Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II KELAS PGMIPA-U 2017

MATAKULIAH     : PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

DOSEN               : Dr. Syamsurizal, M.Si

KELAS                : PGMIPA-U 2017/online

HARI/TANGGAL : Kamis, 14 November 2019

WAKTU               : 20.00 – 22.00 WIB

 

 

Petunjuk:

  1. Anda diizinkan membuka buku, laptop atau akses internet TETAPI ANDA DILARANG MENCONTEK JAWABAN TEMAN ANDA. Bila terbukti diketahui maka anda dinyatakan GAGAL dalam matakuliah ini.
  2. Anda harus berutan menjawab, satu soal paling lama 30 menit. Keterlambatan upload jawaban menjadikan anda bisa gagal pada ujian ini.

 

SOAL :

4. Pada pembuatan ester metil salisilat, uraikan bagaimana caranya sehingga anda dapat menghasilkan rendemen yang tinggi. Jelaskan pula faktor apa saja yang paling dominan menentukan keberhasilan sintesis ester metil salisilat (bobot 25 point).

Updated: November 14, 2019 — 21:30

16 Comments

Add a Comment
  1. 4. NAMA : INDAH
    NIM : RSA1C117005

    Pada pembuatan senyawa organik ester metil salisilat (minyak gandapura) dilakukan dengan menggunakan labu dasar bulat yang kami isi dengan asam salisilat, metanol dan asam sulfat pekat lalu kami kocok. Dan kami lakukan destilasi dan membiarkannya dingin lagi. Lalu kami pindahkan ke corong pisah dan kami kocok yang sebelumnya sudah kami tambah air. Saat terbentuk 2 lapisan, lapisan bawah yaitu ester kami alirkan ke erlenmeyer dan kami tambahkan NaHCO3 sampai bebas asam dan anhidrida magnesium sulfat lalu disaring setelah esster salisilat kering. Dan kami lakukan destilasi pada filtrat hasil saringannya. Hasil destilasinya berwarna bening dan berbau seperti balsem.
    Faktor yang paling dominan menentukan keberhasilan pada percobaan ini adalah tahap destilasi, pemisahan kedua lapisan (kocok kuat menggunakan corong pisah), penambahan larutan NaHCO3, temperaturnya dan lain sebagainya.

    1. Endah Sulityawati. Ryt

      Nama : Endah Sulityawati. RYT
      NIM : RSA1C117013

      4. Dalam percobaan pembuatan senyawa organik Ester metil salisilat minyak Gandapura ini juga terjadi proses esterifikasi proses esterifikasi terjadi akibat reaksi asam karboksilat dengan alkohol yang berupa metanol sehingga menghasilkan Ester untuk mencapai kesetimbangan pada reaksi ditambahkan dengan katalisator berupa asam sulfat pekat yang dibantu dengan pemanasan untuk pembuatan ester metil salisilat campuran dari asam salisilat metanol dan asam sulfat pekat ini dikocok dan didiamkan campuran ini dikocok dengan menggunakan corong pisah selama beberapa menit sehingga mendapatkan hasil terbentuknya dua lapisan pada pembuatan minyak Gandapura ini juga menggunakan nahco3 dan anhidrida magnesium sulfat sebagai zat untuk mengeringkan Ester salisilat nya untuk mendapatkan hasil rendemen yang tinggi dilakukan dengan proses destilasi sehingga hasil yang didapatkan berupa hasil murni yaitu larutan berwarna bening dan berbau balsem Adapun Faktor yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan pembuatan minyak gapura ini tergantung pada proses destilasi nya pemanasannya dan proses pengecekan nya

  2. 4. Nama : Idkhom Kholid
    Nim : RSA1C117015

    Pada percobaan ini dilakukan sintesis metil salisilat dengan reaksi esterifikasi pirnsip dari reaksi ini adalah mereaksikan asam salisilat dengan methanol dengan katalis asam sulfat pekat. Asam salisilat laurt dengan cepat karena pelarutnya menggunakan methanol.
    Refluks pada percobaan ini berujuan untuk mempercepat terjadinya reaksi dengan pemanansan tanpa mengurangi volume zat yang bereaksi. Pada saat refluks ini di lakukan dengan sempurna maka hasilnya mungkin akan bagus dan menghasilkan rendemen yang tinggi.
    Faktor yang paling mendominan dalam sinstesis asam ester metil salisilat adalah pada pemisahan dua fasa setelah pengrefluksan yang dilakukan, yang kemudian di tambah dengan NaHCO3

  3. Nama : Anis Nabila
    Nim : RSA1C117014

    4. Pada pembuatan ester metil salisilat menghasilkan rendemen yang tinggi dengan penambahan metanol, asam sulfat pekat dan asam salisilat. Asam sulfat pekat disini berfungsi sebagai kataliastor dengan suhu yang tinggi akan menghasilkan senyawa utamma berupa ester dan produk sampingan berupa air. Dan selanjutnya ditambahkan dengan larutan jenuh NaHCO3 sampai bebas asam yang berfungsi menarik zat pengotor dan menetralkan kelebihan asam ataupun sisa asam setelah reaksi berlangsung , dan disestilasi dengan penangas air maka akan terbentuk 2 lapisan zat cair, dan akan menghasilkan bau khas seperti balsam pada laurat tersebut yang bening (minyak gandapura).
    Faktor yang paling dominan yaitu :
    a. Waktu
    b. Pengocokan pada Corong Pisah
    c. Penambahan larutan NaHCO3
    d. Proses destilasi
    e. serta Proses Pendinginan

  4. 4. NAMA: LAMIA AMELIA
    NIM: RSA1C117006

    Pada pembuatan ester metil salisilat untuk mendapatkan rendemen rendemen yang tinggi, yaitu dengan cara petama-tama kami mencampurkan asam salisilat dengan methanol dengan asam sulfat pekat sebagai katalisatornya, guna penambahan asam sulfat adalah untuk mempercepat reaksi yang dibantu dengan pemanasan. Selanjutkan kami melakukan destilasi sisa dari methanol . selanjutnya ditambahkan larutan jenuh berupa NaHCO3 sampai pada keadaan bebas asam pada lapisan bawah atau ester. Untuk mengeringkan ester tersebut maka ditambahkan anhidrida magnesium. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kami melakukan destilasi kembali. Nah, setelah dilakukannya proses destilasi, maka akan tercium bau khas seperti balsam, maka pada saat itulah kita mencata suhu pada waktu destilat ditampung sehingga terbentuklah minyak gandapura.
    Adapun factor yang mempengaruhi hasil rendemen dari pembuatan senyawa organic ester metil salisilat yaitu pada saat pemisahan dengan corong pisah, pemanasan yang tidak menggunakan batu didih, serta pada saat melakukan destilasi.

  5. 4. NAMA : MISNAWATI
    NIM : RSA1C117004
    Untuk dapat menghasilkan rendemen yang tinggi dari Ester metil salisilat kita dapat mebuatnya dengan cara kita menggunakan bahan utama yaitu asam salisilat dengan ditambahkan methanol dan sedikit asam sulfat pekat. Dimana kita pada tahap ini kita melakukan reaksi esterifikasi pada bahan tersebut. Dikocok dan didiamkan selama 1,5jam. Lalu bahan ini kita lakukan destilasi asar dapat memisahkan methanol pada percampuran tesebut dan dinginkan. Selanjutnya kita masukkan kedalam corong pisah dang kocok kuat sehingga larutan yang ada didalamnya membentuk dua lapisan dimana lapisan lapian bawah adalah ester. Maka lapisan bawah tersebut kita lakukan penambahan NaHCO3 dan anhidrat magnesium agar tebebas dari asam-asam yang mengikatnya setelah itu kita keringkan selama 30 menit. Setelah itu kita lakukan uji pembuktian kebenaran ester metil salisilat yang mana titik leleh mendekati 115 drajat. Dan kita mendapatkan 111 drajat dan hasil destilasinya berwarna bening dan berbau seperti balsam.
    Factor yang mempengaruhinya :
    a Pemisahan pada saat detilasi
    b Pemisahan dengan menggunakan corong pisah dan pengocokan
    c Temperatur
    d Pembebasan hasil sampel dari asam-asam
    e Penggunaan larutan jenuh dan pengeringan.
    f Katalistator
    g Pendinginan

  6. Tiurma Refina Lestari Silaban

    Nama : TIURMA REFINA LESTARI SILABAN
    NIM : RSA1C117011
    jawaban:
    4. Pada saat pembuatan senyawa organik ester metil salisilat ini atau biasa yang disebut dengan minyak gandapura. Untuk mendapatkan randemen yang tinggi yaitu dengan cara menggunakan pereaksi yang banyak yang mana pada pembuatan ester metil salisilat ini menggunakan pereaksi asam karboksilat dengan alkohol yang dapat menghasilkan ester. Reaksi ini harus dilakukan dengan menggunakan suhu yang tinggi, apabila menggunakan suhu yang rendah, maka kesetimbangan yang didapat itu kecil atau lambat. Ketika suhunya tinggi, kemudian dilakukan destilasi atau direfluks kemudian menggunakan asam kuat sebagai katalisator yang baik untuk mempercepat reaksi maka kesetimbangan dapat dicapai dengan sangat mudah, hal ini sama dengan menggunakan azas Le Chathelier. Pada saat proses sintesis ini dapat diperoleh dengan asal salisilat dengan alkohol hingga dapat kesetimbangan yang relevan, reaksi ini dapat ditambahkan asam sulfat pekat sebagai katalisator yang dibantu dengan pemanasan untuk mencapai kesetimbangan yang cepat dan pasti.
    Faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan dari sintesis ester metil salisilat ini yaitu: katalisator yang menggunakan asam kuat untuk mempercepat laju reaksi yang berpengaruh pada kesetimbangan sintesis ester metil salisilat ini. Faktor yang kedua yaitu faktor suhu yang digunakan pada saat pembuatan senyawa organik ini. Ketika suhunya rendah, maka kesetimbangan yang didapatkan yaitu rendah dan prosesnya sangat lambat, namun ketika suhu yang digunakan itu tinggi, maka reaksinya dapat terjadi sangat cepat dan kesetimbangan dapat mudah dicapai. Maka faktor yang paling dominan menentukan keberhasilan sintesis ester metil salisilat (minyak gandapura) yaitu katalisator dan dibantu dengan pemanasan.

  7. H. R. YUNIARCCIH. S

    NAMA : H. R. YUNIARCCIH. S
    NIM : RSA1C117001

    4. Pada proses ester metil salisilat ini digunakan proses esterifikasi. Ester metil salisilat atau minyak gandapura merupakan senyawa ester karboksilat yang didapatkan dari proses esterifikasi asam karboksilat dengan metanol.
    Untuk mendapatkan hasil yang banyak, maka perlu diperhatikan proses proses esterifikasinya. Dimana proses esterifikasi ini akan berjalan lambat pada suhu kamar. Namun, akan berjaln cepat jika digunakan suhu tinggu tetapi hars dilegkapi dengan pendingin untuk mengubah zat uap menjadi cair.
    Untuk mendapatkan hasil yang banyak atau rendemen yang tinggi perlu diperhatikan metanol yang digunakan dan proses destilasi metanol ini.
    Kemudian diperlukannya juga anhidrida untuk menghilangkan gugus asam pada sampel. Lapisan ester atau pada corong pisah itu lapisan bawah dihilangkan gugus hidrogen atau gugus asamnya dengan natrium bikarbonat atau bisa digunakan soda kue. Kemudian ditambahkan pula dengan anhidrida magnesium sulfat yang berfungsi untuk mengeringkan minyak gandapura ini. Selanjutnya campuran ini disaring untuk mendapatkan cairan minyak gandapura tersebut. Cairan minyak gandapura yang didapatkan adalah cairan berwarna bening. Titik didih dari minyak gandapura ini yaitu 115 C
    Minyak gandapura ini memiliki bau yang khas, yaitu baunya yang mirip dengan bau balsem.
    Untuk mendapatkan rendemen yang tinggi diperlukan ketelitian pada proses esterifikasi, dan juga pada proses penghlangan gugus asam.
    Rendemen yang tinggi didapatkan apabila kita mendapatkan minyak gandapura dalam jumlah yang hampir sama dengan jumlah asan salisilat yang kita gunakan.
    Faktor yang dominan untuk keberhasilan sintesis minyak gandapura ini yaitu
    (1) Proses esterifikasi dimana mencakup katalis, suhu, dan penggunaan kondensor
    (2) Pemisahan lapisan ester dari campuran
    (3) Penghilangan gugus asam pada campuran
    (4) Proses destilasi

  8. Putri Iga Noviyanti

    Nama : Putri Iga Noviyanti
    Nim : RSA1C117002

    4. Agar mendapat rendeman yang tinggi pada percobaan Asam metil salisilat ini kami mencampurkan asam salisilat , methanol dan juga H2SO4 pekat lalu kami melakukan proses destilasi untuk menghasilkan Asam Metil Salisilat atau minyak gandapura. Jika pada proses destilasi methanol habis dibiarkan dingin. Untuk pemisahan antara ester dan pelarutnya dilakukan dengan menggunakan corong pisah yang akan didapat adalah lapisan bawah itu ester. Kami menggunakan NaHCO3 untuk menetralkan larutan ester tersebut dan mmenggunakan Anhidrat Magnesium Sulfat untuk dapat mengeringkan ester yang mana kami melakukan selama 30 mnt. Setelahnya campuran disaring untuk mendapatkan filtrate dan dilakukan pemanasan pada filtratnya dan dilakukan ulang destilasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

    Faktor yang dominan agar menunjang keberhasilan percobaan tersebut:
    a. Jika suhu semakin meninggi akan banyak energy digunakan untuk mendekati energy aktifasi.
    b. Proses destilasi , jika destilasi pertama gagal makan harus mengulang proses dari awal kembali.
    c. Proses pemisahan ester menggunakan corong pisah juga memperngaruhi keberhasilan pada percobaan.
    d. Pengadukan pada larutakan pada tahapa eseterifikasi
    e. Katalis yang digunakan akan menentukan keberhasilan, jika katalis yang digunakan tidak sesuai atau berkaitan dengan asam metil salisilat maka percobaan bisa saja gagal dilakukan

  9. NAMA : WULAN SARI BAKARA
    NIM : RSA1C117008
    JAWABAN : : untuk mendapatkan hasil rendemen yang tinggi dalam percobaan pembuaatan senyawa organic ester metik salisilat ( minyak gandapura ) adalaah dalam percobaan ini terjadi reaksi esterifikasi yang merupakan reaksi dimana asam karboksilat dengan alcohol menghasilkan ester dan air ,secara sintesis dapat diperoleh dengan mereaksikan asam salisilat dengqan alcohol sampai mencapai titik kesetimbangan .untuk mempercepat reaksi ini diperlukan asam sulfat pekat sebagai katalisator dan dibantu dengn pemaasan.Setelah terbentuk larutan didapatkan lapisan ester, maka Alirkan lapisan ester (lapisan bawah) kedalam Erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan jenuh NaHCO3 sampai bebasasam tambah anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat selama 30menit, saring dan filtratnya langsung ditampung dalam labu destilasi, kemudian destilasi diatas penangas air. Sedangkan NaHCO3 nya itu sendiri untuk menarik zat pengotor dan dimaksudkan untuk menetralkan kelebihan asam ataupun sisa asam setelah reaksi berlangsung.Setelah larutan di destilasi maka akan tercium bau khas seperti balsam, maka saat itu kita catat suhu pada waktu destilat ditampung dan terbentuk minyak gandapura. Tetapi jika suhu masih jauh dibawa titik didih metil salsilat 115oC kita murnikan kembali pada metli salisilat yang ditampung dengan mendestilasi lagi, kemudian periksa indeks bias metil salisilat yang murni ini.
    Faktor faktor yang sangat mempengaruhi dan yang paling dominan menentukan keberhasilan sintesis ester metil salisilat adalah yang pertama faktor katalisator dengan menggunakan asam kuat untuk mempercepat reaksi itu dan mudah mendapatkan kesetimbangan . Faktor yang kedua adalah pemanasan, faktor pendinginan yang menggunakan refluuks karena suhu mempengaruhi reaksi ini . karena reaksi yang berlangsung oada suhu tinggi berpengaruh pada percobaan ini. Selajutnya faktor destilasi yaitu pemisahan untuk mendaptkakan filtrate yang baik.
    Faktor faktor ini yang sangat mempengaruhi hasil percobaan ester metil salisilat .

  10. Murni Maria Simanjuntak

    Nama : Murni Maria Simanjuntak
    Nim : RSA1C117009

    4. Perlu diketahui sebelumnya bahwa untuk membuat minyak gandapura ini dengan mereaksikan asam salisilat dan alcohol yang primer atau methanol dan hasil yang didapat dari reaksi antasa asam salisilat dan alcohol dan dibantu H2SO4 hasilnya berupa ester reaksi ini dinamakan reaksi esterfikasi. Setelah proses esterifikasi ini ialah proses destilasi kemudian dilakukan pengocokan pada corog pisah ini, ada perlakuan yang harus sangat diperhartikan ialah pada saat mendiamkan campuran yang sudah dikocok dalam corong pisah akan membentuk 2 lapisan. Lalu untuk mengeringkan asam salisilat ini menambahkan NaHCO3. Lalu didestilasi lagi untuk kedua kalinya dan terakhir pada tahap ini ialah pendinginan untk menghasilkan minyak gandapura. Kesimpulan untuk mendapat kan hasil atau rendeman yang banyak, saya dapat dalam percobaan pembuatan senyawa organic ester metil salisilat (minyak gandapura) ini ialah adalag dengan menambahkan pereaksinya saja sebeb reaksi ini bersifat bolak-balik atau reversible.
    Dan saat melakukan praktikum ini hal yang dapat saya simpulkan untuk factor yang mempengaruhi yang paling dominan adalah Proses pemisahan campuran setelah dikocok dengan coronog pisah. Kemudian factor yang kedua itu adalah proses destilasi.

  11. NAMA : SITI MUNAWAROH
    NIM : RSA1C117003

    4. Untuk membuat rendeman yang tinggi kita menggunakan katalisator berupa asam sulfat pekat, reaksi yang terjadi esterifikasi yang merupakan reaksi bolak-balik.
    Pada saat pencampuran asam salisilat, methanol dan asam sulfat pekat kita lakukan dengan cara di refluks selama 1,5 jam. Pada saat methanol habis terdestilasi kita pindahkan kedalam corong pisah setelah di kocok dengan kuat makan terbentuk 2 lapisan . pisahkan lapisan natrium salisilat dan air sehingga yang tersisa adalah metil salisilat. Untuk berada pada keadaan bebas asam maka di tambahkan NaHCO3, dan mengeringkan ester metil salisilat kita menggunakan anhidrida magnesium sulfat. Kegunaan dari NahCO3 yaitu menarik zat pengotor dan digunkan untuk menetralkan kelebihan asam selama terjadi reaksi.
    Faktor yang menentukan keberhasilan yakni :
    1. Proses refluks
    2. Katalisator yang digunakan
    3. Suhu pada saat pemanasan
    4. Pengocokan
    5. Pendinginan
    6. Proses destilasi penambahan larutan NaHCO3 yang digunakan menghilangkan zat pengotor

  12. Nama : Habib Wijaya
    NIM : RSA1C117007

    Dalam pembuatan ester metil salisilat atau lebih dikenal dengan nama minyak Gandapura melalui reaksi esterifikasi. Reaksi esterifikasi ini sendiri merupakan reaksi yang dapat kembali ke bentuk awal (reversibel), jadi agar bisa menghasilkan rendemen yang tinggi kita bisa melakukan suatu reaksi penambahan suatu pereaksi, kemudian suhu harus di jaga agar konstan tidak boleh menlebihi 65 derajat Celcius, jika lebih dari suhu tersebut maka metil salisilat akan bercampur dengan metil salisilat selama proses destilasi dilakukan.dan selain itu agar mendapatkan rendemen yang tinggi kita juga juga harus teliti dalam menganalisis dan juga teliti pada proses rekristalisasi dengan begitu semakin banyak rendemen yang didapatkan.
    Faktor-faktor yang dominan dalam mensintesis ester metil salisilat yang pertama adalah proses pemisahan dua fasa. Kedua, faktor yang harus di pertimbangkan adalah kesetimbangan dari rekasi ini sendiri, kontrol kesetimbangan berhubungan dengan kontrol suhu dengan pemanasan. Ketiga adalah faktor pendinginan atau refluks, dan ke empat adalah destilasi yaitu pemisahan untuk mendapatkan filtrat ester metil salisilat yang baik. faktor-faktor lain yang juga sangat berpengaruh secara dominan terhadap keberhasilan sintesis Ester metil salisilat ini yaitu ketelitian dan juga keterampilan dari praktikan itu sendiri.

  13. 4. NIM : RSA1C117004
    NAMA : MISNAWATI
    Untuk dapat menghasilkan rendemen yang tinggi dari Ester metil salisilat kita dapat mebuatnya dengan cara kita menggunakan bahan utama yaitu asam salisilat dengan ditambahkan methanol dan sedikit asam sulfat pekat. Dimana kita pada tahap ini kita melakukan reaksi esterifikasi pada bahan tersebut. Dikocok dan didiamkan selama 1,5jam. Lalu bahan ini kita lakukan destilasi asar dapat memisahkan methanol pada percampuran tesebut dan dinginkan. Selanjutnya kita masukkan kedalam corong pisah dang kocok kuat sehingga larutan yang ada didalamnya membentuk dua lapisan dimana lapisan lapian bawah adalah ester. Maka lapisan bawah tersebut kita lakukan penambahan NaHCO3 dan anhidrat magnesium agar tebebas dari asam-asam yang mengikatnya setelah itu kita keringkan selama 30 menit. Setelah itu kita lakukan uji pembuktian kebenaran ester metil salisilat yang mana titik leleh mendekati 115 drajat. Dan kita mendapatkan 111 drajat dan hasil destilasinya berwarna larutan bening dan berbau seperti balsam.
    Factor yang mempengaruhinya :
    a Pemisahan pada saat detilasi
    b Pemisahan dengan menggunakan corong pisah dan pengocokan
    c Temperatur
    d Pembebasan hasil sampel dari asam-asam
    e Penggunaan larutan jenuh dan pengeringan.
    f Katalistator.
    g Pendinginan

  14. OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO

    NAMA:OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO
    NIM: RSA1C117010
    4. Pada pembuatan ester metil salisilat untuk menghasilkan rendemen ynag tinggi dapat dilakukan mereaksikan asam salisilat dengan methanol akan mengalami reaksi esterifikasi seperti pembuatan aspirin bedanya pada percobaan ini menggunakan asam asetat. Pada reaksi esterifikasi perlu dilakukan penambanhan asam kuat berupa asam sulfat untuk mempercepat terjadinya reaksi karena reaksi ini terjadi pada suhu kamar.
    Untuk menghasilkan minyak gandapura dilakukan melarutkan 28 gr asam salisilat dengan methanol 81 ml dan ditambahkan asam sulfat pekat, penambahan asam ini dilakukan untuk mempercepat reaksi. Kemudian larutan tersebut didestilasi unutk menghilangkan ethanol pada larutan tersebut dan dibiarkan dingin.pemisahan dari pada saat destilasi harus dilakukan dengan hati hati supaya tida terjadi pencampuran hasil destilasi dengan larutan yang didestilasi. Setelah dingin dituangkan kedalam corong pisah untuk melakukan pemisahan. Pendinginan dilakukan dengan cara teknik bolak balik pada saat destilasi. Setelah itu dipisahkan lapisan yang terbentuk yang diambil adalah lapisan bawah. Yang mana lapisan bawahnya adalah ester. Selanjutnya dlakukan penambahan magnesium sulfat untuk menghilangkan asam pada larutan tersebut dan sebagai pengering ester salisilat selama 30 menit. Setelah itu filtrate yang terbentuk disaring dan dimasukkna kedalam labu destilasi dan dilanjutkan dengan proses destilasi kembali. Pada saat didestilasi tercium aroma khas minyak gandapura seperti aroma balsam dan tidak lupa destilat hasil destilasi ditampung dan dicatat suhunya yaitu 115 derajat celcius.
    Faktor yang mempengaruhi adalah pemisahan larutan dari corong pisah dan pada saat destilasi, pengocokan, temperature, pemilihan katalisator, dan pendinginan.

  15. widya aria ningsih

    Nama: WIDYA ARIA NINGSIH
    NIM: RRA1C117001
    4.Untuk percobaan ini dengan mereaksikan asam salisilat ,metanol dan asam sulfat pekat sekaligus,perlakuan selanjutnya dengan merefluknya selama 1,5 jam tujuannya campuran tersebut agar cepat dingin,selanjutanya dengan destilasi dan dipisahkan dalam corong pemisah dengan menambahkan sekitar 250 ml H2O,dimana terbentuk 2 lapisan cair.Kemudian lapisan bawah tadi ditambahkan larutan NaHCO3 sampai bebas asam dan tambahkan magnesium sulfat utnuk mengeringkan lapisan bawah tadi yaitu eter .kemudian saring dan filtatnya ditampung dalam labu destilasi dan perlakuan selanjutnya proses destilasi,yang hasil dari destilasi ini berupa cairan timbulnya bau yang khas seperti balsem.Untuk menghasilkan rendem yang tinggi digunakan katalis berupa asam kuat agar terjadinya kesetimbangan reaksi dibantu dengan pemanasan sesuai titik didih.Faktor keberhasilan dari percobaan ini yaitu destilasi,pemanasan,temperatur,titik didih,katalis berupa asam kuat,esterifikasi dan pemisahan.

Tinggalkan Balasan ke Endah Sulityawati. Ryt Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme