Syamsurizal

頑張れば 難 でも できる

Soal Ujian Akhir Smester (UAS)

Matakuliah                : Praktikum Kimia Organik I

Dosen Pengampu  : Dr. Syamsurizal, M.Si

Beban SKS              : 2 SKS

Waktu                        : Kamis, 9 Mei 2019 dari pukul: 14.00 sd 16.00 W

 

PETUNJUK:

Ujian ini dilakukan secara online, anda tidak diperkenankan menjiplak jawaban anda dari manapun sumbernya. Bila TERBUKTI MENJIPLAK, ANDA DIPASTIKAN GAGAL PADA MATAKULIAH INI

 

1. Pada percobaan keisomeran geometri anda telah melakukan transformasi asam maleat menjadi asam fumarat:

A. Jelaskan bagaimana anda dapat membuktikan adanya asam maleat pada buah apel yang anda gunakan dalam praktikum

B. Jelaskan pula bagaimana anda dapat membuktikan bahwa asam fumarat berhasil terbentuk berdasarkan kondisi percobaan yang anda lakukan.

C.  Jelaskan proses kimia yang terjadi pada perubahan orientasi gugus fungsi dari trans menjadi cis pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat

Updated: Mei 9, 2019 — 06:59

36 Comments

Add a Comment
  1. Yuyun Ernawati

    Nama : Yuyun Ernawati
    Nim : A1C117063

    a. menurut saya kita dapat membuktikan adanya asam maleat pada buah apel yaitu dengan ditandai dengan berubahnya warna pada apel pada saat setelah kita kita kupas atau kita gigit, yaitu berubah warna menjadi berwarna coklat dan lama-kelamaan akan menghitam.
    b. yaitu dengan berubahnya warna pada sampel apel pada saat setelah direfluks, yaitu berubah warna menjadi coklat tua dan kemudian menghitam.
    c. pada proses perubahannya yaitu pada saat proses penjenuhan yang dilakukan setelah sampel apel disaring, dimana apel sampel yang semula dalam proses pemanasan mempunyai gugus fungsi trans, namun setelah dijenuhkan akan kembali lagi menjadi gugus fungsi cis.
    dan sebaliknya pada saat sampel belum dipanaskan mempunyai gugus fungsi cis kemudian dipanaskan berubah menjadi gugus fungsi trans.

  2. Seprida Anjelina Tarigan

    Seprida Anjelina Tarigan (051)
    A. Pada percobaan keisomeran geometri asam maleat diambil dari ekstrak apel hijau yang didalam apel hijau tersebut terkandung asam maleat yang ditandai dengan rasa asam dan seperti sifat asam maleat larut dalam air dan ekstrak asam maleat itu juga larut dalam air maka dapat dikatakan bahwa asam maleat ada didalam apel hijau tersebut.
    B. Jika terbentuk kristal maka asam fumarat berhasil terbentuk tetapi didalam percobaan yang kami lakukan asam fumarat tidak terbentuk karena kristal tidak terbentuk pada saat dijenuhkan.
    C. Asam maleat dan asam fumarat memiliki rumus molekul yang sama dan memiliki ikatan rangkap. Pada saat penambahan HCl ke dalam ekstrak apel hijau maka ikatan rangkap asam maleat tersebut berubah menjadi ikatan tunggal kemudian atom H terprotonasi yang mengakibatkan ikatan rangkapnya terbentuk kembali dikarenakan ikatan tunggalnya mengalami rotasi.Pada asam maleat berada pada posisi cis sedangkan asam fumarat berada pada posisi trans. Maka perubahan asam maleat ke asam fumarat terjadi perubahan isomernya dimana dari cis menjadi trans.

  3. novela melinda

    A.saat pertama apel di kupas, kemudian apel tersebut menghitam dikarenakan teroksidasi dengan oksigen. hal itu membuktikan bahwa apel mengandung asam maleat yang bisa teroksidasi dengan oksigen. kemudian asam maleat akan teradisi ketika penambahan asam klorida dan terjadi resonansi sehingga ikatan rangkap terbuka dan kemudian ikatan bertukar pasangan sehingga menjadi ikatan trans atau menjadi asam fumarat. kemudian bila ada kandungan asam maleat maka ekstrak tersebut akan memutih ketika direfluks sehingga terbentuk kristal asam fumarat saat dijenuhkan dengan es batu.
    B. bukti bahwa asam fumarat terbentuk yaitu ketika direfluks maka sampel akan terjadi bumping atau meledak-ledak hingga mengenai kondensor lalu sampel berubah menjadi putih susu setelah selesai direfluks. kemudian suhu yang dihasilkan saat proses pemanasan juga tidak akan melebihi titik didih asam fumarat.
    C. asam maleat mengandung ikatan cis dimana gugus -COOH dan -H berposisi sejajar dengan pasangannya. kemudian saat dicampurkan dengan HCl maka ikatan rangkap pada asam maleat akan terputus sementara dan posisi gugus juga berubah, sehingga ikatan asam maleat ini diadisi oleh asam klorida dan terbentuk ikatan trans asam fumarat dimana gugus -COOH dan -H berada bersebrangan dengan pasangannya.

  4. A. Adanya asam maleat dalam apel yang digunakan dalam praktikum dapat dibuktikan dengan cara apel yang akan kita gunakan kita ekstrak terlebih dahulu. kemudian ekstraknya kita larutkan dalam air. Jika ekstrak buah apel tersebut larut dalam air, berarti apel yang digunakan ketika praktikum mengandung asam maleat.

    B. Asam fumarat berhasil terbentuk apabila hasil yang didapatkan setelah ekstrak apel yang mengandung asam maleat direfluks kemudian ditambahkan HCl akan membentuk kristal. Nah, kristal yang dihasilkan itulah yang mengandung asam fumarat.

    C. Pada perubahan asam maleat menjadi asam fumarat, proses perubahan gugus fungsi dari trans menjadi cis melalui proses kimia yaitu dengan cara menambahkan HCl untuk mengubah ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal.

  5. brezza fitri noventi

    brezza (055)
    a. untuk membuktikan adanya asam maleat pada apel yang pertama kita harus mengambil ekstraknya terlebih dahulu kemudian mengedintifikasi dengan cara destilasi agar dapat mengambil larutan yang diinginkan tanda bahwa larutan tersebut ada asam malet adalah aapabila larutan tersebut dapat arut di air
    b.seharusnya apabila kristal asam fumarat terbentuk bila kita larutkan dalam air maka asam tersebut tidak larut dan ketika diuji titik lelehnya dengan mpa atau manual maka titik lelehnyaa sekitar 130 derajat – 139 derajat
    c.ketika asam maleat dipanaskan maka ikatan C=C akan menjadi ikatan C-C sementara waktu pada ikatan tunggal inilah terjai pertukaran tempat dari cis menjadi trans yang kemudian ikatan tunggal ( C-C) kembali menjadi ikatan rangkap (C=C).

  6. Hanna Salwa Putri

    Hanna Salwa Putri (A1C117045)
    A. Menurut saya cara untuk melihat apakah adanya asam maleat didalam apel adalah dengan cara melihat apakah apel berubah menjadi warna coklat ketika dikupas kulitnya, jika iya maka itu menandakan bahwa adanya asam maleat karna asam maleat mudah teroksidasi.

    B. Saat percobaan ini praktikan tidak mendapatkan asam fumarat yang berasal dari proses kristalisasi. Saat dilakukan kristalisasi, filtrat tidak mengkristal sehingga tidak diperoleh asam fumarat.

    C. Proses Kimia yang terjadi saat perubahan orientasi gugus fungsi yaitu adanya reaksi adisi eliminasi. dimana reaksi adisi akan memecah ikatan phi pada asam maleat yang merupakan isomer cis dan kemudian di satukan kembali atau dibentuk kembali dengan reaksi eliminasi untuk membuat isomer trans dari asam fumarat.

  7. putri milenia hutabarat

    nama saya putri milenia hutabarat ( A1C117057)
    a. asam maleat terkandung dalam beberapa buah termasuk adalah buah apel hijau, asam maleat ini juga disebut dengan asam dikarboksilat, dan asam maleat ini memberikan rasa asam dan getir dalam buah, sehingga kami dapat mengetahui bahwa dalam apel hijau terkandung asam maleat karena memberikan rasa asam dan getir pada apel hijau ketika memakannya.
    b. dalam percobaan yang kami lakukan pada saat kami melakukan percobaan ini, kami sudah mendapatkan asam maleat dalam bentuk cairan yang telah diambil dari apel hijau yang kemudian kami lakukan refluks terhadap larutan tersebut, kemudian setelah selesai, kami menjenuhkan dengan cara meletakkannya di dalam wadah berisi air es, yang menandakan adanya asam fumarat yang terbentuk yaitu terbentuknya kristal dari hasil penjenuhan yang kami lakukan. namun pada praktikum kami, kristal tersebut tidak terbentuk.
    c. proses kimia yang terjadi anatara cis dari asam maleat dan isomer trans dari asam fumarat terjadi karena adanya proses halogenasi dan bantuan cahaya, halogenasi yang dipakai adlah klor atau disebut reaksi klorinasi sehingga terjadi pemutusan ikatan dan terbentuklah asam fumarat dari isomer trans dengan reaski klorinasi.

  8. Febry Aryanti Huta Uruk

    Nama : Febry Aryanti Hutauruk
    Nim : A1C117073

    A. Adanya asam maleat pada buah apel yang kami gunakan dibuktikan dengan adanya rasa asam pada apel tersebut karena asam maleatlah yang memicu adanya rasa asam pada apel yang berwarna hijau dan pada saat apel dikupas terjadi perubahan warna menjadi kecolkatan, hal tersebut menandakan bahwa adanya asam maleat yang teroksidasi.

    B. berdasarkan kondisi percobaan yang kami lakukan, asam fumarat terbentuk pada saat proses refluks telah selesai dan hasil larutannya kami jenuhkan pada kondisi dingin (diletakkan pada wadah yang berisi es batu) agar terbentuk asam fumarat yang berbentuk kristal. tetapi ternyata saat kami telah menjenuhkan beberapa menit, tidak timbul kristal yang mengidentifikasi bahwa itu adalah benar asam fumarat.

    C. perubahan orientasi gugus fungsi asam maleat dari cis menjadi trans pada asam fumarat dapat terjai karena adanya perubahan ikatan rangkap C=C menjadi ikatan tunggal C-C. hal ini terjadi berdasarkan reaksi adisi-eliminasi pada asam maleat yang mempunyai isomer-isomer gometri.

  9. Ditya Fajar Nursahfitri

    Nama Ditya Fajar Nursahfitri (A1C117061).
    a. Pada percobaan yang kami lakukan ini, kami bertindak ceroboh karena tidak melakukan uji coba terlebih dahulu untuk membuktikan adanya asam maleat dalam buah apel hijau yang kami gunakan. Namun membuktikan adanya asam maleat dalam apel dapat dengan membandingkan sifat-sifat yang ada pada ekstraknya, entah itu melalui kecepatan oksidasi dari apel atau ekstraknya, titik lelehnya dan lain sebagainya.
    b. Asam fumarat dapat terbukti terbentuk pada suatu percobaan jika didapatkan hasil berupa kristal asam fumarat yang akan mengendap dari larutannya setelah di refluks. Pada saat itulah kita dapat mengetahui bahwasannya asam fumarat yang kita harapkan terbentuk dalam wujud kristal. hal tersebut dikarenakan asam fumarat lebih sedikit larut dalam air dibandingkan asam maleat.
    c. Asam maleat yang ditambahkan dengan HCl akan mengalami pemutusan ikatan rangkap, disini HCl berfungsi sebagai katalis terjadinya reaksi pemutusan ikatan rangkap. Nah kemudian pada saat di refluks ikatan rangkap yang terputus dan menjadi ikatan tunggal C-C tadi akan mengalami resonansi atau perputaran ikatan secara bebas. sehingga bentuk Asam maleat dapat berubah menjadi bentuk isomernya yaitu Asam fumarat. Dimana asam maleat bertindak sebagai Cisnya dan hasilnya yaitu asam fumarat sebagai transnya.

  10. Vira Anggita Gusniardi

    vira anggita gusniardi (A1C117069)
    1.
    a. yaitu ketika apel hijau yang kami gunakan sebagai sampel, ketika dikupas kulitnya bila dibiarkan beberapa menit akam membentuk warna kecoklatan pada daging buah, hal ini menandakan adanya asam maleat karena asam maleat akn mengalami oksidasi bila terkena oksigen atau udara luar.
    b. pada percobaan ini kami belum bisa membuktikan dapatnya asam fumarat dari hasil percoobaan kami, karena ketika kami melakukan rekristali sasi unutk membuktikan ada tidaknya asam fumarat, tetapi kami gagal mendapatakn kristalnya, karena ketika mengekstrak apel hijau asam maleatnya telah beroksidasi dahulu dengan udara. atau juga karena sampel yang kami gunakan konsentrasinya hanya mengandung sedikit asam maelat sehingga tidak dapatnya asam fumatar.
    c. perubahan orientasi gugus fungsi dari cis menjadi trans pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat yaitu ikatan rangkap C=C untuk sementara waktu diubah menjadi ikatan tunggal C-C dan memalui ikatan tunggal inilah perputaran dapat berlangsung dengan bebas unutk mengubah posisi ciis menjadi trans, setelah perputaran terjadi iakan tunggal C-C akan kembali berikatan rangkap berubah menjadi isomer trans. ini lah yang mengubah asam maleat akan berubah menjadi asam fumarat. pada keisomeran geometri pada atom yang berikatan tunggal C-C akan mudah atau bebas berotasi di sepanjang ikatan tunggal. sedangkan pada ikatan atom karbon rangkap C=C akan susah untuk berotasi sehingga orientasi ruang gugus atau atomnya dapat diidentifikasi

  11. Febby Marcelina Murni

    Febby marcelina Murni (A1C117037)
    a. Asam maleat dalam buah apel dapat dibuktikan dengan melarutkan ekstrak apel di dalam air, maka ketika ekstrak tersebut larut dalam air berarti mengandung asam maleat.
    b. Ketika asam maleat di refluks dihasilkan larutan berwarna caramel yang berarti itu adalah asam fumarat, dapat dibuktikan dengan melarutkan asam fumarat dalam air, jika larutan tersebut tidak larut dalam air maka larutan tersebut merupakan asam fumarat.
    c. Perubahan gugus fungsi dari trans menjadi cis pada asam maleat menjadi asam fumarat ketika larutan ditambahkan dengan HCl, larutan HCl tersebut digunakan sebagai katalis yang memprotonasi gugus karbonil yang nantinya akan membuat ikatan rangkap pada atom karbon tersebut beresonansi dan akan terjadi perputaran pada ikatan tunggal atom karbon.

  12. AGUSTRI MANDA SARI

    A.Untuk membuktikan adanya asam maleat pada buah apel ialah dengan cara melakukan pengujian pada buah apel. yang mana buah apel hijau diekstrak dan diambil airnya kemudian diberi pelarut tertentu, misalnya metanol. kemudian dilakukan pengujian dengan cara destilasi hingga diperoleh larutan asam maleat murni. Asam maleat terbentuk karena adanya ikatan yang mana asam maleat beresonansi yaitu berikatan bolak balik. membentuk ikatan yang dapat menghasilkan asam maleat.

    B. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, asam fumarat terbentuk karena adanya kandungan asam maleat yang murni, yaitu dari proses penyaringan terlebih dahulu atau dari proses destilasi. Tanda terbentuknya asam fumarat ialah ketika asam maleat di dijenuhkan dengan air es hingga terbentuk kristal, kristal tersebut dihasilkan dari endapan asam maleat yang mana dari sanalah dalam larutan tersebut dikatakan mengandung asam fumarat
    C. proses kimia yang terjadi ialah asam maleat teradisi oleh HCL kemudian membentuk asam fumarat. HCL mengubah ikatan rangkap dari asam maleat menjadi ikatan tunggal yaitu berubah menjadi asam fumarat.

  13. yulinarti choinirul nisyah

    Nama : Yulinarti Choinirul Nisyah
    NIM : A1C117025
    a. Pembutikan adanya asam malaet dapat diliat dimana apabila asam maleat diuji kelarutannya dengan air yang mana asam maleat dapat larutan dalam air dan juga kita dapat melakukan dengan uji titik leleh yang mana asam maleat akan leleh pada suhu 130 derajat Celcius sampai 140 derajat Celcius
    b. Pembuktian adanya asam fumarat dapat liat dari kita mengukur titik leleh yang dihasilkan nyang mana asam fumarat 130 derajat Celcius sampai 140 derajat Celcius dan dengan mencium baunya seperti caramel dan juga dapat kita lakukan uji kelarutan asam fumarat dalam air ataupun pelarut polar yang lainnya yang mana asam fumarat tidak dapat larut dalam pelarut polar.
    c. Proses transformasi asam maleat menjadi asam fumarat yang mana berubahan isomer cis menjadi trasn terjadi yang pertama yaitu terjadinya proses adisi ikatan rangkap yang terjadi dalam proses perekasian dengan senyawa asam klorida lalu terdapat reaksi elimnisa yang terjadi dalam perekasian menggunakan asam kolrida dan kemudian terjadi reaksi dehidrasi yang terjadi pada saat kita melakukan refluksi yang mana awalnya bertujuan untuk pemekatan dengan mengurangi kandungan air.

  14. Dinda Anggun Eka Saputri

    Dinda Anggun Eka Saputri (A1C117079)
    a. adanya asam maleat dapat kita buktikan dengan mengetahui terlebih dahulu sifat sifat pada asam maleat.misalnya, larut dalam air,kemudian titik lebur asam maleat berkisar 130-139 derajat celcius sehingga dengan begitu,kita mengetahui apakah apel hijau memiliki kandungan asam maleat nya atau tidak
    b. asam fumarat terbentuk karena adanya reaksi dari asam maleat dengan HCl,dimana fungsi HCL adalah sebagai katalis. sehingga HCl akan memutus ikatan rangkap asam maleat untuk berubah struktur menjadi asam fumarat. cara membuktikan ahwa asam fumarat berhasil terbentuk adalah dengan menguji hasil dari percobaan dengan perbandingan perbandingan sifat yang dimiliki oleh asam fumarat. asam fumarat memiliki sifat yang tidak larut dalam air dan memiliki titik lebur 287 derajat celcius.
    c. Perubahan orientasi gugus fungsi dari trans menjadi cis pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat terjadi ketika ditambahkan dengan HCl. peran HCl dalam percobaan ini adalah sebagai katalis dalam reaksi. sehingga pada asam maleat dan HCl akan terbentuknya asam fumarat. karena HCl memutuskan rangkap pada asam maleat menjadi asam fumarat

  15. RATNA KARTIKA SARI

    Ratna kartika Sari (A1C117011)
    a. pembuktian asam maleat dalam apel dapat dengan melakukan pemisahan asam maleat terlebih dahulu dari senyawa lain yang ada pada apel menggunakan pelarut yang sesuai. kemudian setelah di pisahkan dapat dilakukan rekristalisasi agar didapatkan asam maleat yang lebih murni. kemudian diuji titik leleh kristal yang didapatkan dann bandingkan hasilnya dengan titik leleh asam maleat yang ada di literatur.
    b. pemnbuktian bahwa asam fumarat terbentuk yakni dengan menguji titik leleh asam maleat dan kristal asam fumarata hasil percobaan. Kemudian dibandingkan titik lelehnya apakah sama dengan asam maleat murni atau tidak. Dan sebaiknya kita mencari dulu diliteratur berapa rentang titik leleh dari asam fumarat agar kita dapat mengetahui jelas bahwa kristal yang kita bentuk merupakan asam fumarat.
    c. Asam maleat murni di larutkan mengguankan air panas, tujuan penggunaan air panas yakni agar asam maleat dapat larut dalam air. Kemudian ketika ditambahkan asam klorida (HCl) ke dalam larutan, asam maleat akan mengalami resonansi pada ikatan rangkapnya membentuk ikatan tunggal sehingga gugus fungsi dapat bebas berputar. kemudian di refluks, dan didapatkan kristal asam fumarat. ketika di refluks inilah terjadi penetapan ikatan asam fumarat ketika melewati kondensor. asam fumarat bisa disaring dan direkristalisasi serta dapat diuji titik lelehnya.

  16. NAMA : SHEILA SAGITA
    NIM : A1C117009
    a. Pada saat pengupasan buah apel hijau tersebut apel langsung berubah warna menjadi cokelat karena apel tersebut teroksidasi dan menandakan adanya asam maleat.
    b. Dalam membuktikan asam fumarat yang terbentuk dari hasil percobaan kami seharusnya dilakukan dengan cara pengujian tiik leleh, namun pada saat proses penjenuhan dengan air es terhadap hasil refluks tidak terbentuk kristal dari laruta tersebut. Sehingga kami tidak dapat melakukan pengujian titik lelehnya dan belum dapat dipastikan bahwa larutan yang terbentuk memang benar asam fumarat.
    c. Pada saat proses refluks asam maleat yang berisomer cis akan berubah menjadi asam fumarat yang berisomer trans dimana pada saat proses refluks ikatan rangkap C=C pada pada asam maleat (cis) untuk sementara waktunya akan diubah terlebih dahulu menjadi ikatan tunggal C-C dan dari ikatan tunggal ini perputaran akan berlangsung bebas dan kemudian ikatan tunggal tersebut akan kembali menjadi ikatan rangkap asam fumarat yang berisomer trans.

  17. Niken Ayu Hestiantari

    Niken Ayu Hestiantari (A1C117033)
    A. Asam maleat merupakan senyawa yang bersifat asam yang mana bila tumbuhan mengandung asam maleat akan menyebabkan rasa nya menjadi asam. Buah apel hijau terbukti memiliki rasa yang asam sehingga kami menggunakan buah apel hijau yang memiliki rasa asam serta dapat kita buktikan dengan melihat sifat dari asam maleat yang mudah larut dalam air panas bahkan mudah larut dalam air dingin, sesuai dengan sampel apel hijau tersebut mampu larut dalam air.

    B. Berdasarkan percobaan yang kami lakukan asam fumarat berhasil terbentuk setelah kami menggunakan katalis HCl pada asam maleat untuk mempercepat terjadinya reaksi dengan cara melakukan proses refluks yang mana hasil dari proses refluks ini nantinya akan dijenuhkan sehingga akan didapatkan kristal dan kristal ini merupakan asam fumarat yang tidak larut dalam air dan mudah mengkristal.

    C. Pada asam maleat mengandung ikatan rangkap C = C yang nantinya sampel asam maleat akan dilakukan proses refluks untuk memutuskan ikatan rangkap tersebut menjadi ikatan tunggal C -C tetapi itu hanya terjadi untuk sementara waktu. Ikatan rangkap ini diubah menjadi ikatan tunggal dikarenakan ikatan tunggal akan lebih mudah untuk berotasi bebas setelah ia dapat berotasi dan telah seletak dengan trans maka ikatan tunggal tadi diubah lagi menjadi ikatan rangkap.

  18. Erwin Pasaribu

    Nama: Erwin pasaribu
    NIM: A1C117003
    jawab:
    A. Pada dasarnya percobaan yang kami lakukan gagal karena kami tidak memakai asam maleat murni yang diperoleh dari ekstrak buah apel, namun untuk membuktikan ada atau tidaknya asam malaeat dalam ekstrak apel hijau yang digunakan dalam percobaan keisomeran geometri adalah dengan melakukan uji coba terhadap sifat yang dimiliki oleh asam maleat ini, diantaranya:
    1. dapat teroksidasi dengan udara bebas
    2. memiliki titik didih 150 derajat celcius
    Berdasarkan sifat diatas, maka ekstrak yang telah diperoleh dapat dilakukan uji coba , untuk sifat yang pertama, bila ekstrak apel teroksidasi dengan udara maka akan berubah warna menjadi kecoklatan yang menandakan bahwa apel tersebut mengandung asam maleat. untuk sifat yang kedua, karena asam maleat yang digunakan diharuskan dalam keadaan murni, maka dapat dilakukan destilasi dengan suhu 150 derajat celcius sehingga diperoleh asam maleat murni.

    B. Untuk membuktikan bahwa asam fumarat telah terbentuk, maka dilakukan proses kristalisasi yaitu dengan cara memasukkan filtrat hasil refluks didalam air dingin atau air es. Hal ini sesuai dengan sifat asam fumarat yaitu jauh lebih sedikit larut dalam air dari pada asam maleat, sehingga akan mudah terbentuk keristal.

    C. Proses kimia yang terjadi pada perubahan orientasi gugus fungsi dari cis menjadi trans pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat ialah adanya reaksi adisi dan eliminasi. Dengan adanya kedua reaksi yang dijalani asam maleat ini, maka ikatan rangkap C=C akan diubah menjadi ikatan tunggal C-C untuk sementara waktu dan pada saat ini akan terjadi perputaran dengan bebas dan kembali membentuk ikatan rangkap pada asam fumarat. Reaksi ini berjalan ketika asam maleat dilarutkan pada HCl.

  19. arnia haiza annisa

    (Arnia Haiza Annisa 049)

    a. karna apel yang kami gunakan memiliki rasa asam, dimmana buah yang mengandung asam maleat akan memiliki rasa asam,dan juga ekstrak dari apel tersebut bisa larut dlalm air

    b. asam fumarat berhasil dibuktikan dengan cara ekstrak yanng sudah di reflluk kemudian dijenuhkan dan di rekristalisasi kemudian hasil dari rekristalisasi tadi berbentuk kristal dankemudian di ukur titik lelehnya apakah titik lelehnya sesuai dengan asam fumarat murn. tetapi percobaan yang kami lakukan pada saat proses rekristalisasi nya tidak terjadi kristal pada ekstrak apel, sehingga tidak bisa mengukur titik leleh dari asam fumarat yang terbentuk.

    c. ikatan rangkap C = C yang terdapat di asam maleat ketika proses refluks akan terjadi pemutusan ikatan rangkap menjadi tunggal untuk sementara waktu, pada saat ikatan tunggal inilah bisa terjadi perputtaran sehingga menjadi trans

  20. 1.Buah apel yang kami gunakan dalam praktikum keisomeran geometri adalah buah apel hijau.Diamana pada apel hijau terkandung asam maleat didalamnya.Cara kami mengetahui bahwa dalam apel hijau terdapat asam maleat didalamnya adalah dengan melihat ketika buah apel yang kami kupas terjadi perubahan warna coklat dari apel tersebut yang menandakan terdapat asam maleat didalamnya.Akibat perubahan warnanya adalah apel hijau tersebut karena teroksidasi.

    2.Pada saat percobaan membuktikan bahwa asam fumarat berhasil terbentuk,kami mengalami kegagalan.Jadi kami tidak mengetahui bagaimana asam fumarat terbentuk pada percobaan keisomeran geometri ini.

    3.Asam maleat mempunyai struktur cis sedangkan asam fumarat memiliki struktur trans.Setelah asam maleat kami ekstrak kemudian ditambahkan dengan HCl yang berfungsi untuk mengadisi ikatan rangkap C=C pada asam maleat.Reaksi adisi ini akan menghasilkan ikatan tunggal C-C yang mudah berotasi sehingga terjadi perubahan letak gugus-gugus yang terikat pada dua atom C tersebut.Molekul ini dapat mengalami rotasi karena gugus-gugusnya hanya terikat oleeh ikatan sigma bukan ikatan rangkap (ikatan π) sehingga bentuk keseluruhan sebuah molekul selalu berubah berkesinambungan.Akibat dari rotasi ini gugus karbonil yang pada awalnya terletak pada satu sisi (cis) berubah menjadi saling bersebrangan (isomer trans).Setelah larutan ditambahkan dengan HCl,kemudian larutan direfluks yang bertujuan untuk mempercepat reaksi pemecahan ikatan π (ikatan rangkap) menjadi ikatan sigma (ikatan tunggal) karbon-karbon yang membutuhkan energy tinggi.Sehingga proses refluks diperlukan supya untuk memecahkan ikatan π (ikatan rangkap) tadi.Setelah reaksi adisi selesai,selanjutnya dilanjutkan dengan reaksi eliminasi yang bertujuan untuk membentuk kembali ikatan rangkap karbon-karbon sehingga bisa terbentuk asam fumarat.

  21. Nama : sri lestari(A1C117041)
    A. Dengan cara mengekstark buah apel tsetelah itu kita dapat mengetahui dengan melihat hasil ektrakan berwarna coklat kemudia juga dengan cara menguji ektrak tersebut dapat larut dalam air dan dengan mebgetahui titik lebur pad apel dimana titik lebur asam maleat yaitu 130-139 derajat celcius
    B. Proses pembentukan asam fumarat yaitu pada saat proses refluk dimana pad saat proses refluk asam maleat akan diubah menjadi asam fumarat yang ditandai dengan perubahan menjadi warna putih dan pada saat refluk ini akan terjadi pemutusan ikatan rangkap menjadi tunggal kemudian pada larutan tersebut apakah laruta dalam air atau tidak jika tidak larut dalam air mrnandakan sudah terbentuknya asam fumara.
    C. Proses kimia asam maleat menjadi fumarat yaitu dengan reaksi adisi dimana reaksi adisi adalah reaks pemutusan ikatan rangkap menjadi iktan tunggal c=c menjadi C-c
    Sedangkan proses reaksi kimia tran ke cis yaitu reaksi yang terjadi reaksi eliminasi yang mana reaksi eliminasi yaitu reaksi ngabungn ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap C-c menjadi C=C

  22. Rd. Abdurrahman

    Rd. Abdurrahaman (A1C117015)

    A. Bukti asam maleat dari dalam apel dapat kita lihar dari sifat asam maleat, salah satu sifat asam maleat yang mudah diidentifikasi adalah mudah mengalami oksidasi jika bereaksi dengan oksigen disekitar, hal ini terlihat pada apel ketika kita mengupas apel daging buah apel akan mengalami perubahan warna menjadi coklat karena asam maleat dalam apel tersebut mengalami reakasi oksidasi dengan udara.

    B. Pada percobaan yang kami lakukan asam maleat tidak terbentuk. hal ini disebabkan karena terdapat senyawa lain didalam apel sehingga mempengaruhi proses pembentukan asam fumarat serta asam fumarat pada apel telah mengalami reaksi oksidasi pada saat dikupas.

    c. Proses kimia asam maleat yang berbentuk cis akan berubah keisomerannya berbentuk trans disebut asam fumarat terjadi pada Proses refluk. pada asam maleat untuk memecah anhirid maleat diperlukan energy yang besar untuk memutus ikatan C=O sehingga reaksi dilakukan pada suhu yang tinggi yang berasal dari pemanasan refluk dan juga pemberian HCL pada percoban ini yaitu membantu prosese penstabilan asam maleat menjadi asam fumarat karena HCl bertindak sebgai katalis untuk mengadisi ikatan rangkap C=C pada asam maleat menjadi ikatan tnggal C-C dan ikatan tunggal inilah perputaran dapat berlangsung dengan bebas sehingga membentuk asam fumarat.

  23. Elda Septiana (A1C117027)
    A. yaitu dengan cara kita mengetahui dulu tentang sifat apa saja yang dimiliki oleh asam maleat tersebut, dan asam maleat dapat bereaksi dengan apa saja agar dia dapat larut. kemudian dilakukan analisis untuk mendapatkan ekstrak dari buah apel itu sendiri dan dilakukan pereaksian antara ekstrak apel yang diperoleh dengan HCL kemudian dilakukan proses refluks, dan terdapat pula didalamnya yaitu rekasi kristalisasi dan rekristalisai,lalu untuk menguji apakah benar ada asam maleat, maka dapat diuji dengan melarutkannya dalam air. karena asam maleat tidak larut di dalam air dan benzen tapi larut dalam etanol.

    B. hal ini dapat dibuktikan dengan adanya proses menentukan titik leleh antara asam fumarat dan asam maleat. asam fumarat memiliki titik leleh yang lebih tinggi dari pada asam maleat. karena antara senyawa cis memiliki titik leleh lebih kecil dari pada senyawa trans.

    C. proses kimia yang terjadi pada perubahan fungsi dari trans menjadi cis adalah terjadinya rekasi adsi eliminasi. dimana salah satu gugs karbonil di protonasi sehingga ikatan rangkapnya terjadi rotasi dan berorientasi pada ikatan yang tunggal, kemudian ion H+ nya terbentuk kembali.

  24. Putri Ayu Indah lestari

    Putri Ayu Indah Lestari (A1C117005)
    A. Membuktikan adanya asam maleat pada buah apel yang kami gunakan diawali dengan mengekstrak buah tersebut dengan air. Dimana sifat umum asam maleat yang larut dalam air. Sehingga kemudian kami uji dengan air dan membuktikan bahwa sampel tersebut larut dalam air.
    B. Proses pembentukan asam fumarat dilakukan dengan penambahan HCl pada ekstrak yaitu terdapat perubahan menjadi coklat. Dimana penambahan HCl ini bertujuan untuk memprotonasi gugus karbonil sehingga ikatan rangkap pada atom karbon menjadi ikatan tunggal. Kemudian dilanjutkan dengan merefluks dari ekstrak apel tersebut. Refluks bertujuan untuk membantu proses pemanasan asam fumarat. Nah ditandai dengan sampel menjadi putih,dan diuji dengan air. Karena sifat asam fumarat yang tidak larut dalam air. Maka dapat dilakukan dengan menguji dengan air.
    C. Proses kimia pada asam maleat menjadi asam fumarat yaitu dari ikatan cis menjadi trans menggalami proses adisi yaitu pemutusan ikatan rangkap dua C=C menjadi ikatan tunggal C-C. Proses inilah yang dinamakan perubahan isomer-isomer geometri. Kemudian apabila senyawa trans menjadi cis terjadi reaksi eliminasi yaitu reaksi penghilangan satu gugus atom pada senyawa tersebut dengan perubahan ikatan dari tunggal C-C menjadi ikatan rangkap C=C.

  25. Sanaq Elfira P.

    Nama : Sanaq Elfira Putri
    NIM : A1C117071
    1.
    a. cara membuktikan jika didalam apel tersebut ada asam maleat yaitu dengan mencoba larutan ekstrak apel tersebut dicampurkan dengan air karena asam maleat memiliki sifat yang mudah larut dalam air. Tetapi ketika itu kami melakukan ekstrak buah apelnya dalam keadaan terbuka jadi asam maleat yang ada didalam apel telah bereaksi dengan oksigen
    b. pada saat kami melakukan percobaan, kami tidak mendapatkan asam fumarat hal ini dkarenakan asam maleat yang terkandung didalam apel yang sedikit dan membutuhkan apel yang lebih banyak. Selain itu asam maleat yang terkandung didalam apel telah bereaksi dengan oksigen yang menyebabkan warna apel menjadi coklat. Tetapi untuk membuktikan ada atau tidaknya asam fumarat pada percobaan ini yaitu dengan cara mereaksikan dengan air karena asam fumarat sedikit larut dalam air selain itu dapat juga dengan mereaksikan asam fumarat dengan senyawa polar
    c. proses kimia yang terjadi yaitu pemutusan ikatan phi dengan reaksi adisi, terjadilah perputaran dan kemudian membentuk kembali ikatan rangkap dengan reaksi eliminasi.

  26. a. asam maleat didalam buah apel dapat kita ketahui dengan rasa masam pada buah apel, karena asam maleat ini memiliki peran dalam memberikan rasa asam pada buah apel, kemudian saat kita membuka apel kita biarkan beberapa saat bekas yang kita buka tadi akan bewarna kecoklatan karena dia bereaksi dengan O2 ATAU UDARA.
    b. pada pengubahan asam maleat menjadi asam fumarat dia mengalami reaksi adisi dan reaksi eliminasi, pada reaksi adisi itu kami tambahkan HCl dimana HCl disini berfungsi untuk memutus ikatan pada rantai karbon asam maleat (HCl mengadisi asam maleat) kemudian baru lah dia mengalami reaksi eliminasi yaitu (pembentukan ikatan rangkap pada rantai karbonnya untuk membentuk asam fumarat)dimana kami merefluks filtat, nah pada hasil akhir nya kami menghasilkan filtrat yang berwarna coklat dan aroma yang dihasilkan nya itu bau seperti caramel, hal ini sesuai dengan sifat fisik yang dimiliki asam fumarat yaitu dia disbut garam dan ester.
    c. secara kimia molekul asam maleat bereaksi dengan ion H+ membentuk asam fumarat, dimana terjadi perubahan geometri dari cis ke trans.

  27. melisa oktapiani

    Nama : Melisa Oktapiani
    NIM : A1C117043

    a. hal yang dapat dilakukan untuk membuktikan adanya kandungan asam maleat yaitu dengan mecicipi buah apel tersebut. adanya kandungan asam maleat menyebabkan buah memiliki rasa yang asam. apel hijau memiliki rasa yang asam. selain itu dapat di identifikasi dengan mengektrak apel hijau terlebih dahulu kemudian ektrak dimasukkan kedalam air. jika ekstrak tersebut larut maka apel hijau mengandung asam maleat karena sifat dari asam maleat yang dapat larut dalam air.

    b. untuk membuktikan bahwa asam fumarat berhasil terbentuk maka setelah melakukan merefluks ektrak asam fumarat dalam apel hijau seharusnya terbentuk asam fumarat yang mana setelah hasil refluks harus dijenuhkan dalam es batu akan terbentuk kristal-kristal asam fumarat yang tidak dapat larut dalam air. selanjutnya diuji kelarutan dalam air bila tidak larut maka asam fumarat berhasil terbentuk.

    c) perubahan oriensi pada gugus fungsi cis menjadi trans dimulai dengan adanya pemanasan untuk memutus ikatan rangkap pada asam maleat sehingga posisi ikatan atom karbon yang mengikat hidrogrn dapat berpindah pada sisi yang berlawanan kemudian dilakukan penjenuhan dalam es batu untuk membentuk kembali iktan rangkap dua pada atom c
    yaitu memutuskan ikatan phi melalui reksi adisi dan membentuknya kembali melalui reaksi eliminasi.

  28. muhammmad yamin

    Nama muhammad yamin Nim :A1C117047

    a. cara untuk membuktikan apakah buah apel tersebut mengandung asam maleat yaitu dengan car a mencari dari literatur yang jelas apakah benar didalam buah apel mengandung asam maleat, kemudian dibandingkan sifat dari buah apel dengan sifat asam maleat dimana sifat asam maleat itu yaitu mudah teroksidasi dengan oksigen diudara yang mengalami perubahan warna dan sifat asam maleat, kemudian sifat asam maleat ini tidak larut dalam pelarut benzana.kemudian barulah analisis apakah sifat apel sama dengan sifat asam maleat

    b. proses perubahan asam maleat menjadi asam fumarat berhasil terbentuk adalah saat dilakukan proses refluks ekstrak apel dalam labu takar dengan pemanasan yang tinggi terjadinya perubahan warna yaitu warna menjadi lebih terng coklat pekat dan larutan menjadi kental kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan endapannya kemudian dilakukan proses kristalisasi, saat dilakukan proses kristalisasi inilah jika larutan tersebut mengkristal maka dapat dikatakan telah terjadinya perubahan dari asam maleat menjadi asam fumarat.

    c. asam maleat merupakan asam dikarboksilat yang terdapat gugus etilena yang terikat dengan asam karboksilat. yang memiliki cincin cis, sedangkan asam fumarat memiliki cincin trans hal ini dapat terjadi dikarenakan ikatan rangkap dari senyawa tidak dapat berputas secara baik, sehingga menyebabkan perputaran yang sangat terbatas.

  29. Saya Mirnawati (A1C117013), saya akan menjawab pertanyaan diaras.
    a. Untuk membuktikan asam maleat didalam apel hijau dapat dilakukan dengan cara melihat kelarutannya didalam air. Apabila ekstrak dari apel hijau tersebut larut didalam air maka ekstrak tersebut mengandung asam maleat. Kemudian dapat dilakukan dengan mengecek rasa dari ekstrak tersebut, yaitu apabila rasanya asam itu menandakan bahwa terdapat kandungan asam didalam ekstrak apel hijau tersebut. Selain itu dapat dilakukan dengan cara mengecek pH dari ekstrak tersebut, apabila pHnya dibawah 7, maka ekstrak apel hijau tersebut merupakan asam maleat.

    b. Untuk membuktikan apakah asam fumarat berhasil terbentuk dapat diliat dari proses penjenuhan yang akan menghasilkan kristal. pada percobaan yang kami lakukan asam fumaratnya tidak terbentuk kristal setelah penjenuhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa percobaan yang kami lakukan gagal, karena asam fumaratnya tidak dapat mengkristal. Kemudian dapat dilihat dengan kelarutannya didalam air. Karena pada umumnya asam fumarat sedikit sukar larut didalam air.

    c. Proses kimia yang terjadi pada perubahan orietantasi gugus cis menjadi trans pada asam maleat menjadi asam fumarat terjadi pada saat penambahan HCl. Pada perubahan asam maleat menjadi asam fumarat ini mulai terjadi pada saat ditambahkannya HCl kedalam labu dasar bulat yang berisi asam maleat. Dimana pada proses ini HCl berfungsi sebagai katalis yang akan melepaskan ikatan rangkap C=C yang ada pada asam maleat menjadi ikatan tunggal sehingga mudah berotasi. Kemudian dilakukan proses refluks pada campuran ini. Saat proses refluks inilah akan membantu terjadinya reaksi pada asam maleat dan HCl. Kemudian akan terjadi lagi proses pembentukan kembali ikatan rangkap untuk asam fumarat.

  30. Agnes Monika Situmorang

    Nama : Agnes Monika Situmorang (A1C117059)
    NIM : A1C117059
    1. A. Saya membuktikan adanya asam maleat pada buah apel hijau yang saya gunakan dalam praktikum yaitu dengan cara mencicipi buah tersebut, karena asam maleat merupakan spesi yang memberikan rasa asam bagi buah apel.
    B. Pada percobaan yang praktikan lakukan, tidak terbentuk asam fumarat. Berdasarkan literatur yang saya baca dengan menggunakan prosedur yang sama dengan yang saya gunakan, asam fumarat akan terbentuk ketika labu dasar bulat (berisi campuran setelah di refluks) dimasukkan kedalam batu es yang ditandai dengan munculnya kristal atau endapan dibagian bawah dalam campuran.
    C. Proses kimia yang terjadi yaitu asam maleat ditambahkan HCl, untuk mengadisi ikatan rangkap C=C pada asam maleat. Reaksi ini disebut juga reaksi adisi elektrofilik. Reaksi ini menghasilkan ikatan tunggal yang mudah berotasi karena gugusnya hanya terikat oleh ikatan sigma (bukan ikatan rangkap) sehingga letak gugus-gugusnya pun berubah. Lalu dilakukan refluks untuk mempercepat reaksi adisi. Setelah di refluks, larutan tadi didinginkan untuk proses kristalisasi dengan menurunkan kelarutam asam fumarat. Lalu larutan disaring dan diambil kristal atau endapan yang terbentuk karena kristal yang terbentuk merupakan asam fumarat.

  31. Monica Chitra Septiani

    MONICA CHITRA SEPTIANI (A1C117077)
    A. Pada praktikum ini kami menggunakan apel, karena kami telah membaca dari literature bahwa didalam apel hijau tersebut mengandung asam maleat. Dan halini dibuktikan karena pada saat kami mengupas apel tersebut dialam terbuka warna daging apel tersebut berubah warna menjadi coklat. Karena asam maleat sangat mudah teroksidasi denganudara.
    B. B. Dalam percobaan ini kami tidak dapat membuktikan terbentuknya asam fumarat karena sebelum diekstrak saja asam maleatnya telah teroksidasi. Hal inilah yang menyebabkan kami tidak membuktikannya terbentuknya asam fumarat atau bisa dikatakan percobaan kami ini gagal
    C. Proses secara kimia perubahan cis menjadi trans atau perubahan asam maleat menjadi asam fumarat, yaitu ketika ditambahkannya HCl kedalam hasil ekstrak tersebut. Krena akan terjadi reaksi adisi dimana saat terjadi reaksi adisi maka gugus COOH dan H yang awalnya terletak diposisi sejajar akan berubah letak menjadi bersebrangan. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan asam maleat keasam fumarat atau cis ke trans.

  32. Silvy Wahyu Fradini

    Saya Silvy Wahyu Fradini (A1C117023)
    Untuk membuktikan asam maleat pada buah apel pada percobaan yaitu dengan cara membiarkan sari apel yang telah dihasilkan itu diruangan terbuka sehingga warna ekstrak atau sarinya itu mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan yang awalnya berwarna putih ke keruhan. yang mana hal ini sesuai dengan sifat asam maleat yang mudah teroksidasi dengan oksigen diudara sehingga akan mengalami perubahan warna. sehingga jika dibandingkan dari percobaan dan dari teori yang mana sifat asam maleat yang pada percobaan ini sesuai dengan teori yang mana asam maleat dari buah apel ini teroksidasi dengan oksigen diudara yang ditandai dengan perubahan warna. dan untuk mengetahui adanya asam maleat dalam buah apel juga bisa dilakukan dengan melarutkannya dalam air yang mana asam maleat ini bersifat mudah larut dalam air dan juga bisa latut dalam etanol 95%.

    berdasarkan percobaan yang kami lakukan bukti terbentuknya asam fumarat yaitu ketika asam maleat ditambahkan dengan hcl dan direfluks itu menghasilkan perubahan warna dari coklat menjadi coklat pekat dan ketika disaring menghasilkan endapan yang mana endapan itu merupakan asam fumarat yang terbentuk dari asam maleat yang dikatalis oleh hcl dengan bantuan pemanasan merata dengan menggunakan proses refluks.

    proses kimia yang terjadi pada perubahan gugus fungsi asam maleat cis menjadi asam fumarat trans yaitu ketika ditambahkan hcl. yang mana hcl ini berfungsi sebagai katalis sehingga hcl akan memecah ikatan rangkap pada asam maleat dan berubah menjadi tunggal dan akan mengikat gugus fungsi yang lain dengan demikian maka akan mengalami perubahan posisi dan pada akhirnya akan terbentuk kembali ikatan rangkap itu ketika salah satu gugus fungsi kehilangan salah satu atom karbon.

  33. TRIA PRADINA LOKE

    NAMA : TRIA PRADINA LOKE
    NIM : A1C117075

    Percobaan keisomeran geometri :

    A. hal yang dapat membuktikan adanya asam maleat pada buah apel yang digunakan pada saat praktikum ialah, daging buah apel pada saat dikupas dan digerus mengalami perubahan warna dari warna daging yang putih menjadi coklat, hal ini dikarenakan buah apel telah mengalami reaksi oksidasi karena dilakukan diruangan yang terbuka. cara mengidentifikasi asam maleat ini juga bisa dengan cara mencicip buah apel, karena apabila buah apel dicicip apel tersebut berasa asam, dan inilah faktor dari adanya asam maleat. Asam maleat merupakan suatu senyawa yang terkandung didalam apel, umumnya apel hijau yang mengandung asam maleat akan berasa asam.

    B. Pada percobaan yang kami lakukan mengenai keisomeran geometri yakni pengubahan asam maleat menjadi fumarat, kami tidak mendapatkan hasil bahwa asam maleat yang kami ambil dari ekstrak apel hijau ini dapat berubah menjadi fumarat. pada akhir percobaan kami hanya mendapatkan hasil krutnya saja, dan krut itu berwarna coklat kehitaman dan baunya seperti karamel. tidak berhasillnya terbentuk asam fumarat dikarenakan kami menggunakan asam maleat yang ada pada buah apel itu hanya sedikit sekitar 5%. sedangkan menurut penuntun praktikum yang ada seharusnya asam maleat ini didapatkan dari Anhidrida Maleat kemudian ditambahkan HCl dan barulah di refluks untuk mengubah Asam Maleat menjadi Asam fumarat.

    C. Proses kimia yang terjadi pada perubahan orientasi gugus fungsi dari cis dan trans pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat ini ditandai dengan perubahan isomer-isomer, seperti asam maleat menjadi asam fumarat, dapat terjadi apabila ikatan rangkap C=C untuk sementara waktu diubah menjadi ikatan tunggal C-C dan melalui ikatan tunggal inilah perputaran dapat berlangsung dengan bebas. pengubahan isomer geometri dari yang satu ke yang lain, boleh dijalankan melalui pembentukan senyawa antara yang sifat ion atau radikal bebas. nah pada percobaan ini reaksi kimia yang dilakukan ialah asam maleat yang ditambahkan dengan HCl pekat kemudian di refluks akan mengubah sampel menjadi asam fumarat yang lebih stabil. terbentuknya asam fumarat ini ditandai bahwa sampel akan mudah untuk mengkristal karena asam fumarat sedikit larut dalam air.

  34. Hefty Juwita (A1C117053)

    1)
    a. Adanya asam maleat dalam apel dibuktikan dengan terjadinya perubahan warna pada apel ketika dikupas menjadi coklat, karena ciri asam adalah akan memberikan warna coklat/hitam ketika bereaksi dengan oksigen.

    b. Asam fumarat dibuktikan ketika dilakukan proses refluks dimana ketika proses ini dilakukan, maka warna apel yang telah diekstrak yang pada awalnya berwarna coklat menjadi menghitam lama-kelamaan

    c.Proses kimia terjadi ketika dilakukan penambahan HCl dimana HCl berfungsi sebagai katalis yang memprotonasi salah satu gugus karbonil sehingga ikatan rangkap pada atom karbon (C=C) dapat beresonansi dan terjadi rotasi pada ikatan tunggal (C-C), selanjutnya ikatan rangkap akan beresonansi kembali. Perubahan orientasi gugus fungsi cis dan trans pada transformasi asam maleat menjadi asam fumarat ditandai dengan perubahan isomer-isomernya.

  35. 1. Saya Yuli Asriani (A1C117039). berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan bahwa:
    a. kami membuktikan bahwa adanya asam maleat pada buah apel hijau yaitu dengan cara mengidentifikasi buah apel hijau yaitu dengan mulanya mengetahui sifat kimia dan sifat fisika dari asam maleat. dapat kami lakukan dengan cara mengetahui bahwa ketika ekstrak apel hijau dibuat kami melarutkannya didalam air dengan hasil bahwa ekstrak tersebut dapat melarut didalam air, artinya bahwa apel tersebut mengandung asam maleat. hal ini tersebut salah satu sifat dari asam maleat yaitu dapat mudah larut dalam air.
    b. kami membuktikan bahwa asam fumarat telah terbentuk karena asam fumarat ini dapat dibuktikan dengan cara dilarutkan didalam air. apabila asam fumarat sedikit larut didalam air maka asam fumarat yang dihasilkan benar-benar terbentuk. hal ini disebabkan karena salah satu sifat dari asam fumarat adalah sedikit larut dalam air.
    c. proses transformasi pengubahan cis menjadi trans pada asam maleat menjadi asam fumarat adalah dengan melakukan proses merefluks asam maleat dengan titik didih asam maleat sehingga ketika proses merefluks terjadinya proses pengubahan ikatan rangkap pada asam maleat menjadi ikatan tunggal. sehingga ketika atom karbon pada asam maleat telah berikatan tunggal sehingga dapat mudah mengalami proses perputaran pada rotasinya sehingga dapat berlangsung secara bebas. ketika proses refluks ini digunakan katalis yang bersifat asam sehingga dapat mempercepat proses pembentukan asam fumarat yang lebih stabil.

  36. Nama Ika Ermayanti Nim A1C117031 dimana pada percobaan keisomeran geometri yang kami lakukan pada perubahan asam maleat pada apel menjadi asam fumarat yaitu ;
    A. Adapun pembuktian pada apel bahwa mengandung asam maleat yaitu yang kami lakukan dengan menguji kelarutan dari ekstrak apel yang kami peroleh dengan uji kelarutan dalam air dimana asam maleat larut di dalam air , sebenarnya ada cara lain yaitu dengan menguji titik lelehnya yaitu dengan mengubah ekstrak apel ini menjadi bentuk kristral dengan cara kristalisasi kemudian menguji titik lelehnya ( 130-1349 derajat selsius ) dengan cara manual atau bias juga dengan melting point , namun kami tidak melakukan ini di karenakan tidak ada alat nya .
    B. pada percobaan yang kami lakukan kami dari proses kristalisasi / penjenuhan refluk yg dihasilkan kami hanya memperoleh sedikit kristral, oleh karenanya kami tidak melakukan uji kebenaran bahwa itu merupakan asam fumarat. Namun uji yang dapat dilakukan pada proses ini yaitu bisa dilakukan dengan uji titik leleh asam fumarat ( 287 derajat selsius )atau juga uji kep[ol,aritasannya dimana asam fumarat bersifat non polar

    C. proses perubahan gugus fungsi ini disebabkan oleh adanya katalis HCL yang berfungsi sebagai untuk mengadisi ikatan rangkap C=C pada asam maleat serta dengan bantuan panas dari refluk untuk memutus ikatan C-O yang memerlukan energy tinggi .

Tinggalkan Balasan ke Dinda Anggun Eka Saputri Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syamsurizal © 2019 Frontier Theme