakan untuk rekristalisasi, katalis dan proses sublimasinya.

  11. Tiurma Refina Lestari Silaban

    Nama: TIURMA REFINA LESTARI SILABAN
    NIM : RSA1C117011
    3. Pada percobaan kali ini, percobaan pembuatan senyawa organik asam asetil salisilat untuk mendapatkan randemen yang tinggi, yaitu dengan cara yang pertama yaitu ketika senyawa turunan dari asam salisilat ini dibuat dengan cara asetilasi asam salisilat yang kemudian dibuat dengan cara membebaskan air dari asam salisilat ini. Pada saat aspirin ini masih mengandung air didalamnya aspirin yang akan terbentuk akan terbentuk kembali membentuk asam salisilat. Pada proses asetil ini, terjadi reaksu pengganti atom H dari gugus –OH dari asam salisilat. Pada percobaan ini, senyawa ini menggunakan asam sulfat pekat yang berguna sebagai katalis dari percobaan ini, reaksi dapat berlangsung dengan baik jika di refluks dengan asam sulfat klorida, asam sulfat ini juga berfungsi sebagai penyerap air. cara yang kedua yaitu: dengan cara mereaksikan antara asam salisilat yang dapat berfungsi sebagai fenol (hidroksi benzen), dan juga berfungsi untuk asam benzoate. yang kemudian asam salisilat ini akan menghasilkan atau mengalami reaksi esterifikasi. Ketika larutan ini direaksikan dengan anhidrida asam kemudian larutan tersebut mengalami reaksi esterifikasi yang akan menghasilkan asam asetil salisilat atau biasa disebut sebagai aspirin.
    Faktor yang paling dominan menentukan keberhasilan dari percobaan aspirin ini, yaitu: pemanasan, yang mana pada proses pemanasan ini berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi, esterifikasi disini berfungsi sebagai pembuatan pereaksikan asam asetil salisilat, sublimasi yaitu berfungsi sebagai pembuatan atau menguji adanya kristal yang terbentuk pada pembuatan senyawa organik ini, dan penyaringan yaitu penentuan tidak adanya zat pengotor yang ikut atau masih melekat di kristal asam asetil salisilat ini, untuk menunjukkan kemurnian dari hasil percobaan ini.

  12. NAMA : WULAN SARI BAKARA
    NIM : RSA1C117008
    JAWABAN : Pada percobaan kali ini adalah pembuatan asam asetil salisilat (ASPIRIN )
    Untuk mendapatkan rendemen yang tinggi ketika asam salisilat sudah mengalami reaksi esterifikasi . dimana asam salisilat disini berperan sebagai fenol(hidroksi bezene ) dan berfungsi sebagai asam benzoate . dan bahan disini dipakai unhidrida asam yang juga mengalami reaksi esterifikasi dan menghasilka aspirin . apabila asam salisilat ini juga direaksikan dengan alcohol akan menghasilkan ester salisilat( minyak gandapura)
    Asam salisilat pada sintesis aspirin ini berfungsi sebagai alkohol yang reaksinya akan berlangsung pada gugus hidroksi. Pada saat asam salisilat dan asam asetat yang kemudian ditetesi H2SO4 dicampur kan dan dipanaskan selama 15 menit, mendapatkan hasil larutan yang berwarna bening. Penambahan asam sulfat pekat pada larutan yaitu H2SO4 berfungsi sebagai katalisator sehingga asam sulfat tersebut berfungsi untuk mempercepat terjadinya sintesis dengan cara menurunkan energi aktivasi sehingga Energi yang diperlukan dalam sintesis sedikit jadi reaksinya akan berjalan lebih cepat. Kemudian pada larutan yang berwarna kuning tadi didinginkan dengan menambahkankan 50 ml air kemudian akan terbentuk kristal yang berwarna putih. Proses pemanasan pada bahan yang tadi itu dapat mempercepat gerak dari molekul dalam larutan sehingga akan dapat mempercepat terjadinya laju reaksi. Kristal yang telah mengalami proses pemanasan tersebut didinginkan kembali Kemudian ditambahkan dengan air dan kristal yang sebelumnya kembali akan menjadi larutan.
    Penambahan air pada kristal tersebut dilakukan yaitu agar tujuannya reaksi pembentukan kristal tersebut dapat berjalan sempurna dan dimaksudkan untuk dapat menghidrolisis kelebihan asam yang terdapat pada kristal aspirin tersebut.
    Selanjutnya , Faktor yang paling dominan menentukan keberhasilan sintesis asam asetil salisilat adalah
    1. proses penyaringan untuk mendapatkan hasil Kristal
    2. proses sublimasi dengan pemisahan zat yang timbul dan didapatkan ketika adanya oerubahan wujud ,
    3. proses esterifikasi dengan pengubahan suatu asam menjadi suatu ester dengan mengguakan nya sebagai asam .
    4. proses pemanasan dengan penggunaan dan penambahan bahan
    Ke empat faktor ini sanngat besaer mempengruhi hasil percobaan asam asetil salisilat .

  13. OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO

    3. Pada percobaan ini cara untuk mendapatkan asam asetil salisilat ( Aspirin) yang rendemennya tinggi yaitu dengan mereaksikan asam salisilat dengan asam anhidrat. Maka pada percobaan ini kami menggunakan asam anhidrat. Dan ditambahakan asam sulfat pekat. Dan dilakukan pemanasan dengan suhu yang konstan pada suhu 500C- 600C. karena jika melewati suhu tersebut asam asetat tersebut akan terurai. Selanjutnya dilakukan penambahan air dan didinginkan dalam air es. Selanjutnya serbuk kristal yang terbentuk disaring dan dilakukan rekristalisasi dengan menggunak 5 ml etanol- air 50 %. Ditambahkan sedikit demi sedikit ethanol jika tidak semua kristal larut sempurna. Kemudian dilakukan penyaringan larutan pada suhu panas yang mana lingkungannya dari erlenmeyernya harus dingin supaya kristal terbentuk sempurna. Filtrate yang terbentuk diambil dan dilakukan sublimasin atau penguapan didalam cawan porselen unutk menghasilakn kristal murni. Kristal yang dihasilkan berwarna putih seperti jarum. Pada pembuatan asam aspirin ini terjadi juga reaksi esterifikasi untuk menghasilkan ester dari fenol direaksikan dengan asam asetat anhidrat maka bisa dihasilkan aspirin dengan rendemen tinggi. Faktor yang mempengaruhi adalah rekristalisasi, pemanasan, sublimasi dan reaksi esterifikasi.

  14. Murni Maria Simanjuntak

    Nama: Murni Maria Simanjuntak
    Nim: RSA1C117009

    3. Cara saya sebagai praktikan untuk mendapat kan rendemen yang tinggi pada percobaan pembuatan senyawa asam metil salisilat ini ialah mengEsterifikasi asam salisilat dengan alcohol hasil dari reaksi esterifikasi ini ialah asam asetil salisilat (Aspirin). Namun sebelum esterfikasi ini dilakuakan penambahan H2SO4. Asam salisilat yang kami gunakan dalam prosedur percobaan ini ialah asam salisilat kering dan alkhol yang kami gunakan pada saat itu ialah ethanol. Lalu akan dilakukan proses yang dinamakan rekristalisasi. Proses ini berfungsi untuk memisahkan atau melakukan pemurniat zat-zat organic yang meliki sifat padat. Selanjutnya Pendinginan Lalu tahap yang selanjutnya ialah tahap sublimasi akan dilakukan. Kemudian penyaringan untuk menghasilkan Kristal.
    Menurut saya Factor yang mempengaruhi dalam percobaan pembuatan senyawa asam asetil salisilat ini ialah proses pemanasan awal pada suhu 50 derajat sampai 60 derajat celcius selama 15 menit. Kemudian factor selanjutnya ialah reaksi rekristalisasi. Dan factor yang ketiga ialah penyaringan, karena penyaringan harus dilakukan dalam keadaan panasdengan menggunakan kertas lipat.

  15. widya aria ningsih

    Nama: WIDYA ARIA NINGSIH
    NIM: RRA1C117001
    3. Dalam percobaan ini diperlukan asam salisilat dengan asam asetat dan ditambahkan H2SO4 dengan diberi perlakuan penangasan selama 15 menit,yang kemudian ditambahkan sekiranya 50ml H2O sambil didinginkan dalam air es,reaksi yang terjad akan timbulnya asap dan akan terjadi pengkristalan yang berwarna putih susu.Kemudian perlakuan selanjutnya rekristalisasi dengan etanol 50% dan dipanaskan tujuan nya untuk menghasilakn kristal yang murni.Setelah itu disaring larutannya dalam keadaan panas dan didingainkan dalam air es ,kemudian dibarakan sampai mengering dan terbentuk kristal jarum .Faktor keberhasilan;rekristalisasi, pemanasan dan pendinginan

  16. OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO

    3. Pada percobaan ini cara untuk mendapatkan asam asetil salisilat ( Aspirin) yang rendemennya tinggi yaitu dengan mereaksikan asam salisilat dengan asam anhidrat. Maka pada percobaan ini kami menggunakan asam anhidrat. Dan ditambahakan asam sulfat pekat. Dan dilakukan pemanasan dengan suhu yang konstan pada suhu 50 derajat Celcius- 60 derajat Celcius. karena jika melewati suhu tersebut asam asetat tersebut akan terurai. Selanjutnya dilakukan penambahan air dan didinginkan dalam air es. Selanjutnya serbuk kristal yang terbentuk disaring dan dilakukan rekristalisasi dengan menggunak 5 ml etanol- air 50 %. Ditambahkan sedikit demi sedikit ethanol jika tidak semua kristal larut sempurna. Kemudian dilakukan penyaringan larutan pada suhu panas yang mana lingkungannya dari erlenmeyernya harus dingin supaya kristal terbentuk sempurna. Filtrate yang terbentuk diambil dan dilakukan sublimasin atau penguapan didalam cawan porselen unutk menghasilakn kristal murni. Kristal yang dihasilkan berwarna putih seperti jarum. Pada pembuatan asam aspirin ini terjadi juga reaksi esterifikasi untuk menghasilkan ester dari fenol direaksikan dengan asam asetat anhidrat maka bisa dihasilkan aspirin dengan rendemen tinggi. Faktor yang mempengaruhi adalah rekristalisasi, pemanasan, sublimasi dan reaksi esterifikasi.

  17. Nama : Habib Wijaya
    NIM : RSA1C117007

    Asam asetil salisilat merupakan hasil dari esterifikasi asam salisilat, di mana asam salisilat merupakan senyawa yang disebut senyawa bifungsional, senyawa ini memiliki dua gugus fungsi yaitu gugus fungsi hidroksil dan gugus fungsi karboksil, untuk menghasilkan asam asetilsalisilat kita fokus terhadap gugus fungsi OH pada senyawa ini.
    Agar mendapatkan rendemen tinggi diperoleh karena aspirin diperoleh dengan proses asetilasi terhadap asam salisilat di mana di sini digunakan katalisator H2SO4. Asetilisasi sendiri merupakan pergantian atom H pada gugus -OH. Tidak ada kehilangan struktur yang berarti selama mekanisme reaksi ini, bahkan terjadi subsitusi atom H dengan gugus fungsi lain yang lebih berat, inilah yang menyebabkan terjadinya rendemen yang tinggi
    Mekanisme reaksi digambarkan secara rinci pada blog saya dengan link sebagai berikut : http://wijayahabib.blogspot.com/2019/09/laporan-praktikum-kimia-organik-ii.html
    Faktor-faktor yang berpengaruh secara dominan terhadap keberhasilan sintesis asam asetilsalisilat ini diantaranya :
    1. Suhu pemanasan, dimana suhu optimum yang digunakan adalah 50-60 derajat Celcius
    2. Waktu reaksi, semakin lama proses reaksi yang dilakukan, maka semakin banyak pula produk yang akan dihasilkan.
    3. Katalis, pada percobaan ini digunakan katalis H2SO4, katalis yang digunakan dapat berupa katalis yang homogen maupun heterogen.
    4. Pengadukan,

Tinggalkan Balasan ke WULAN SARI BAKARA Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme