Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

UJIAN MID SEMESTER REGULER B 2018 KIMIA ORGANIK II

UJIAN TENGAH SEMESTER
MATAKULIAH : KIMIA ORGANIK II
DOSEN : Dr. Syamsurizal, M.Si
KELAS : Reguler/online
HARI/TANGGAL : Senin, 9 Desember 2020
WAKTU : 20.00 -10.0 WIB

Petunjuk:
1. Anda diizinkan membuka buku, laptop atau akses internet TETAPI ANDA DILARANG MENCONTEK JAWABAN TEMAN ANDA dan juga terlarang mengcopy Informasi yang anda akses di google, yahoo dsb. Bila terbukti diketahui dimana indeks similirity-nya melebihi 10% maka anda dinyatakan GAGAL dalam matakuliah ini.
2. Anda harus menjawab secara berutan, satu soal paling lama 30 menit. Keterlambatan upload jawaban menjadikan anda bisa gagal pada ujian ini.

 

2. Berdasarkan hasil reaksi soal No.(1) jelaskan bagaimana caranya sehingga anda dapat menentukan dan memastikan stereokimia dari senyawa hasil sintesis tersebut dengan benar (Bobot 25).

Updated: Maret 9, 2020 — 20:30

28 Comments

Add a Comment
  1. DEWI MARIANA ELISABETH LUBIS

    NAMA : DEWI MARIANA ELISABETH LUBIS
    NIM : A1C118029

    2. cara yang saya lakukan untuk menentukan dan memastikan stereokimia dari senyawa hasil sintesis tersebut dengan benar ialah dengan:
    Saya dapat memastikan hasil reaksi yang saya buat telah memenuhi kaidah kiralitas yang mana kiralitas sebagai penentu dalam stereokimia. Kiralitas ialah dimana atom C mengikat 4 gugus yang berbeda pada reaksi yang saya buat, atom C kiralnya mengikat gugus etil, metil, hydrogen dan alkil halide yang mana posisi alkil halide tersebut digantikan oleh gugus –OH.

  2. DESTI RAMADHANI

    2.DESTI RAMADHANI (A1C118010)
    Hasil dari reaksi nomor 1 tadi cara menentukan stereokimianya dapat dengan cara melihat hasil terlebih dahulu kemudian menentukan konfigurasi dan tata namanya penataan hasil yang terbentuk dari reaksi 2-bromooktana kemudian kita bisa melihat konfigurasinya misalkan seperti R/S dan mencara tata namanya tadi sehingga kita bisa melihat pentaan ruang 3 dimensi nya apakah searah dengan jarum jam atau melawan jam .

  3. FIRDA OETARY (A1C118021)
    2. Tadi sudah didapatkan hasil reaksi
    CH2-CH-Br OH CH2CH(OH) + Br
    Untuk stereokimianya kita dapat melihat baha atom C mengikat 4 atom yang berbeda , dimana atom yang diikat petama oleh C yang ditengah sebagai atom pusat yaitu metil (CH2) terus yang kedua itu adalah atom H , yang ketiga itu adalah gugus OH , dan yang satu lagi itu seharusnya atom H juga. Dimana kita ketahui bahwa stereokimia adalah suatu cara atau penataan suatu molekul/atom yang berada disebelah kiri maupun kanannya , ini bisa disebut dengan kiralitas suatu senyawa dimana atom karbon yang menjadi pusatnya itu mengikat 4 atom/gugus yang berbeda.

  4. Risa Novalina Ginting

    Nama : Ris Novalina Ginting
    Nim : A1C118070
    Cara yang saya lakukan adalah dengan akita ketahui stereokimia itu mempunyai rumus molekul yang sama sedangkan susunannya berbeda. Dan dalam stereokimia ada yang namanya senyawa kiral, jadi reaksi tersebut kita lihat apakah reaksi tersebut kiral atau tidak kiral,dimana kiral itu sendiri adalah molekul yang mengikat atom atom karbon dengan 4 gugus yang berlainan.
    Terimakasih

  5. Dewi Mariana Elisabeth Lubis

    NAMA : DEWI MARIANA ELISABETH LUBIS
    NIM : A1C118029

    2. cara yang saya lakukan untuk menentukan dan memastikan stereokimia dari senyawa hasil sintesis tersebut dengan benar ialah dengan:
    Saya dapat memastikan hasil reaksi yang saya buat telah memenuhi kaidah kiralitas yang mana kiralitas sebagai penentu dalam stereokimia. Kiralitas ialah dimana atom C mengikat 4 gugus yang berbeda pada reaksi yang saya buat, atom C kiralnya mengikat gugus etil, metil, hydrogen dan alkil halide yang mana posisi alkil halide yang mana saya mengambil atom Flouro dan alkil Halida tersebut digantikan oleh gugus –OH.

  6. DESTI RAMADHANI

    desti ramadhani (A1C118010)
    2.Hasil dari reaksi nomor 1 tadi cara menentukan stereokimianya dapat dengan cara melihat penataan hasil yang terbentuk dari reaksi 2-bromooktana kemudian kita bisa melihat konfigurasinya misalkan seperti R/S dan mencara tata namanya tadi sehingga kita bisa melihat pentaan ruang 3 dimensi nya apakah searah dengan jarum jam atau melawan jam .

  7. Jony Erwin situmorang

    jony erwin (098)

    2. yang pertama dengan mengetahui dari mana arah serangan nukleofil mendekati substrat kemudian yang menghasikan konfigurasi inversion dipusat stereogenik. Posisi ikatan nukleofil dalam produk selalu pada sisi berlawanan relatif terhadap leaving group pada bahan awal.

  8. Nama : Kelantan
    NIM : A1C118023
    Email : kelantangemini@gmail.com

    2. Untuk hasil reaksi dari blog saya, yaitu:
    -OH + C2H5Br  C2H5OH + Br-
    dimana, -OH sebagai nukleofil dan C2H5Br sebagai substrat sehingga dihasilkan suatu produk C2H5OH + Br-. –OH menyerang ikatan C-Br yang menyebabkan terpisahnya Br dari ikatan dan –OH berikatan dengan atom C sehingga terbentuknya ikatan C-OH. Hal ini didasari oleh saat nukleofil dan substrat (pereaksi) berubah menjadi produk, maka keadaan tersebut pada keadaan transisi yang memiliki energi potensial yang tinggi dari energi pereaksi/produk. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa sintesis tersebut benar dan sesuai dengan prinsip reaksi SN2.

  9. FIRDA OETARY (A1C118021)
    Tadi sudah didapatkan hasil reaksi
    CH2-CH-Br OH CH2CH(OH) + Br
    Untuk stereokimuanya kita dapat melihat baha atom C mengikat 4 atom yang berbeda , dimana atom yang diikat petama oleh C yang ditengah sebagai atom pusat yaitu metil (CH2) terus yang kedua itu adalah atom H , yang ketiga itu adalah gugus OH , dan yang satu lagi itu seharusnya atom H juga. Dimana kita ketahui bahwa stereokimia adalah suatu cara atau penataan suatu molekul/atom yang berada disebelah kiri maupun kanannya , ini bisa disebut dengan kiralitas suatu senyawa dimana atom karbon yang menjadi pusatnya itu mengikat 4 atom/gugus yang berbeda.

  10. DENORA SITUMORANG

    DENORA SITUMORANG(A1C118056)

    SOAL NO.2

    cara dalam penentuan stereokimia dalam reaksi :
    CH3-CH2-CH2-CHBr-CH3

    jika senyawa alkil halida diatas mengalami reaksi SN2 maka untuk mengetahui apakah hasil sintesis tersebut benar dengan cara yang akan mengalami gugus pergi adalah Br dan atom karbon yang telah kehilangan gugus halogen akan berikatan dengan nukleofil(gugus datang) yang menyerangnya

    CH3-CH2-CH2-CHO-CH3

    seperti reaksi diatas maka karbon C yang awalnya mengikat halogen Br akan berikatan dengan gugus datang dan didapatkan hasil seperti yang sudah saya berikan diatas. juga kita dapat mengetahui apakah modifikasi dari struktur diatas kita dapat mengetahuinya dengan jumlah atom karbonnya(hasil reaksi) akan berjumlah sama sdengan jumlah struktur awalnya.

  11. NAMA : VIKA SEPUTRI
    NIM : A1C118086

    2. Pada pereaksi ini akan diubah menjadi produk, lalu harus melewati suatu keadaan antara yang sering disebut dengan keadaan transisi yang memiliki energi potensial yang tinggi dibanding dengan energi pereaksi atau produk. Karbon juga sebagian terikat pada nukleofil yang masuk dan halida yang pergi menjadi keadaan transisi. Karena keadaan transisi melibatkan dua partikel yaitu NU- dan RX(Cl,Br,I).

  12. m. rizki dwi putra

    Nama : M. Rizki Dwi Putra
    NIM : A1C118006
    Stereokimia reaksi dari SN2 dilihat dari letak gugus halide pada reaksi, dimana letak gugus sebelum dan sesudah reaksi berubah. Ini menunjukkan bahwa produk hasil reaksi SN2 menghasilkan produk stereokimia yaitu stereospesifik. Yakni gugus halide yang mana ikatan klorida terputus dikarenakan substrat yang bereaksi, maka dari itu produk hasil reaksi sn2 perlu penataan ulang agar gugus halide dapat tertata. Reaksi dapat dilihat pada blog saya https://dwikputraaa.blogspot.com/2020/02/mekanisme-reaksi-substitusi-nukleofilik.html

  13. Hasil nomor 1 yang saya buat akan menghasilkan metanol . Stereokimia yang terjadi ialah bahwa pertama ikatan CH3-I akan terputus. Kemudian CH3 yang terputus akan bermuatan positif dan akan menyerang nukleofilik -OH . CH3+ dan -OH bergabung membentuk metanol. Kemudian I yang terlepas disebut gugus lepas . Ikatan CH3 -I ini dikatakan polar karena terdapat gugus I yang merupakan anggota dari senyawa halogen yang memiliki keelektronegatifan tinggi. Pada reaksi substitusi nukleofilik yang saya buat tersebut, nukleofilik -OH menyeraang bagian belakang atom metil iodida, metil iodida ini berubah menjadi metil saja karena iodin telah lepas. Pada reaksi ini, metil halida yang saya ambil CH3-I diubah menjadi alkohol dengan direaksikan dengan nukleofilik -OH.

  14. SUSILAWATI
    A1C118091

    Dari hasil reaksi pada no 1 tadi dapat di dapatkan hasil reaksinya yaitu 2 Bromo butana karena pada stereokimia karena pada reaksi tersebut memiliki ikatan rangkap 2 butana yaitu memiliki dia isomer yang memiliki dua gugus fungsi dan memiliki gugus metil pada sisi yang berlawanan

  15. Nama : Khusnul Khotimah
    Nim : A1C118039
    Berdasarkan pada link ini https://khusnulkhotimahh123.blogspot.com/2020/03/uts-kimor.html
    Dalam menentukan agar suatu produk menjadi stereokimia tidak dapat dilakukan dikarenakan reaksi ini telah jelas dikatakan stereokimia. Dikatakan bahwa produk yang dihasilkan pada reaksi ini telah jelas termasuk stereokimia dimana pada reaksi ini telah terdapat atom karbon C yang mengikat 4 gugus yang yang berbeda yakni OH, H, CH2CH3, dan CH2CH2CH3. Dan reaksi tersebut dapat bergerak dalam tiga dimensi sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini termasuk stereokimia.Dan reaksi tersebut dapat diputar yang mana sehingga produk pada reaksi ini merupakan produk konfigurasi S, dan dapat diputar 180 derajat menjadi produk konfigurasi R.

  16. 2. ERMA JOHAR A1C118031
    ini link untuk jawaban gambar nomor 2 https://ermajohar08.blogspot.com/?m=1
    cara saya menentukan dan memastikan stereokimia dari senyawa tersebut , dari senyawa tersebut dapat dibuat bahwa c nya itu mengikat 4 tangan atau 4 gugus yang beda, yang dimana bisa dibuat tata nama E dan Z nya , dan juga bisa dibuat konfigurasi R dan S nya . da juga senyawa ini tidak tumpang tindih sehingga merupakan stereokimia.

  17. BELLA VERONICA SIMANJUNTAK
    A1C118095
    Cara saya untuk menentukan dan memastikan stereokimia adalah dengan melakukan pemutaran dari pada reaksi yang sudah saya buat itu menggunakan konfigurasi R dan S, dipastikan dimana mengikat 4 gugus senyawa yang berbeda, dan membuat senyawa tersebut agar tidak tumpang tindih. sehingga di dapatlah stereokimianya.

    link dibawah ini https://bellaveronica84.blogspot.com/2020/03/blog-post_9.html

  18. Dari reaksi (s)1 fenil 2 propanol dimana alfanya itu +33,0 derajat ditambah dengan Cl-SO2 nya itu berikatan dengan metil Benzena yang dimana pada saat menghasilkan dimana di atas panah hasilnya itu (–>) ada piridina yang pada suhu 25 derajat itu menhasilkan
    (s)1-metil-2-feniletil tosilat dimana alfanya +31,1 derajat di tambahkankankan dengan nitro benzena cl-..
    penjelasannya…
    caranya.
    pada saat (s)-1-fenil-2-propanol bereaksi dengan Cl-SO2 metil benzena,Unsur O langsung kita reaksikan dengan SO2 pada saat (S)-!-Fenil-2-propanol bereaksi dengan Cl-SO2 metil benzena dimana adanya pengaruh piridina pada suhu 25 derajat dan di hasilkanlah (s)-1-metil-2-feniletil tosilat ditambah (Benzena)-N-H Cl min (-).
    dsn menurut saya ini benar

  19. nama : nur khalishah (A1C118052) jawaban nya terdapat pada blog saya yakni https://nurkhalishah052.blogspot.com/?m=1
    dimana salah satu atom nya dirubah menjadi Cl sehingga senyawa tersebut dapat memiliki stereokimia dari senyawa nya . dan hasil reaksi ini dapat diputar atau sehingga yang awal nya itu memiliki konfigurasi awal nya R(kanan) akan berubah menjadi s(kiri).dimana peristiwa ini disebut juga dengan suatu peristiwa inversi walden

  20. Wafiqah Alvia Ramadhani

    2.
    NAMA : WAFIQAH ALVIA RAMADHANI
    NIM : A1C118047
    Saya akan menjawab pertanyaan ini, senyawa stereokimia sudah di cantumkan pada blog saya (https://wafiqahalvia18.blogspot.com/2020/03/jawaban-kimia-organik-ii-no-2.html ) . cara saya dapat menentukan dan memastikan stereokimia dari senyawa hasil sintesis tersebut dengan benar adalah senyawa ini tidak tumpang tindih artinya ini adalah senyawa kiral. menentukan pemberian nama senyawa pada ikatan rangkap yang mempunyai gugus fungsi lebih dari satu dengan menentukan prioritas tertinggi, pada senyawa ini mengikat 4 gugus fungsi berbeda sehingga dapat di tentukan system E dan Z nya. Setelah itu senyawa ini dapat ditentukan konfigurasi R/S nya. Jadi, senyawa pada no 01 ini merupakan senyawa stereokimia.

  21. yupita sri rizki

    2.NAMA:YUPITA SRI RIZKI
    NIM :A1C118071
    https://yupitasririzki12.blogspot.com/2020/03/ujian-kimia-organik-ii-soal-2.html
    pada link di atas dapat kita lihat bahwa senyawa diatas untuk menentukaan reaksi ini kiral maka saya menambahkan CH3,dimana reaksi ini tidak dapat bertumpang tindih,senyawa ini juga bisa membentuk bayangan cermin,selain itu raksi ini bisa kiral apabila dia asimetris.dan bisa diputar denga konfigurasi S dan R.apabila dia berputar searah jarum jam maka R apabila berlawanan maka S

  22. 2. Dalam persamaan reaksi tersebut terdapat dua arah penyerangan yaitu dari depan dan dari belakang, karbon positif hanya terikat pada a gugus saja. Hibridisasi sp2 dan juga berbentuk planar itulah yang dipunyai karbon positif. Didalam persamaan reaksi juga telah dipaparkan bahwa masing-masing penyerangan mempunyai 50% peluang itulah yang disebut rasemik. dan ketika ketiga gugus pada karbon dalam persamaan reaksi yang berubah menjadi ratadidalam keadaan transisi saat itulah nukleofil menyerang dari dua arah (belakang dan depan). Dan juga kita harus tau pengertian dari kiralitas itu apa supaya kita bisa membenarkan bahwa reaksinya itu senyawa yang kiral. Maksud kiral disini adalah yang mengikat 4 atom yang berbeda.

  23. 2. Nama : Nabilah Zahrah
    NIM : A1C118026

    pada reaksi pada link dibawah ini
    https://nabilahzahrah22.blogspot.com/2020/03/persamaan-reaksi-uts-kimia-organik-ii.html

    bisa kita merubah menjadi kiral dengan link dibawah ini:
    https://nabilahzahrah22.blogspot.com/2020/03/jawaban-uts-kimia-organik-11-nomor-2.html

    disini bisa kita liat untuk membuat reaksi pada nomor 1 menjadi kiral kita bisa menambahakn pada reaksi diatas halogen yang lainnya yaitu disini saya menambahkan Flour. pada senyawa kiral diatas bisa kita membuat menjadi bayangan cerminnya. dan reaksi ini atom C mengikat 4 atom yag berbeda yaitu H, Br, F, dan C2H5. reaksi diatas tidk bisa ditindihkan dan juga merupakan asimetris. pada senyawa ini bia kita membuat konfigurasi absolutnya.

  24. NAMA : NURHALIMAH
    NIM : A1C118024
    KELAS : REG B
    2. berdasarkan no 1 untuk dapat menentukan stereokimia dari senyawa 2 bromo butana dengan benar adalah dengan memastikan dulu nukleofil yang digunakan berdasarkan no 1 diatas nukleofil yang saya gunakan adalah alkohol atau OH . dimana pada laju reaksi SN2 diatas laju reaksi nya bergantung pada konsentrasi nukleofili maupun substrat yang kita gunakan. Dimana seperti yang kita kertahui bersama bahwa reaksi akan berlangsung cepat jika gugus alkilnya adalah metil atau primer. Selain itu cara saya memastikannya adalah dengan reaksi tersebut apakah terjadi atau tidak reaksi inversi pada pusat atom C. dan memastikannya dengan melihat reaksi tersebut berjalan satu langkah. Dimana terjadi perubahan tata ruang pada atom karbon, ketika nukleofilik yaitu OH dari arah yang berlawanan dari ion halida.

  25. Nama : Nadiya Qotrunnada Tohiri
    NIM : 073

    Jawab
    ga,bar ada di link blok saya
    https://nadiyaqotrunnadatohiri073.blogspot.com/2020/03/blog-post_9.html

    cara memastikan senyawa ahasil sisnteis stereokimia tersebut benar, dimana molekul tersebut adalah kiral. karena sudah mengikat empat gugus yang sama. dan kemudian berikatan dengan basa kuat dimana yang di gnakan pada sistess ini adalah OH. dan apa sentesis ini tidaak terjadi tumpang tindih. yang saya gunakan adalah n-floro-butana. kemudian berpengarauh puala konfigurasi R dan S pada sisntesis stereokimia ini.

  26. Nama: Ermawati
    Nim: A1C118002
    Pada reaksi nomor satu tersebut bisa dipastikan bahwa reaksi tersebut benar karena pada prinsipnya SN2 tersebut nukleofil akan bertumbukan dengan energi potensial yang tinggi sehingga ketika nukleofil menyerang dari belakang,dan alkil halida ( ikatan dengan gugus lepas) mulai putus secara serentak dengan masuknya nukleofil, pada saat reaksi akan berlajut ikatan nukleofil dan karbon terbentuk dan ikatan karbon dan gugus lepas akan putus. Gugus lepas ini akan mengambil elektron ikatannya.sehingga terbentuklah produk yang stabil.

  27. Zulia Nur Rahma

    Nama : Zulia Nur Rahma
    NIM : A1C118048

    Nukleofil akan bertumbukan dengan energi potensial yang tinggi sehingga gugus alkil halida dapat lepas dalam waktu yang bersamaan nukleofil mengikat kembali atom karbon-hidrogennya. Gugus yang lepas menarik elektron ikatan karbon sehingga terjadi pemutusan pada ikatan heterolitiknya. Dimana Tumbukan ini terjadi tepat pada posisi yang berlawanan dengan alkil halidanya. Sehingga dari proses tersebut produk yang dihasilkan yaitu suatu senyawa yang stabil dan nukleofil (alkil halida)nya.

  28. Jony Erwin Situmorang

    Jony Erwin
    (098)

    2. Posisi ikatan nukleofil dalam produk selalu pada sisi berlawanan relatif terhadap leaving group pada bahan awal. kemudian dengan mengetahu dari mana arah serangan nukleofil ke substrat, kedua nukleofil menyerang dan leaving group lepas dengan muatan negatif parsial

Tinggalkan Balasan ke Nurhalimah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme